Arak “lama” dalam Kemasan “baru”

beritagbrphp.jpgEnlightening minds, Expanding horizon….

Kalimat mutiara di atas mengusik hati dan pikiran saya untuk mengupas lebih jauh. Tidak adanya persamaan bunyi di akhir kalimat, tidak membuatnya kehilangan makna, justru malah mempertegas keberadaannya dalam ingatan.

Adalah sebuah jaringan media cetak besar, yang dulu kita kenal dari sebuah bangunan toko megah di kawasan Matraman, menggunakan kata-kata tersebut sebagai semboyannya.

Baca Selengkapnya »

Naturalisasi? Bukan PR Nomor Satu PSSI

Tulisan “Tiada Rotasi, Kalah pun Jadi" ternyata menuai opini yang sangat menarik. Opininya menyarankan PSSI untuk menarik pemain-pemain asing yang berketurunan Indonesia supaya dinaturalisasi. Berikut opini selengkapnya dari seorang pembaca bolanova bernama Heppy:

Klo PSSI gak mau make pemain keturunan indonesia seperti irfan bachdim, Radja Nainggolan, Donovan Partosoebroto, Raphael Tuankotta,dan lain2 berarti PSSI B***H!!!!!, inget mereka itu juga bagian dari indonesia…jd ambil mereka semua masuk timnas daripada mengharapkan pemain asli lokal dan bermain di klub indonesia secara kwalitas klub, klub2 di indonesia masih kurang bagus manajemen nya apalagi mental para pemain2nya masih jauh dari kata propesional.gmn tindakan PSSI???? sebelum mereka para pemain keturunan indonesia main tuk negara lain lebih baik rekrut secepatnya tuk main di penyisihan piala asia 2011 dan piala dunia 2014……..PSSI bodoh klo hanya memikirkan penghasilan tuk kantong pribadi daripada prestasi sepakbola tanah air.

Baca Selengkapnya »

Movement Qualities

( Ditulis oleh Dandy )

100px-PSSI_IndonesiaDalam perkembangan sepakbola dunia yang semakin maju sekarang ini dimana pemikiran manusia yang semakin berkembang khususnya akan peningkatan kualitas sepakbola negerinya, saya pun terlecut untuk memberikan pemikiran dan ikut serta dalam memajukan sepakbola Indonesia yang sangat saya cintai.

Hal pertama yang sangat saya cermati adalah KUALITAS. Mengapa kualitas begitu penting sekali? Itu karena segala aspek dalam sepakbola adalah tergantung kepada kualitas. Bila kualitas sepakbola negeri itu buruk maka perkembangan sepakbola negeri itu pun akan jalan di tempat. Kualitas menyangkut berbagai aspek. Diantaranya :
1.Organisasi.
2.Kompetisi (Liga).
3.Manajemen.
4.Pelatih.
5.Pemain.

Organisasi, dalam hal ini adalah PSSI, induk dimana segala sesuatu yang mengatur persepakbolaan Indonesia direncanakan dan diatur. Maka sangat vital sekali peran PSSI untuk memajukan persepakbolaan Indonesia. Perencanaan (planning) jangka panjang, pengaturan liga, timnas, manajemen klub, pelatih, pemain, diatur sedemikian rupa oleh PSSI dengan tujuan agar menjadi lebih baik dan teratur.

Baca Selengkapnya »

Pemenang Kontes Menulis Bolanova 4

Kami mengucapkan terima kasih bagi para penulis di kontes Bolanova 4 yang telah mengirimkan tulisannya. Juga, kami memohon maaf atas keterlambatan pengumuman pemenang dikarenakan sulitnya untuk menentukan siapa pemenangnya.

Atas pertimbangan yang sangat berat, diputuskan pemenang dari kontes menulis Bolanova 4 adalah:

Luhur Satya Pambudi

Ghozian Islam Karami

Sri Lestari

Bagi yang lain, maaf jikalau kecewa dengan hasil yang telah diputuskan ini. Tapi kami akan berusaha memperbaiki kontes menulis Bolanova di masa yang akan datang.

Sekali lagi terima kasih dan maju terus penulis sepakbola Indonesia.

Tiada Rotasi, Kalah pun Jadi

Sebelum tampil di semifinal Piala AFF Suzuki 2008, Benny Dollo (pelatih Indonesia) banyak dikritik karena tidak pernah melakukan rotasi pemain. Dalam tiga pertandingan penyisihan grup A, Benny selalu menurunkan starting line-up yang sama. Hasilnya timnas kalah 0-2 dari Singapura di pertandingan ketiga.

Kekalahan itulah yang menjadikan Indonesia mesti bertemu dengan Thailand di semifinal. Benny beralasan ingin meraih kemenangan atas Singapura dengan tetap menurunkan the winning team, yang telah sukses mengandaskan Myanmar 3-0 dan Kamboja 4-0.

Baca Selengkapnya »

Mental Juara

( Ditulis oleh Muhammad Hafizhuddin Dalam Rangka Kontes Menulis Bolanova 4 )

Senin (09/12) , Juande Ramos diperkenalkan dihadapan publik Bernabeu sebagai pelatih baru Real Madrid menggantikan Bernd Schuster. Schuster dianggap gagal mengangkat performa Raul Gonzales dkk. Dalam beberapa laga terakhir, Los Blancos terus menuai hasil mengecawakan. Ramos sendiri adalah pelatih ke-11 Real Madrid dalam kurun waktu satu dekade terakhir.

Apa yang dialami Real Madrid, berbanding terbalik dengan Manchester United. Klub peraih gelar Liga Champions musim lalu ini masih mempercayakan kursi kepelatihan kepada Sir Alex Ferguson. Fergie, sapaan akrab Ferguson, telah 22 tahun mengabdi di Old Trafford. Prestasi, ketegasan, dan karisma adalah beberapa hal yang membuat manajemen mempertahankannya.
Faktor lainnya ialah mental juara. Fergie mampu menanamkan mental juara pada anak asuhnya sehingga Ronaldo dkk. hampir selalu bermain dengan level tinggi.

Mempunyai skill yang bagus pun belum tentu bisa mendapat gelar. Timnas Indonesia contohnya. Tim yang diasuh Benny Dollo ini adalah tim yang mempunyai pemain dengan skill-skill terbaik di level Asia Tenggara. Tapi apa daya, gelar prestisius tak kunjung mereka dapatkan. Satu gelar terakhir yaitu saat mereka menjadi juara di Independence Cup 2008 Agustus lalu. Tapi dengan catatan, bahwa ini adalah kejuaraan kecil dan hasil juara itupun terjadi karena Timnas Libya yang menjadi lawan di final memutuskan WO meskipun mereka sudah unggul 1-0 di babak pertama.

Satu kejutan diberikan TSG 1899 Hoffenheim. Klub Jerman dari sebuah desa yang penduduknya hanya 3.272 jiwa ini mampu menduduki posisi puncak klasemen Bundesliga 1. Tidak ada yang menyangka sebelumnya karena tim asuhan Ralf Rangnick ini adalah ‘anak kemarin sore’ di kasta tertinggi kompetisi sepakbola Jerman. Bukan tak mungkin jika dalam diri para pemain telah tertanam mental juara yang telah dipupuk sejak masih menjadi klub antah berantah.

So, perlu pelatih yang memiliki mental juara dan mampu menularkan kepada anak buahnya jika sebuah tim ingin mendapat gelar. Timnas Indonesia pun sudah seharusnya bisa menjuarai Piala AFF kali ini. Bendol -Sapaan Benny Dollo- telah berpengalaman memberi gelar juara Copa Indonesia dua kali berturut-turut kepada Arema. Tinggal bagaimana cara para pemain menerimanya. Semangat!!

Premiership Kehilangan Identitas

( Ditulis oleh Sri Lestari Dalam Rangka Kontes Menulis Bolanova 4 )

EPL terkenal sebagai liga terbaik di dunia. Tapi seperti pepatah ‘tiada gading yang tak retak’. EPL juga memiliki kekurangan yaitu kehilangan identitasnya liga di negeri Ratu Elizabeth. Sebagai kompetisi kasta tertinggi di Inggris, sudah sewajarnya banyak pemain asal Inggris yang bermain di klub-klub EPL. Tapi kenyataannya di luar dugaan. Pemain asing sangat merajalela di EPL. Yang paling kentara adalah di Arsenal. Pemain Inggris yang sering dipasang di line up Arsenal hanya Theo Walcott. Sungguh riskan bukan?

Kepemilikan klub oleh investor asing pun telah menjadi tren di Premiership yang saat ini ada 9 dari 20 klub Premiership yang dimiliki oleh investor asing. Klub-klub EPL juga terkenal royal dalam menggaji maupun membeli pemain. Oleh karena itu tidak heran jika pemain-pemain dari negara lain lebih tergiur berkelana di Liga Inggris daripada di liga-liga yang lain.

Jika ini terus dibiarkan, maka akan berdampak buruk terhadap timnas Inggris sendiri. Oleh karena itu saya sangat setuju aturan “5+6”, yaitu 5 pemain asing dan 6 pemain lokal di line up. Dengan begitu, bibit-bibit lokal akan terselamatkan.

Bundesliga Pantas Dijadikan Panutan

( Ditulis oleh Sri Lestari Dalam Rangka Kontes Menulis Bolanova 4 )

Pamor Bundesliga memang masih kalah jauh dari EPL, Liga Spanyol, maupun Serie-A. tapi dalam urusan keuangan, Bundesliga patut menepuk dada dan dijadikan panutan. Khususnya untuk otoritas tinggi EPL dalam menghadapi banyaknya hutang yang ditanggung oleh klub-klub EPL patut mencontoh Bundesliga, sebab Bundesliga mempunyai solusi untuk mengatasi menumpuknya hutang klub.

Sebelum menjalani kompetisi, Bundesliga mengadakan regulasi soal kesiapan finansial sebuah klub sebelum menjalani kompetisi. Pada setiap akhir musim, klub-klub kontestan Bundesliga harus mengajukan izin kepada DFB untuk bisa tampil di musim berikutnya. Kebijakan tersebut diambil untuk pemeriksaan rutin terhadap kondisi keuangan setiap klub. Hanya klub yang kondisi keuangannya baik dan tidak bermasalah yang bisa kembali tampil. Kalau tidak, harus ada perbaikan.

Selain itu, DFB mempunyai akses terhadap seluruh dokumen transfer dan memiliki sistem untuk menilai kondisi klub yang berada dalam pengawasan. Do jerman, tidak boleh ada individu yang memiliki saham sampai 49% di salah satu klub Jerman.

Klub Bundesliga pun tudak begitu jorjoran dalam menggaji dan mentrasfer pemain. Oleh karena itu jarang sekali pemain bintang yang bertebaran di Bundesliga.

Tapi hal itu bisa bermanfaat karena di saat klub-klub EPL kelimpungan karena hutang yang menumpuk, klub-klub Bundesliga tetap tenang-tenang saja.

Next Page »