Kok Suporter Kita Begini?

Tanggal 5 september, Lativi menampilkan pertandingan PERSIKABO melawan PERSIB dikandang PERSIB. Pertandingannya cukup luar biasa karena disaksikan oleh banyak penonton. Bangku penontonnya padat. Dan yang lebih menarik, ada penonton wanita yang berbaur dengan penonton pria yang jauh lebih banyak. Wanitanya pun tidak sedikit yang cantik-cantik sehingga kameramennya rajin sekali menyorot penonton-penonton wanita.

Tapi ada satu hal yang bisa disesali dari pertandingan ini:
Penonton kita masih saja kurang ajar. Hakim garis ditimpuk oleh penonton. Setelah terkena timpukan penonton, hakim garis langsung tertunduk kesakitan, lalu minta keluar dari pertandingan. Untung saja, para official dan pemain langsung bisa membujuk kembali sang hakim garis untuk kembali membantu jalannya pertandingan. Lalu, pertandingan pun berlangsung kembali.

Pertanyaan untuk kita, sampai kapan penonton sepak bola Indonesia berhenti bertindak yang kurang baik dilapangan?

Kita cuma berharap, penonton Liga Indonesia tidak melebihi tindakan-tindakan anarkis yang dilakukan suporter Italia ketika seorang polisi meninggal akibat bom molotov.

4 comments:

  1. shilton, 19. September 2007, 7:17

    Iya makanya saya malas nonton ligina, akhirnya rusuh melulu. Gimana supporter gak kurang ajar..kadang kita lihat pemain, pelatih dan official suka keroyokin wasit. Kapan ya ligina jadi industri bola yang profesional.

     
  2. Adi Wirasta, 19. September 2007, 7:45

    @shilton:
    Benar banget. Saya sendiri kesal kalau liat tekling-tekling yang kasar, dorong mendorong wasit. Dan paling parah ya yang ini, wasit ditimpukin.

    “Kapan ya ligina jadi industri bola yang profesional?”

    Nah, kalau pertanyaan ini bisa dilihat kesini:

    http://bolanova.com/2007/09/19/persib-berniat-jual-diri/

     
  3. arisuke, 24. October 2007, 1:39

    ligina tetep olebih asik dari liga manapun… memang liga asing bisa lebih dinikmati, tapi sensasinya tetap beda kalo nonton ligina, apalagio datang langsung ke stadion, penuh tantangan dan mendebarkan :D (kalau tidak mau dibilang mengkhawatirkan, hahahahaha)

     
  4. Andy N. Gultom, 24. October 2007, 7:30

    @ arisuku :

    yah klo kt org hujan emas di negeri org, hujan batu di negeri sendiri, lebih enak di negeri sendiri ( apa benar yah :) )

    baik atau buruk, ligina adalah representasi kemajuan sepakbola indonesia. Kalau bukan kita yg suka, siapa lagi ? Sayangnya, pembenahan masih perlu banyak dilakukan dalam banyak aspek.

    Soal menonton, memang benar, saya sudah melakukannya, dan sensasinya memang beda, apalagi kita harus fokus ke lapangan, sebab klo gol, ndak ada replaynya…hehehhehheh

     

Write a comment: