Dream Match (Part III-The End)

Lazio Vs Roma

Partai brutal seri A. Keduanya adalah penghuni divisi utama Liga Seria A, keduanya berasal dari satu kota, yaitu Roma. Untuk pemain dari keduanya, ada hukum tidak tertulis yang mencap pemainnya sebagai pengkhianat, jika pindah ke klub pesaing, misal dari Lazio ke Roma atau sebaliknya. Adapun Lazio lebih suka membeli dan menggunakan pemain dari Argentina, Roma sebaliknya lebih suka pemain dari Brazil (yang notabene musuh bebuyutan Argentina di lapangan hijau). Fakta unik lainnya, skor besar sangat sering terjadi diantara Lazio Vs Roma. Suporter Lazio banyak yang berpaham fasisme dan rasis, dan mereka beroleh “jatah” tempat duduk di tribun selatan, fans Roma kebanyakan lebih moderat, dengan jatah tribun di curva de nord (utara).                                                                                                   

Paolo di Canio, seorang mantan pemain Lazio, pernah berujar “ dari kecil saya adalah laziale sejati, saya seorang fasis dan saya sangat anti roma” , faktanya, ketika dia mencetak gol dalam partai derby ini, dia berlari ke arah suporter Roma di curva de nord dan melakukan gerakan fasis ala Mussolini (diktator Italia masa Lampau), yang membuat dirinya sangat dimusuhi oleh tifosi Roma.

Ajax Amsterdam Vs Feyenoord Rotterdam

Gengsi antar daerah merupakan tagline partai ini. Feyenoord Rotterdam adalah klub yang berdiri di kawasan pelabuhan, suporter dan masyarakat di sana, menganggap Ajax sering “melecehkan” mereka sebagai kaum yang berkasta lebih rendah dibandingkan Ajax yang merupakan masyarakat elite perkotaan. Kedua suporter klub di atas adalah suporter fanatik, yang saling melarang untuk datang jika ada pertandingan antara keduanya. Sebagai contoh jika Ajax Vs Feyenoord berlangsung di Amsterdam, fans Ajax melarang suporter Feyenoord untuk datang ke Amsterdam, dengan dalih keselamatan mereka tidak dijamin, dan sebaliknya. Kasus pembunuhan suporter Ajax di Rotterdam, menjadi bukti tensi tinggi antara kedua klub yang berseteru.

Fakta di lapangan, Ajax masih lebih unggul dibandingkan Feyenoord, baik itu untuk gelar di Liga domestic (Eredivisie) maupun di eropa (Liga Champions dan Piala UEFA).

Glasgow Celtic Vs Glasgow Rangers

Bagi orang awam, mungkin nama kedua klub di atas kurang familiar. Wajar saja, karena keduanya adalah klub dari Liga Skotlandia, yang hingar bingarnya jarang dipublikasikan dibandingkan Liga-liga lainnya. Untuk ukuran liga Skotlandia, keduanya adalah klub terbesar. Berada di kota yang sama, pertandingan antar mereka selalu menyedot atensi yang kadang berlebihan dan menimbulkan keonaran. Apa pasal ? Pada medio 1970-1980, terjadi perselisihan antar agama Kristen, yaitu Katolik dengan Protestan di Glasgow. Katolik sering diidentikkan dengan Celtic, sedangkan Rangers adalah Protestan. Perselisihan tersebut bahkan sangat parah, dan hampir berujung pada perang saudara.  

Rangers merupakan penguasa Liga Skotlandia pada kurun waktu 1990-2000, sedangkan Celtic mulai menunjukkan tajinya, pada tahun 2000-skrg, terutama pasca direkrutnya striker Henrik Larssonn.

1 comment:

  1. kamal, 13. September 2007, 3:46

    bos ko ga ada partai impian Persija VS Persib, bagi gwe itu pertandingan paling heboh tuh, hehe Bravo persija…!!!

     

Write a comment: