Liga Inggris Dan Kita

Banyak nada protes dilayangkan masyarakat pecinta bola kepada ASTRO, sebagai pemegang hak siar liga Inggris, karena liga premiership sudah tidak bisa ditonton lagi secara gratis. Banyak pihak mengklaim bahwa dengan hilangnya Liga Inggris di televisi swasta nasional tanpa bayar, maka sudah merugikan masyarakat pencinta bola hingga 40 juta penonton. Padahal, setelah dibeli oleh ASTRO, pemirsanya hanya 85 ribu langganan dikali dengan 5 orang pemirsa menjadi sekitar 500 ribu. Sebuah angka yang jauh sekali. Kerugian lainnya, menurut ketua PSSI dalam acara Open House News Dot Com di Metro TV, dengan hilangnya Liga Inggris, maka pesebakbola nasional maupun internasional yang berkiprah di Liga Djarum Indonesia, akan kehilangan kesempatan untuk mempelajari gaya permainan klub-klub Inggris yang cukup baik.

Namun, kalau boleh dicermati lebih jauh, Liga Inggris dibuat menjadi eksklusif, sebetulnya ada baiknya juga. kenapa?

Ini keuntungannya:

  1. Liga Indonesia jadi bisa lebih diperhatikan oleh pemirsa nasional. Selama ini, Liga Indonesia masih kurang peminatnya. Padahal, jika kita saksikan, liga Indonesia tidak kalah serunya dengan liga di Eropa itu. Asalkan kita mau sedikit bersabar.
  2. Masyarakat Indonesia sudah terlalu sering dimanjakan. Dengan begini, sifat malas akan selalu mengakar dan tidak pernah lepas. Ini artinya, dengan dibuat Liga Inggris menjadi eksklusif, sudah seharusnya masyarakat Indonesia mulai rajin bekerja dan mengumpulkan uang secukupnya supaya bisa berlangganan televisi kabel. Tidak hanya cari gratisan melulu.
  3. Kalau keuntungan ini memang agak nyeleneh. Dengan dibikin eksklusif, sebetulnya siaran liga Inggris bisa jadi lahan bisnis. Dengan bermodalkan tv recorder, kita bisa merekam pertandingan-pertandingan menarik dan menjualnya ke masyarakat. Memang ini ilegal. Tapi ini khan Indonesia. Cing cay laaah…
  4. Membuka usaha warung kopi berlabel “Tersedia ASTRO”. Hmmm… Bisnis yang menguntungkan bukan?

Artinya, dibalik kerugian selalu ada keuntungan. Berpikir positif bisa membawa berkah. Jadi, seharusnya kita jangan langsung menghakimi bahwa ASTRO adalah biang kerok. Kita lihat dulu sisi baiknya. Kalau memang tidak ada sisi baiknya, dan 100% merugikan, silahkan ramai-ramai buka mulut.

1 comment:

  1. Andy Gultom, 10. September 2007, 6:40

    sekedar tambahan, kerjasama Astro dengan Liga Premier Inggris berlangsung selama 3 tahun. Artinya….wah kudu siapin dana langganan selam 36 bulan X 200 rb….hmmm 7,2 juta perak bo…hehehhehhehehe

     

Write a comment: