Matrix Si Bengal

Siapa yang tidak ingat dengan Matrix alias Marco Materazzi, biang kerok final Piala Dunia 2006 yang berhasil ditanduk dengan sukses oleh legenda bola dunia, Zinadine Zidane?

Marco MaterazziBelum lama ini, Matrix meluncurkan buku biografinya. Disitu dia bercerita juga kisah aksi tandukan bang Zidane. Dia mengakui bahwa dia mengeluarkan kata-kata kasar.

Saat mengetahui hal ini, mungkin kita langsung berpikir, “Wah, beneran tuh orang. Kurang ajar. Minta diberi.”

Tapi tunggu dulu. Mari berpikir positif sebentar.

Ketika bermain bola, sebagian dari kita pasti sering sekali emosi. Kadang kala keinginan untuk memukul lawan sangat besar. Apalagi jika pertandingannya diselesaikan dengan taruhan. Oh, emosi sangat meningkat cepat ketika ada seseorang yang mengucapkan kata-kata tidak mengenakan. Begitu juga sebaliknya. Saya juga suka melontarkan kata-kata menyebalkan ke pihak lawan. Nah, jika kita sendiri tahu proses memberi dan menerima kata-kata kasar dilapangan, sudah seharusnya kita bisa mengontrol “permainan” itu.

Jadi, jika saya jadi hakim di pengadilan sepak bola, Saya tidak akan menjatuhkan sanksi yang berat untuk Matrix. Karena hal ini memang lumrah. Hanya saja, jika ingin menyelesaikan secara pribadi, lakukan diluar lapangan.

12 comments:

  1. Hedi, 12. September 2007, 18:35

    Matrix memang bengal, tapi dia jantan karena berani mengakui apa yg dia buat. Saya pingin banyak pemain liga indonesia juga seperti dia, berani berbuat-berani bertanggung jawab. Jangan lempar batu sembunyi tangan :D

     
  2. Adi Wirasta, 13. September 2007, 2:32

    Saya juga berharap demikian. Menonton sepak bola di Liga Indonesia seperti 1/4 menonton olahraga karate. Sering ada kaki dan tangan yang tiba-tiba saja nyasar ke arah lawan tepat kebagian-bagian vital. Menyeramkan.

     
  3. fulong, 13. September 2007, 4:43

    Kok ngakunya baru sekarang???nggak dari dulu2 waktu ada pemeriksaan. Itu membuktikan kalau materazzi memang “Pengecut” nggak jantan ngakui kesalahannya. Dulu waktu diperiksa dia bilang nggak ngata2in zidane (kali dia takut nggak boleh maen bola lagi kalau ngaku), tapi giliran sekarang zidane dah adem ayem, semua orang dah adem ayem dianya ngaku (orang macam apa tuh!! dasar pengecut)
    Dah gitu aja, yang jelas materazzi memang seorang yang bengal sekaligus pengecut

     
  4. Adi Wirasta, 13. September 2007, 5:08

    @fulong:
    Good point bro. Sorry, saya baru sadar setelah anda bilang barusan. Bener, rasanya Matrix pengecut. Tapi perlu diingat juga. Saat itu ada ancaman, jika terbukti Matrix mengakui perbuatannya, piala dunia bisa pindah ke tangan Perancis. Nah, kalau sudah begitu, negara mana yang mau?

     
  5. Andy N. Gultom, 13. September 2007, 7:13

    Saya bukan pecinta Italia, dan juga bukan pecinta Perancis…

    secara obyektif saya berpendapat :
    bahwa “mengeluarkan kata-kata apa saja di dalam pertandingan olahraga ” adalah sah dan hak asasi. Sebagai contoh, dalam pertandingan basket, trash talk adalah hal yang umum, bahkan mungkin jauh lebih kasar daripada kata-kata Materazzi kepada Zidane….

    Point pentingnya adalah, jika saya seorang atlet yang menghadapi pertandingan besar seperti Piala Dunia, saya akan sangat fokus ke pertandingan itu sendiri, dan tidak peduli terhadap kata-kata org lain terhadap saya dalam pertandingan itu.

    I wont sacrifice a thrash talk to ruin my gameplay in order to get a World Cup trophy…..

     
  6. Gibbon Tamba, 14. September 2007, 5:18

    Yes,

    Gw setuju dengan Om Gultom. Fokus lebih tajam dari pisau. Jadi lebih baik fokus pada pertandingan dari pada menghancurkan pertandingan dengan tindakan yang membuat tim menjadi kacau balau.

     
  7. Andy Gultom, 14. September 2007, 6:39

    mas gibbon, salam kenal…maniak bola juga sepertinya ?? hehheheh…..anyway saya dulu pernah punya teman kuliah namanya ferdinand tamba…kenal ga mas :)

     
  8. Gibbon Tamba, 15. September 2007, 11:28

    Hola …

    Ferdinand Tamba? Nggak ada bro… Btw, nggak enak ah..manggil mas padahal sama-sama orang batak.. Hahaha… Bgm, kalau kita mar-LAE … MANTAP kan!

    Salam kenal.

     
  9. hening, 15. September 2007, 18:41

    Adopsi peraturan di Liga Inggris…
    Sepak bola itu olahraga…Sport…. jadi harus sportif..

    Permainan yang bersih.. harus diutamakan..
    Psi-war boleh., hanya saja tidak boleh mengeluarkan kata2 yang menyerang ras, agama, dan keluarga…

    Psi-war boleh dilakukan hanya dengan kontak phisik.

    Gimana Oom Hedi & Oom Gultom … bener gak??

    Hidup Liga Indonesia… Saya senang nonton Liga Indonesia karena bayar tiket 1 nonton 2 olahraga (bola dan taekwondo)

     
  10. Hedi, 17. September 2007, 2:50

    Di bidang apa aja, ada yg namanya trik, ada yang bagus ada yang jelek. Di bola sama aja, kebetulan Matrix pake yg jelek dan kebetulan juga Zidane terpancing.

    Kasus kaya gini ada yang baru, kemarin Dragutinovic (pasti) melecehkan Scolari, sampek pelatih Portugal itu berani mukul. Dalam kondisi normal, Scolari bukan pelatih kampungan lho :D

     
  11. Andy N. Gultom, 17. September 2007, 3:26

    Scolari memang bukan pelatih kampungan…tetapi harusnya tetap tidak dibenarkan atas tindakan pemukulannya…Seharusnya Scolari tahu latar belakang Dragutinovic

    Dragutinovic adalah pemain Serbia, Serbia spt sudah kita ketahui adalah negara dgn banyak etnis, dulunya Yugoslavia, skrg terpecah-pecah mjd Kroasia, Serbia, Bosnia-Herzegovina dan Montenegro. Di sana ledek-ledekan dan hinaan antar ras, warna kulit, agama dan apapun sudah jadi barang halal, karena terlalu sering diucapkan…..

    Mungkin ini yang menyebabkan Scolari naik pitam ( only god knows..) lagipula pemain Serbia banyak yg spt itu ko, contohnya dulu Sinisa Mihajlovic, yang menghina Patrick Vieira sebagai monyet hitam…..Toh pada akhirnya mereka berdua bermain bersama di Inter Milan, dan tidak ada masalah tuh……

     
  12. keane, 18. September 2007, 6:15

    Kayaknya masalah matrix jadi berkembang kmana2 nih……..he3x….udah ah yang lain aja…..cuma memang saya pendukung olahraga yang sportif ….. menang tidak harus menghalalkan semua cara……

     

Write a comment: