Haruskah Nurdin Halid Berhenti Dari Ketua PSSI?

Kompas memberitakan bahwa Nurdin Halid divonis Mahkama Agung penjara dua tahun, plus denda Rp 30 juta subsider enam bulan kurungan. Nurdin yang saat ini menghilang juga diimbau agar segera menyerahkan diri.

Ditambah lagi, menurut Koordinator Indonesian Sport Watch (ISW) Lilianto Apriadi dan pengamat sepak bola Tondo Widodo, yang disampaikan kepada Kompas, Sabtu (15/9). “Pertama-tama, Nurdin harus menyerahkan diri kepada aparat hukum. Itu sebagai teladan bahwa sebagai pemimpin induk organisasi olahraga, Nurdin berperilaku sportif,” kata Lilianto.

Yang kedua, Nurdin harus meletakkan jabatan dan PSSI segera menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub) untuk mencari ketua umum baru. “Tidak mungkin lagi PSSI terus-terusan mengandalkan pemimpin yang bolak-balik masuk penjara. Apalagi setelah ini Nurdin masih menunggu proses hukum dalam kasus perniagaan cengkeh. Jadi, ini saat tepat bagi PSSI untuk mencari ketua baru,” kata Lili.

Dengan kejadian ini, pastinya masyarakat penggemar sepakbola Indonesia menyayangkan kondisi Nurdin harus berhenti dari ketua PSSI. Ketika performa Sepakbola tim Nasional mulai menanjak dengan luar biasa mengalahkan Barhain di piala Asia kemarin, kondisi organisasi malah berubah jadi carut marut. Padahal, Nurdin memiliki ambisi yang cukup besar dengan sepakbola Indonesia seperti yang dikatakan pada majalah Bolavaganza edisi April 2007, “Ambisi saya adalah membuat sepakbola Indonesia sebagai sebuah industri. Pasalnya, mayoritas rakyat di Tanah Air menggemari olahraga si kulit bundar ini. Sepakbola bisa jadi sarana untuk menyediakan lapangan pekerjaan serta meningkatkan kesejahteraan rakyat. Selain itu, saya berambisi tim nasional Indonesia dapat tampil di putaran final Piala Dunia 2018 nanti.”

Dengan ambisi yang cukup besar didukung dengan membaiknya performa Timnas Indonesia, haruskah Nurdin Halid berhenti dari ketua PSSI? Nurdin tetaplah manusia biasa. Ia hanyalah suami dari Hj. A. Nurbani serta ayah dari tujuh orang anak. Dalam kesehariannya, Nurdin merupakan sosok sederhana sekaligus figur ideal bagi keluarganya.
***
Referensi:
- Majalah Cetak BOLAVAGANZA April 2007
- Kompas.com

5 comments:

  1. Harry, 18. September 2007, 10:06

    orangnya sudah di-bui Mas.. jadi kayaknya udah jelas mesti gimananya ;)
    cuma kok enak ya jadi koruptor di Indonesia, gelapin duit 150 Milyar, eh kena denda cuma 30 juta, terus mesti nginap di hotel prodeo cuma 2 tahun. makanya jadi banyak orang yg milih korupsi.

     
  2. Adi Wirasta, 18. September 2007, 10:31

    Betul pak Harry.
    Saya sebetulnya juga ga suka dengan beliau. Tapi mengingat peranan beliau terhadap timnas kita yang luar biasa itu, tidak ada salahnya kita mengangkat topi untuk Nurdin Halid.

    Selamat datang. Dan Mohon sarannya pak Harry untuk blog ini.

     
  3. Hedi, 19. September 2007, 9:19

    Di AD/ART PSSI ada aslah satu klausul “ketua umum tidak harus diganti ketika berhalangan tetap”. Inilah hebatnya Nurdin. Top markotop deh, walaupun itu dalam bentuk diving.

     
  4. Adi Wirasta, 19. September 2007, 10:35

    @Hedi:
    Thanks info tambahannya ^_^

    Jadi enaknya Nurdin Halid disebut apa yah?

     
  5.  

    […] dari post “Haruskah Nurdin Halid Berhenti Dari Ketua PSSI?” […]

     

Write a comment: