Gerard Ambassa Guy, “Catch Me If You Can”
Bagaimana rasanya ditipu oleh seseorang? Dan bagaimana jika seseorang yang menipu kita itu bisa kabur keluar negeri sehingga tidak bisa ditangkap polisi padahal paspornya sedang ditahan? Kesal? Geram? Begitulah perasaan yang dialami salah satu klub sepakbola Indonesia yang sudah tidak lagi mengandalkan dana dari APBD yaitu Arema Malang. Berikut kutipan berita dari situs Arema Malang:
Gerard Ambassa Guy, tampaknya benar-benar sosok pemain sepakbola cerdik dan pandai, plus licik. Betapa tidak, meski Paspor Hong Kongnya ditahan Arema, dia masih bisa meninggalkan Indonesia. Bukan itu saja, Ambassa meninggalkan Indonesia dengan mengantongi uang ratusan juta rupiah dari Arema. Padahal uang itu adalah tanda ikatan kerja antara dia dengan Arema.
Pertanyaan yang muncul kemudian, bagaimana cara Ambassa meninggalkan Indonesia dan kembali ke Hong Kong?
Kepala Kantor Imigrasi Malang, Dahlan Pasaribu menyebut, Ambassa tidak mungkin dapat keluar Indonesia tanpa menggunakan paspor. Termasuk kecil kemungkinan Ambassa menggunakan paspor lain, sekalipun dia memiliki dua kewarganegaraan, Hong Kong dan Kamerun.
Sebab sesuai aturan, sebelum mendapat naturalisasi dari negara lain, pihak bersangkutan harus menyerahkan paspor negara asalnya (Kamerun) ke kedutaaan negara barunya di Hong Kong.
“Sangat kecil kemungkinannya Ambassa keluar Indonesia dengan paspor lain (paspor Kamerun, Red.) meski tetap atas nama dirinya. Sebab namanya terdaftar di imigrasi Indonesia dengan data paspor yang digunakannya masuk ke Indonesia. Mungkin Ambassa punya cara lain untuk bisa meninggalkan Indonesia,” ujar Dahlan, saat dihubungi Malang Post, siang kemarin.
Bisa jadi, kata Dahlan, Ambassa keluar Indonesia dengan berbekal laporan palsu ke imigrasi di Jakarta. Misal, Ambassa mengaku kehilangan paspor yang dia gunakan untuk masuk Indonesia. Kalau pun demikian, Ambassa harus lebih dulu lapor pihak kepolisian untuk mendapat surat kehilangan.
Disamping itu, dia juga harus menyertakan surat pendukung permohonan izin tersebut, dari Arema. Karena jika melihat keperluan Ambassa tinggal di Indonesia yang tercantum pada KITAS-nya, adalah untuk bermain di Arema.
“Tidak gampang mendapatkan izin keluar Indonesia kalau pihak bersangkutan tidak menyertakan paspor yang digunakannya masuk Indonesia. Bisa jadi, Ambassa memberi keterangan palsu ke imigrasi dan kepolisian di Jakarta dengan mengaku paspornya hilang,” ujar Dahlan.
***
Yang pasti, kami dari tim Bolanova turut mendukung sikap tegas Arema yang merasa sudah ditipu Gerard Ambassa Guy. Termasuk upaya manajemen Singo Edan yang bakal bertanya ke imigrasi bagaimana caranya Ambassa bisa keluar dari Indonesia. Dan kami berharap, kisah sedih ini tidak terulang lagi dalam dunia sepakbola nasional yang sedang berupaya bangkit dari keterpurukan.


