Seandainya Persib Dijual

Berita tentang penjualan PERSIB memang tidak ada habisnya untuk diulas. Walaupun Persib memang tidak jadi dijual, ada baiknya kita mendengar pendapat pengelola situs GO-PERSIB.COM seandainya PERSIB dijual:

Ibarat sebuah brand, PERSIB sudah bisa disejajarkan dengan Nike, upss tentunya kita berbicara dalam skala daerah. Sebagai contoh, NIKE, yang kerap dirundung permasalahan internalnya (seperti pelanggaran etis ketenaga kerjaan), diboikot oleh para aktifis LSM, tetap saja branding NIKE bertengger dihati para penggemar. Sama halnya dengan PERSIB, didera persoalan intern, prestasi yang merosot ataupun kelakuan sebagain bobotoh yang negatif, TETAP saja brand PERSIB dihati penggemar selalu tinggi. Artinya, apapun yang terjadi, jelek-bagusnya keduanya dicari dan diminati. Kalau memang sudah menjelma menjadi sebuah icon atau brand yang diminati, adakah pengusaha yang berminat mengambilnya atau bergabung didalamnya ?

Secara kasat mata, PERSIB memang punya nilai jual, tetapi masih perlu dikaji lebih dalam secara akurat dari segi profit dan market valuenya. Di dunia bisnis kita banyak mendengar istilah merger dan akuisisi. Kedua opsi ini banyak dipakai sebagai jalan keluar perusahaan untuk tetap eksis, sebagai strategi jangka panjang ataupun ekspansi pasar. Bisa jadi opsi ini menjadi jalan keluar bagi PERSIB yang kerap didera isu permasalahan dana. Merger ataupun akuisi ditubuh PERSIB tentu memiliki dampak yang sangat besar, KHUSUSNYA bagi para pejabat daerah yang selama ini ikut nimbrung dalam sepak terjang PERSIB. Ruang gerak mereka akan semakin terbatas dan segala sesuatunya menjadi transparan.

Saya pribadi lebih condong PERSIB tetap menjadi aset daerah, tetapi dikelola secara professional, sehingga merger yang berlaku disini lebih berupa pada ; Pemkot sebagai pemegang saham dan bersama para pengurus PERSIB yang nota bene professional menggalang dana untuk kelangsungan PERSIB. Merger ditubuh PERSIB lebih berbentuk pada kerjasama di bidang managerial. Operatioanl mutlak dikelola para profesional. Tentunya setelah mencapai break even point management PERSIB wajib memberikan setoran keuntungan pada Pemkot. Jadi uang yang digelontorkan untuk mendanai PERSIB pada akhirnya kembali ke kas daerah dan menjadi aset daerah. Walaupun tentu akan lama return of investmennya, tapi bisa jadi langkah ini lebih menguntungkan dan mendidik semua pihak. Pertanyaannya maukan para pengurus sekarang menerima sistem ini ?

Bagi bobotoh, mungkin siapun pemilik dan pengurus PERSIB tak jadi masalah, asalkan serius, cinta dan berniat membawa PERSIB ke pentas nasional apalagi international. Dukungan berupa materi, doa dan militansi akan selalu ada buat PERSIB dari generasi satu ke generasi lainnya. ITU GARANSI..BUKAN JANJI.

No comments yet.

Write a comment: