Manchester United vs AS Roma
Totti sempat berkata bahwa ia akan mengubur Manchester United dengan skor 7-0, sebagai upaya balas dendamnya pada Liga Champions musim kemarin. Tapi setelah ditunggu-tunggu, sang pangeran tidak bisa berkutik karena dijaga ketat oleh barisan belakang MU. Sebetulnya, pertandingan MU vs Roma cukup membosankan. Tidak ada variasi serangan yang enak untuk dilihat. Terutama oleh MU. Mungkin semenjak kehilangan Roy Keane, pertarungan di lini tengah jadi kurang greget.
Mengawali pertandingan dengan menerapkan umpan dari kaki ke kaki, MU mengambil inisiatif terlebih dahulu. Peluang bersih MU di babak pertama diperoleh menit ke-33. Menerima umpan silang Luis Nani dari sektor kiri, tendangan volley Rooney yang berdiri bebas masih melambung di atas gawang.
Roma yang mulai bisa meladeni permainan MU di pertengahan 45 menit pertama mengancam melalui percobaan tendangan jarak jauh yang didominasi sang kapten Totti. Setelah tampil hati-hati di babak pertama, pertandngan babak kedua berjalan lebih atraktif. Percobaan dari Alberto Aquliani dan Rooney belum membuahkan hasil. Nani, lewat tendangan chip-nya hanya membentur tiang gawang di awal babak kedua.
Belum mampu membuka skor, manajer MU, Sir Alex Ferguson memasukkan Carlos Tevez menggantikan Louis Saha. Hadirnya Tevez membuat serangan The Red Devils lebih variatif. Keteledoran lini pertahanan Roma dalam menjaga pergerakan Rooney dibayar mahal. Menerima sodoran Nani, tendangan kejut Rooney ke tiang jauh mengoyak gawang tanpa mampu dihalau kiper Gianluca Curci setelah membentur tiang gawang bagian dalam.
***
Referensi: Liputan Bola.


