Salary Cap
Salary Cap bukanlah topi ajaib yang menghasilkan gaji. Bagi yang maniak olahraga dunia, khususnya bola basket, mungkin pernah mendengar atau bahkan mengetahui istilah tersebut. Salary Cap merupakan batasan atas gaji maksimal yang harus dipatuhi oleh suatu klub olahraga terhadap pemain yang dikontraknya. Salary Cap pada saat ini diterapkan oleh NBA (National Basketball Association), dan harus dipatuhi oleh klub-klub yang bernaung di bawahnya.
Ilustrasinya :
NBA menerapkan maksimum $ 40 juta bagi klub sebagai batas maksimal pengeluaran gaji untuk pemainnya. LA Lakers (klub NBA) pada musim ini memiliki $ 60 juta pada slot gaji pemainnya. Hal ini boleh saja dilakukan, asalkan LA Lakers bersedia membayar 50% dari kelebihan atas Salary Cap-nya kepada NBA. Berarti LA Lakers harus membayar sejumlah $ 10 juta kepada NBA, atas pelampuan batas Salary Cap-nya.
Mengapa BOLANOVA menelaah tentang Salary Cap ? Jawabannya untuk meningkatkan pemerataan persaingan sepakbola, dan untuk membuat industri sepakbola tidak menjadi overpriced. Kita semua sebagai penikmat olahraga satu ini, sudah mafhum akan tingginya gaji-gaji pemain bola internasional. Sepertinya wajar, melihat perkembangan globalisasi, yang membuat siaran TV dan media lainnya, serta iklan, yang akhirnya membayar lebih mahal kepada klub untuk membeli hak siar pertandingannya. Akibatnya pemasukan klub bertambah, dan dapat digunakan untuk membayar gaji pemain yang juga semakin meningkat.
Apakah hal ini baik ? Menurut BOLANOVA ada cara lain yang kami anggap lebih bijak dan manusiawi. Dengan menetapkan salary cap pada industri sepakbola, sepakbola dapat berkembang secara lebih baik dan merata di seluruh dunia.
Bagaimana caranya ? Ambil contoh, pemasukan klub naik, klub dapat melakukan subsidi silang slot gaji pemain yang seharusnya naik, ke dalam slot tiket stadion. Hal ini penting, terutama untuk mengatasi kenaikan harga tiket, yang sering mengecewakan penggemar fanatik klub tersebut. Atau kelebihan pemasukan klub, dapat digunakan untuk investasi ke youth squad maupun pembinaan pemain mudanya. Terakhir, kelebihan pemasukan klub, dapat diinvestasikan ke negara dunia ketiga seperti Asia dan Afrika, dalam rangka kerjasama klub dengan negara bersangkutan mengenai pembibitan bintang-bintang baru.
Usulan yang menarik, atau tidak ? Bagaimana menurut anda ?



kayanya peningkatan stadion lebih penting, ketimbang investasi ke negara dunia ke 3, soale stadion manfaatnya lebih cepat terasa. Harga karcis tidak mahal, fans banyak yang loyal. Nah, kalo investasi youth squad di negara dunia ke 3, pengawasannya bagaimana?
kalo saya lebih setuju buat investasi youth squad di negara dimana klub itu berada dan semacam beasiswa buat pemain2 muda berbakat dari negara2 di dunia ke3, jadi mereka dibina langsung oleh klub2 tersebut…….menarik kan….
for #gemblung :
utk kasus seperti klub chelsea, ketika hrgnya dinaikkan, banyak fans fanatik chelsea yang tidak sanggup lg membeli karcis terusan…padahal suporter di inggris biasanya turun temurun, sehingga mereka merasa dirugikan dengan naiknya hrg karcis
pengawasan utk youth squad sebenarnya tidak terlalu sulit. ambil contoh bikin saja SSB Chelsea di Jakarta, dengan pelatih2 lokal dan direktur teknik dari Inggris, tentunya pelatih lokal telah dibekali dengan metode kepelatihan di luar negeri. Intinya staf lokal, ilmu tetap internasional..
for #keane :
saya pun setuju dgn pembinaan di negara dunia ketiga, krn kemajuan sepakbola akan semakin merata,menimbulkan semangat nasionalisme setiap negara dan akhirnya peningkatan kualitas ekonomi negara yg bersangkutan
Ndy!! seru bener yaa review ttg bolanya, mantap2! hehe..paling enak tuh ya nonton atau ngomongin bola sambil minum ice hazelnut latte ya Ndy, di Anomali Coffee tentunya, hehehehe..
Eh Ndy, gw kalo mau post2 gitu yg lo bilang waktu itu gimana caranya?? hehe, maaf yee..kalo yang internet2 dunia maya gini rada ribet gw! hahahaha..maklum tukang kopi doang kitee…
Sedikit comment ttg salary ya Ndy, si ronaldo (MU) itu kan baru 21 ato 22 gitu ya? n gajinya udah 120.000 euro aja dulu seminggu (2,1 milyar/week) nah pertanyaan gw, gimana kalo ntar dia udah makin lincah, mateng, ganteng, ngejual, mau digaji berapa coba??? emang salah jurusan gw pas kuliah nih, tau gitu kan kite nendang2 bola terus dari dulu! hehehehehe..
i’ll see ya around yee..
Investasi Youth Squad saya rasa terlalu optimis, jauh lebih memungkinkan untuk para scout langsung merekrut mereka yang berbakat di pertandingan U-17 tingkat dunia daripada harus menghabiskan uang dinegara yang mereka tidak tahu kualitasnya.
@ aria rajasa :
selamat datang di bolanova, salam kenal…..investasi dgn langsung mengambil pemain muda dlm pertandingan U-17 tingkat dunia, memang cukup efektif dan efisien, namun klub2 dunia skrg, juga sudah berpikir lebih global, mereka tdk hanya ingin meraih gelar juara, namun juga membuat image branding yg kuat, itu sebabnya mereka mulai merambah negara dunia ke tiga.
Ambil contoh Real Madrid, yang sedang membuat akademi sepakbola di Indonesia. Ibaratnya sambil menyelam minum air, sembari mencari bibit muda, juga utk membuat nama mereka lebih populer di Indonesia dan di asia. Biayanya memang tdk murah, namun seperti an old idiom, u have to spend money, to make money…..
Ada salary cap jenis lain yang sudah diterapkan oleh klub di eropa. contohnya Lazio. walaupun alasannya karena kekurangan dana, tetapi penerapan gaji maksimal 750 rb euro menjadikan timnya lebih padu karena gap gaji pemain menjadi lebih kecil. Sementara kabarnya lazio sedang bersiap2 hengkang dari olimpico ke stadion sendiri.
Kalau saya boleh usul tidak hanya salary cap yang diterapkan tapi juga pembatasan “player transfer cap”, agar klub kaya lebih menginvestasikan menumbuhkan bakat, bukan membeli bakat.
@ harya bimo :
anda betul, lazio pasca jatuhnya rezim Sergio Cragnotii, adalah lazio yg super hemat. Tidak ada lagi jor-joran transfer, yang dulu terjadi dan hampir berujung kepada kebangkrutan finansial
player transfer cap adalah sebuah usulan yg brilian, tp sepertinya sulit utk diterapkan mas harya….para shareholder klub2 besar, pasti tidak suka diintervensi soal limit harga dalam membeli pemain, bahkan klo perlu, mereka mau beli semuanya…hehehhehe
[…] Sebagai pelengkap penyempurnaan American Style Revenue Sharing System, ada baiknya sesuai usulan BOLANOVA beberapa waktu yang lampau, sepakbola perlu mengakomodir Salary Cap. […]
[…] Sebagai pelengkap penyempurnaan American Style Revenue Sharing System, ada baiknya sesuai usulan BOLANOVA beberapa waktu yang lampau, sepakbola perlu mengakomodir Salary Cap. […]
[…] tidak akan pernah diperjualbelikan dengan harga $ 20-30 juta. Asasnya jelas, bahwa di USA, ada salary cap (batasan gaji), yang tidak memungkinkan sistem transfer gila-gilaan seperti di sepakbola dapat […]