Kapten Tim, Idealnya di mana ?
Roy Keane, eks gelandang “angkut air” Manchester United, dikenal sebagai pemain yang punya kharisma dan jiwa kepemimpinan yang tinggi. Atas dasar ini, semasa bermain, pemain ini ditunjuk rekan-rekannya sebagai kapten tim.
John Terry, lain lagi. Pemain asli binaan youth academy Chelsea ini dikenal punya wibawa terhadap rekan-rekannya. Fisiknya yang tinggi dan besar, plus semangat juangnya, membuat dirinya tampak lebih spesial, dibandingkan kompatriotnya.
Kedua pemain di atas, meskipun berbeda era, adalah kapten di timnya masing-masing. Masih banyak lagi contoh-contoh lain. Akan tetapi berdasarkan pengamatan, posisi kapten suatu tim sepakbola, biasanya lebih banyak dijabat oleh bek dan gelandang. Memang ada, kiper ataupun striker yang memegang ban kapten, namun jumlahnya relatif sedikit.
Di luar keterkaitan antara sifat dan karakter seseorang terhadap pemilihan seorang kapten. BOLANOVA mencoba memberikan gambaran, apakah ada sebenarnya posisi lapangan yang paling ideal untuk seorang kapten tim?
Posisi Striker merupakan posisi “harapan” semua pemain bola, pada umumnya. Tolok ukurnya jelas, paling gampang disorot, standar gaji paling tinggi, dan terkenal tentunya. Wajar, semua mata memandang, karena mereka bertanggung jawab untuk mencetak gol. Apa jadinya jika mereka yang seharusnya berfungsi untuk mencetak gol, malah mendapat tugas ekstra untuk memimpin tim dengan perintah dan wawasannya di lapangan? Hasilnya : Kurang lancar. Anda bisa melihat kasus Thierry Henry, yang tampak canggung menjadi kapten di Arsenal.
Gelandang merupakan jantung dari permainan sepakbola. Serangan dan pertahanan, selalu dimulai dari lini tengah. Mungkin inilah sebabnya, banyak gelandang dijadikan sebagai kapten, karena mereka dianggap benar-benar fasih atas permainan di lapangan.
Tetapi tahukah anda, bahwa gelandang merupakan posisi yang paling melelahkan di lapangan? Dalam 1 pertandingan, area yang di-cover oleh seorang gelandang dapat mencapai 10-15 km. Sangat melelahkan, bagaimana mereka membagi fokusnya antara bertanggung jawab terhadap pasokan bola, dengan ban kapten di lapangan ?
Kiper merupakan posisi paling spesifik dalam suatu tim sepakbola. Menjaga gawang dari kebobolan merupakan tugas utamanya. Menjadi kapten tim ? Bisa, namun tidak efektif. Bagaimana bisa, jika melakukan pengamatan lapangan dari jarak jauh, dan mengomando rekan-rekannya di depan dan di tengah, pastilah terdapat banyak handicap dan missing link.
Bek bertugas menghadang serangan lawan. Di kala timnya menyerang, bek terkadang mengamati, dan melakukan antisipasi posisi. Dengan peranannya tersebut, bek sebenarnya memiliki waktu yang cukup ideal untuk membagi tugasnya sebagai leader dan sebagai pemain bertahan. Dibandingkan posisi pemain lain, bek tampaknya paling ideal sebagai kapten tim sepakbola.
Kami yakin, ada yang tidak sependapat dengan tulisan dalam artikel ini. Tetapi justru di situlah kenikmatan dari permainan sepakbola. Bahwa bola itu bundar. Bahwa di dalam sebuah kepastian, selalu ada ketidakpastian. Lebih daripada itu, sepakbola merupakan topik yang selalu menarik untuk diperbincangkan bersama-sama.



[…] Bolanova pernah mengeluarkan teori idealnya seorang kapten tim. Jika disimak bila seorang gelandang harus menjadi kapten tim, otomatis dia harus mengeluarkan […]