Guiseppe Rossi, di persimpangan jalan…
Jika anda baru berumur 20 tahun, dan sudah memiliki curriculum vitae, bermain untuk 3 klub besar di Eropa. Pastilah anda seorang yang spesial. Mungkin inilah yang dapat direpresentasikan mengenai seorang Guiseppe Rossi.
Rossi muda, terlahir sebagai seorang Italia-Amerika, besar dan tumbuh di New Jersey, USA. Pengalamannya bermain sepakbola, dimulai dari youth academy Parma (Italia), sebelum bertolak ke Manchester United dan Newcastle United.
Sungguh sayang, bakat besarnya tersia-siakan di dua klub Inggris tersebut, dalam tempo 3 tahun, Rossi “hanya” diberikan kesempatan merumput dalam 16 pertandingan, itupun tidak penuh sebagai starter, terkadang hanya sebagai pemain pengganti saja.
Hal ini membuatnya kembali ke Parma, pada musim kompetisi lalu. Jasa besarnya langsung terlihat, ketika “menyelamatkan” Parma dari degradasi, lewat torehan 9 gol dari 19 pertandingan yang diikutinya.
Aksi-aksinya sangat memukau, dengan step over dan gerakan kaki menari-nari, di sela-sela pertahanan lawan, dapat kita lihat di situs YouTube (Video Guiseppe Rossi). Rossi sebenarnya memiliki talenta sedahsyat emas, asalkan diberikan kepercayaan dan posisi yang disukainya, yaitu second striker.
Kenyang pengalaman di Azzurini (U-16, U-17, U-18, dan U-21 Italia), tidak membuat Giuseppe Rossi memperoleh tempat yang mudah di timnas Italia senior. Prestasinya musim ini, yang sangat impresif di Villareal, dengan mencetak 5 gol, dari 7 pertandingan. Dan membawa timnya ke urutan ke 3 klasemen sementara, tidak cukup menarik perhatian allenatore Roberto Donadoni, untuk memasukkan namanya ke dalam squad, dalam menghadapi kualifikasi lanjutan Piala Eropa 2008.
Sesulit namanya, yang terkadang dieja Giuseppe ataupun Guiseppe, Rossi sedang berada di persimpangan jalan. Godaan untuk membela timnas USA, yang sedari dulu terus menerpanya, diperbandingkan dengan timnas Italia, yang selalu menjadi prioritasnya.
Rossi muda mungkin berpikir, masuk timnas USA, lebih realistis, dibandingkan masuk timnas Italia, yang dihuni segudang pemain berkelas. Akan tetapi, seperti seluruh imigran Italia lainnya di perantauan, jauh di lubuk hatinya, Rossi “lebih merasa” sebagai seorang Italia, daripada seorang Amerika.
Source : www.datasport.it (Photo)



emang kasian juga si rossi ini… padahal dulu saya mikir kalo dia bakal jadi pelapis yg bagus buat rooney tapi kok malah di buang… yah mungkin fergi punya rencana lain….
padahal rossi punya hampir semua syarat untuk jadi second striker ideal versi saya…
unggul dalam kecepatan,skill tinggi, drible bagus, finishing bagus, muda, rajin… yang kurang dari dia cuma balance dan pengalaman bertanding di pentas yang lebih tinggi….
sekarang di vilareal pasti bakal lebih terasah si rossi ini dan 2-3 tahun ke depan bakal jadi incaran klub2 besar (itu kalo ga terjadi hal2 yg tidak di inginkan seperti cedera atau masalah di luar lapangan)
@ seno :
saya punya keyakinan, setelah baggio, del piero, dan totti, the next second striker Italia adalah guiseppe rossi…..
kalo andy yakin dia bakal gantiin nama2 besar itu trus kenapa dia di buang klub2 raksasa padahal sekali ngeliat aja orang pasti tau kalo rossi pemain muda yg sangat potensial????
@seno :
jawabannya adalah krn sepakbola sekarang telah berubah. Sepakbola skrg lebih suka bermain secara aman, intinya bukan bagaimana memenangkan pertandingan, tetapi bagaimana bermain supaya tidak kalah
akibatnya mereka lebih suka menempatkan/merekrut gelandang pekerja. apalg di liga italia, mungkin hanya AC Milan yg lebih suka mencari gelandang2 kreatif, dibanding klub2 besar lainnya.
pemain spt rossi, tdk cukup diperlukan di italia dan inggris, justru spanyol yg membutuhkannya, saya yakin villareal hanyalah batu loncatan bagi soerang guiseppe utk menunjukkan kapabilitasnya di lapangan hijau
[…] Pellegrini musim ini juga mencuatkan Guiseppe Rossi (baca : Guiseppe Rossi, di persimpangan jalan), seorang bintang muda berbakat, yang terbuang sia-sia di Newcastle, MU dan […]
[…] Bagi kita penikmat sepakbola, menyebut atau menuliskan nama pemain mungkin mejadi sebuah hal yang sepele. Tapi dari sesuatu yang tidak terlalu diperhatikan tersebut kadang kita menemui kesalahan yang cukup mendasar. Satu contoh sederhana adalah penyebutan nama striker Villareal asal Italia, Giuseppe Rossi. Siapa sangka, pemain kelahiran Amerika Serikat itu ternyata mempunyai “nama lain” selain Giuseppe Rossi, yaitu Guiseppe Rossi. […]