5 Fakta Sepakbola Inggris

I) Menurut majalah FourFourTwo Indonesia Juli 2007, Inggris memiliki sistem pengembangan pemain muda terburuk bersama Italia dibanding Belanda, Perancis, Spanyol, Portugal dan Jerman.
- Belanda – rating 9/10
- Perancis – rating 9/10
- Spanyol – rating 8.5/10
- Portugal – rating 8/10
- Jerman – rating 7.5/10
- Italia – rating 7/10
- Inggris – rating 7/10

II) Jika merunut sejarah, kelahiran liga Inggris justru dilatarbelakangi situasi memprihatinkan yang melanda persepakbolaan Inggris. Pada 1980-an sepakbola Inggris mencapai titik yang terendah. Banyak stadion yang rusak sehingga para suporter harus menonton dengan fasilitas buruk selain juga hooliganisme begitu mengakar. Situasi buruk ini mengalami puncaknya saat klub-klub Inggris dilarang ikut serta dalam kompetisi Eropa menyusul pecahnya Tragedi Heysel pada 1985.

Lalu angin perubahan pun mulai terasa di awal 1990-an seiring prestasi gemilang Inggris di kancah Piala Dunia 1990, di mana skuad "Three Lions mencapai babak semifinal. Kondisi pun kian kondusif setelah Uni Sepakbola Eropa (UEFA) mencabut larangan buat klub-klub Inggris tampil di kompetisi Eropa pada 1990.

III) Liga Premier = angkuh. Pada 8 Juni 2006, FIFA meminta seluruh liga Eropa mengurangi jumlah klub peserta menjadi 18 sejak musim 2007/08. Namun Liga Premier tidak merespon instruksi tersebut dan tetap mengikutsertakan 20 klub di divisi Premier. Dengan 20 buah klub peserta, Liga Premier mewajibkan setiap klub bertemu dengan klub lain dua kali dalam satu musim. Sekali untuk pertandingan di kandang (home) dan sekali di kandang lawan (away) dengan total pertandingan sebanyak 38 untuk setiap tim.

IV) Begitu pengusaha Amerika George Gillet dan Tom Hicks menjadi pemilik baru Liverpool, belum lagi pembelian West Ham, sepakbola Inggris mulai diinvasi mata uang asing. Para pemilik baru ini mejanjikan masa depan cerah. Tapi itu masih harus menunggu. Satu hal yang pasti, adalah jumlah uang yang didapat para eks-presiden dan ini membuat mereka tampak seperti kucing yang kekenyangan.
o Milan Mandric – Portsmouth 27M Poundsterling
o David Moores – Liverpool 81M Poundsterling
o Terry Brown – West Ham 31, 4M Poundsterling
o Doug Ellis – Aston Villa 22,5M Poundsterling
o Ken Bates – Chelsea 17M Poundsterling
o Martin Edwards – MU 89,9M Poundsterling

V) Setelah transfer Bosman, klub-klub Inggris menerapkan imperialis bola yang menggurita di seantero dunia. PSV Eindhoven menjadi klub penyuplai Chelsea. Arsenal memiliki klub Belgia Beveren. Sedangkan, Liverpool mulai mencengkeram Antiguoko.

referensi:
- Majalah Cetak FourFourTwo Indonesia Mei 2007
- Majalah Cetak FourFourTwo Indonesia Juli 2007
- superepl.com

2 comments:

  1. seno, 24. October 2007, 13:27

    5 fakta penting plus miris yang saya ga pernah tau….
    sebagai pecinta EPL dan sepakbola inggris saya betul2 prihatin apalagi menyangkut soal pembinaan pemain muda…
    thanx mas adi…

     
  2. Incest. (Trackback), 20. October 2008, 19:27
     

    Incest….

    Incest….

     

Write a comment: