Stalemate at Ibrox Park
Hasil imbang tanpa gol, terjadi dalam duel lanjutan kualifikasi Liga Champion antara Glasgow Rangers dengan Barcelona. Meskipun demikian, hasil tersebut tidak menunjukkan prosesi game di lapangan secara keseluruhan.
Rangers menggunakan line up regularnya, sedangkan Barcelona merefresh skuadnya dengan memasukkan Iniesta dan Gudjohnsen sebagai starter. Pertandingan berlangsung cepat dan menarik.
Dimotori oleh Daniel Cousin, dan Barry Ferguson, Rangers membuka peluang, ketika sebuah free kick Ferguson, masih dapat diantisipasi oleh Victor Valdes.
Peluang terbesar Barca, mungkin terjadi pada pertengahan babak pertama, ketika tendangan bebas Ronaldinho, masih membentur mistar gawang. Free Kick ini diberikan wasit, menyusul pelanggaran yang dilakukan Hatton terhadap Dinho sendiri.
Di babak kedua, Rangers mengorganisasi timnya dengan lebih baik. Daniel Cousin, berhasil memainkan peranannya sebagai striker tunggal di lini depan. Sebuah crossing manisnya, terbuang percuma, dengan 2 pemain Rangers berada di mulut gawang, dan Victor Valdes telah out of position.
Hasil imbang ini, sepertinya layak diterima kedua klub elite tersebut. Setelah menghantam Lyon di Stade de Gerland, Rangers masih memiliki tabungan poin yang cukup untuk membawanya lolos ke fase selanjutnya. Sedangkan bagi El Barca sendiri, memperoleh 1 poin di kandang lawan, dalam sebuah pertandingan yang ketat, adalah hasil yang patut untuk disyukuri.
Hasil lainnya :
Stuttgart VS Lyon > 0-2
AS Roma VS Sporting Lisbon > 2-1
Kiev VS Manchester United > 2-4
CSKA Moskow VS Inter Milan > 1-2
Arsenal VS Slavia Prague > 7-0
Source : www.gettyimages.com (Photo)



barca kembali mendulang sial, setelah kalah di liga ternyata berimbas kepada pertarungan di liga champion meskipun dengan hasil imbang……rotasi pemain yang masih blm bs bersatu akibat bnyknya pemain menyebabkan hasil yg kurang memuaskan. sementara itu dua tim inggris yang mendulang sukses merebut 3 point kembali menarik perhatian, arsenal yang sukses di liga diteruskan dengan champion ini membuktikan bahwa kepergian henry bknlah akhir dr segalanya. satu tim lagi MU yang setelah sukses menenggelamkan Aston Villa dengan angka telak 4 - 1, kembali sukses menelan dinamo kiev 4 - 2….apakah ini pembuktian bahwa MU akan kembali berjaya mungkin blm bs dikatakan Ya….kita lihat saja nanti.
memang permainan menyerang barca udah ga “sesadis” 2 musim lalu…
awalnya pola permainan menyerang mereka efektif dan hanya ronaldinho yg menahan bola agak lama itupun irama permainan masih terjaga karena dinho juga akan memberikan umpan2 manis secara tiba2 kepada etoo atw melakukan passing2 pendek dengan xavi atw pemain tengah lainnya.
sekarang dinho udah ga punya semangat juang kayak dulu dan terkesan “malas lari” untuk menerobos barisan pertahanan lawan (ingat 2 goal dinho lawan madrid kan???).
messi juga memberikan pengaruh pada permainan barca, messi memang penyerang yg sangat hebat, dia bisa menerobos pertahanan lawan sendirian, menyiksa bek2 lawan dengan kecepatan dan dribel sempurnanya, menyiksa kiper2 lawan dengan finishing2 cantiknya. tetapi permainannya sudah mulai terbaca lawan dan mengurangi unsur kejutan dalam dribel atw solorun nya.bahkan cruyf mengatakan bahwa messi terlalu lama memainkan bola hingga melupakan unsur kolektifitas di dalam permainannya
regards….
@ the ninos :
barca tampaknya masih belum lepas dari trauma kekalahan di liga dari espanyol, rangers sebaliknya , masih meneruskan euphoria atas perolehan kemenangan derby atas celtic
arsenal dan MU meneruskan uptrend permainan menyerangnya, kita nantikan saja kualitas mental mereka sebelum memasuki fase sistem gugur LC
@ seno :
barca memang mengalami degradasi sistem permainan, dinho musim ini memang sedikit “malas” dgn kurang bnyk bergerak, namun passingnya masih cukup berbahaya. Melihatnya seperti melihat pebasket Earvin “Magic” Johnson, di masa muda magic bnyk bergerak, tetapi ketika sudah berumur, justru passing2nya yg bnyk “bicara”. Intinya asal ada kontribusi yg signifikan, peranan apapun, pasti dpt dilakukan.
yang saya tau dinho memang dari dulu sudah memiliki passing yg ciamik selain freekick dan dribel mautnya.dengan gaya permainan yg penuh kejutan dan visi yang yahud dia menjelma menjadi pemain terbaik dunia.
kalo sekarang dia hanya memiliki passing dan freekick berbahaya brarti performanya menurun donk..????
kalo dulu bek yg menjaga dinho mungkin selalu menerka2 apakah dinho mau dribel atw ngasih umpan kalo sekarang dia tinggal antisipasi dan mencoba memotong umpan dinho (konsentrasi bek tidak pecah).kalo umur sih dinho masih tergolong masih pada masa jaya (masih dibawah 30) dan memang fisiknya agak berubah(aga gendutan).
yah tapi dinho tetaplah dinho. pemain kelas dunia yg mampu menyihir siapa saja yg melihatnya.