Walcott = The Next King Henry? Terlalu dini…
Dua gol yang dilesakkan oleh Theo Walcott ke gawang Slavia Praha memang membuat
nama pemain muda Inggris tersebut kian bersinar. Beberapa media massa malah mengatakan striker Arsenal tersebut sebagai titisan Thierry Henry. Acungan jempol memang patut diberikan jika melihat dua gol yang dicetak oleh Walcott di ajang Liga Champion.
Namun dengan status sebagai pemain muda, apakah Arsene Wenger berani memainkan Walcott di setiap partai Arsenal? Di lini depan, Arsenal masih memiliki Emmanuel Adebayor yang tampil impresif musim ini. Belum lagi Robin van Persie yang telah mencetak total 7 gol bagi The Gunners musim ini.
Pekan ini Arsenal akan menghadapi Liverpool di lanjutan Premiership. Tentunya bukan partai yang mudah bagi skuad Arsene Wenger tersebut. Jika mampu menang, tentunya mereka akan tetap menduduki puncak klasemen. Namun jika kalah, Manchester United bisa saja menyalip Arsenal dan menduduki puncak klasemen.
Namun pertanyaannya adalah : Akankah Wenger kembali memasang Theo Walcott? Jika melihat penampilan Theo yang baru berusia 18 tahun, Wenger memang patut memberikan kesempatan kepadanya. Namun akankah pelatih asal Perancis tersebut mengambil resiko dan tidak memainkan Adebayor dan van Persie yang terang-terang dalam performa terbaik mereka?
Dan jika tidak dimainkan oleh Wenger, akankah Theo kecewa dan merasa gerah di bangku cadangan? Walcott sendiri tentu menyadari bahwa ia adalah salah satu permata Inggris saat ini. Jika ia kerap tidak dimainkan seperti musim lalu, bukan tidak mungkin Walcott memilih untuk hengkang dari Arsenal. Keputusan bijak tentunya harus mampu dibuat oleh Wenger setelah melihat penampilan Walcott kemarin malam. Dengan penampilan seperti itu, tentu banyak tim-tim besar yang siap memberikan tempat bagi Walcott di skuad mereka.
Kita sendiri belum benar-benar mengenal siapa Theo Walcott sebenarnya. Ingat Wayne Rooney? Tidak ada yang tahu jika striker bertubuh gempal tersebut tidak stabil emosinya kala ia memperkuat Everton dengan status pemain muda. Sampai ia dibeli oleh Manchester United, barulah orang-orang sadar bahwa stiker timnas Inggris tersebut sangat mudah terpancing emosi – walaupun belakangan ini sudah lebih membaik.
Terlalu dini rasanya jika kita menilai Walcott sebagai the next King Henry saat ini. Hanya dalam penampilan satu pertandingan, kita belum benar-benar bisa menilai siapa sebenarnya mantan striker Southampton tersebut.
Sebagai salah satu pendukung Inggris, tentunya saya sendiri berharap Theo Walcott dapat berkembang dan membawa Inggris serta Arsenal lebih maju lagi. Dengan usia yang bisa dibilang masih remaja, Theo sendiri harus bisa menjaga emosinya dan lebih sabar jika ingin bersinar di Arsenal.
“Saya percaya ia memiliki talenta - itu alasan mengapa ia berada di Arsenal. Masalahnya adalah tidak terburu-buru. Theo sangat pintar, dan tekniknya juga berkembang. Namun Anda harus bersabar,” ungkap Wenger seusai kemenangan Arsenal atas Slavia Praha.
source : www.arsenal.com, www.premierleague.com



@ stevanov :
ko saya sangsi yah, walcott bakal berkembang, seperti Henry sebab “posturnya” kurang mendukung, krn di liga inggris, fisik tampaknya masih menjadi modal utama, meskipun ada sedikit anomali pada kasus michael owen…. semoga saja walcott dapat menghancurkan mitos tersebut
ya sama sih rada2 sangsi……
cuman yah dengan penampilan kemaren bisa dibilang cukup bagus sih penampilan si walcott…. well..namun sebagai the next henry kayaknya masih jauh banget de….
yea..michael owen salah satu dari sekian ribu pemain saya rasa….
namun jgn salah..postur tubuh kecil2 itu yg sekali ngetop, ngetop banget…contoh saja romario..roberto baggio….
Setuju Mas arfan……
Menurut saya theo sangat berbakat tapi lebih bagus dimainkan jadi sayap/ second striker yang bermain lebih melebar agar kecepatan dan dribblingnya lbh efektif. Jika dibandingkan dengan go-to-guy spt King Henry kayanya memang kurang postur dan naluri gol.
Saya salut sama wenger yg sangat bijak utk “melindungi” talenta emas spt theo dari tekanan (tuntutan pers dan fans) yg berat sehingga dia bisa berkembang mungkin 2-3 thn lg hingga mencapai kematangan, toh theo sudah berada di klub yang tepat bagi pemain muda berbakat yg ingin jd bintang.
Jgn sampai spt antonio cassano yg dl dinobatkan pemain muda terbaik di italy (”the next totti”) tapi malah melempem…sekarang belum sampai usia emas sdh basi.
@Harya Bimo
yap bener…
uda tepat sih di Arsenal actually….sekarnag Arsenal banyak berkembang pemain2 mudanya…walaupun dalam hati saya tetap cinta sama chelsea….hehehehe…..
theo wajarnya sih 2-3 tahun lagi emang baru berkembang..terlalu dini di umur 18 tahun….emosinya pasti parah kalo uda tiba2 bersinar di umur segini…….
iya nie cassano dodol pisan…lagian tingkahnya itu parah sih….makanya jadi melempem gitu..belum lagi keptusannya coba maen ke real madrid….
yag begitulah pemain2 muda….banyak yg hebat tapi terlalu sombong…en pada akhirnya salah buat keputusan…..too much great player, but dumb…. :p ^^