<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.2" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: How to Make a (better) Football Competition in Indonesia&#8230;.</title>
	<link>http://bolanova.com/2007/10/26/how-to-make-a-better-football-competition-in-indonesia/</link>
	<description>BLOG SEPAKBOLA #1 DI INDONESIA</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 11:54:58 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.2</generator>

	<item>
		<title>By: How to Make a (better) Football Competition in Indonesia (Bagian 3) &#124; BOLANOVA.COM</title>
		<link>http://bolanova.com/2007/10/26/how-to-make-a-better-football-competition-in-indonesia/#comment-525</link>
		<author>How to Make a (better) Football Competition in Indonesia (Bagian 3) &#124; BOLANOVA.COM</author>
		<pubDate>Fri, 02 Nov 2007 17:22:37 +0000</pubDate>
		<guid>http://bolanova.com/2007/10/26/how-to-make-a-better-football-competition-in-indonesia/#comment-525</guid>
		<description>[...] Bagian I, klik di sini [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] Bagian I, klik di sini [&#8230;]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: How to Make a (better) Football Competition in Indonesia (Bagian 2) &#124; BOLANOVA.COM</title>
		<link>http://bolanova.com/2007/10/26/how-to-make-a-better-football-competition-in-indonesia/#comment-465</link>
		<author>How to Make a (better) Football Competition in Indonesia (Bagian 2) &#124; BOLANOVA.COM</author>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2007 03:12:16 +0000</pubDate>
		<guid>http://bolanova.com/2007/10/26/how-to-make-a-better-football-competition-in-indonesia/#comment-465</guid>
		<description>[...] Artikel sebelumnya (klik di sini) Sekilas Sejarah Sepakbola Indonesia [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] Artikel sebelumnya (klik di sini) Sekilas Sejarah Sepakbola Indonesia [&#8230;]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: zoel</title>
		<link>http://bolanova.com/2007/10/26/how-to-make-a-better-football-competition-in-indonesia/#comment-446</link>
		<author>zoel</author>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2007 03:18:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://bolanova.com/2007/10/26/how-to-make-a-better-football-competition-in-indonesia/#comment-446</guid>
		<description>menambahkan komentar bang Seno, selain faktor "budaya", yg saya sampaikan lewat comment sebelumnya, ada satu hal lagi yg perlu diperhatikan, terutama di persepakbolaan negeri ini, yaitu PENEGAKAN HUKUM. Orang tdk akan berinvestasi kalau tdk ada jamian hukum (keamanan), pun demikian di sepakbola, pemain-pelatih-wasit-suporter-hingga sponsor tdk akan merasa aman apabila tdk ada payung hukum beserta penegakannya yg tegas.

contoh sederhana, lagi2 berkaca pada liga inggris, di sana penonton yg "hanya" melempar koin ke tengah lapangan saat pertndingan berlangsung bisa dihukum "cekal" tdk boleh masuk stadion seumur hidup, nah!! contoh lain adalah kasus Leeds United di akhir musim lalu, dimana saat pertandingan vs Ipswich Town, beberapa fans Leeds masuk ke lapangan saat pertadingan belum selesai, Leeds akhirnya dihukum pengurangan 10 poin dan harus terdegradasi ke League One.

atau saat David Navarro (Valencia) yg dihukum skorsing di semua level kompetisi selama 6 bulan krn memukul Nicholas Burdisso (Inter)

apa yg dilakukan Komdis kita ketika suporter rusuh (menyerang pemain tim tamu)? wasit dianiaya? pemain berkelahi? wasit dipukul? Paling banter hanya denda, partai usiran atau tanpa penonton, skorsing bbrpa pertandingan, atau hukuman2 lain yg "relatif ringan &#38; terjangkau" dan belum memberi efek jera &#38; "mendidik"

berkaca pada pengalaman, kalaupun toh semestinya patut dihukum berat, nantinya PSSI sendiri yg menganulir hukuman itu (contoh kasus Persebaya, Syamsidar, &#38; terakhir Zaenal Arif) mgkn di Indonesia "rasa kekeluargaan"nya memang terlalu tinggi ya? hehehe... :)

banyak cara untuk Make a (better) Football Competition in Indonesia, PENEGAKAN HUKUM dalam sepakbola hanyalah salah satu di antaranya.

saya tunggu sambungan tulisannya :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menambahkan komentar bang Seno, selain faktor &#8220;budaya&#8221;, yg saya sampaikan lewat comment sebelumnya, ada satu hal lagi yg perlu diperhatikan, terutama di persepakbolaan negeri ini, yaitu PENEGAKAN HUKUM. Orang tdk akan berinvestasi kalau tdk ada jamian hukum (keamanan), pun demikian di sepakbola, pemain-pelatih-wasit-suporter-hingga sponsor tdk akan merasa aman apabila tdk ada payung hukum beserta penegakannya yg tegas.</p>
<p>contoh sederhana, lagi2 berkaca pada liga inggris, di sana penonton yg &#8220;hanya&#8221; melempar koin ke tengah lapangan saat pertndingan berlangsung bisa dihukum &#8220;cekal&#8221; tdk boleh masuk stadion seumur hidup, nah!! contoh lain adalah kasus Leeds United di akhir musim lalu, dimana saat pertandingan vs Ipswich Town, beberapa fans Leeds masuk ke lapangan saat pertadingan belum selesai, Leeds akhirnya dihukum pengurangan 10 poin dan harus terdegradasi ke League One.</p>
<p>atau saat David Navarro (Valencia) yg dihukum skorsing di semua level kompetisi selama 6 bulan krn memukul Nicholas Burdisso (Inter)</p>
<p>apa yg dilakukan Komdis kita ketika suporter rusuh (menyerang pemain tim tamu)? wasit dianiaya? pemain berkelahi? wasit dipukul? Paling banter hanya denda, partai usiran atau tanpa penonton, skorsing bbrpa pertandingan, atau hukuman2 lain yg &#8220;relatif ringan &amp; terjangkau&#8221; dan belum memberi efek jera &amp; &#8220;mendidik&#8221;</p>
<p>berkaca pada pengalaman, kalaupun toh semestinya patut dihukum berat, nantinya PSSI sendiri yg menganulir hukuman itu (contoh kasus Persebaya, Syamsidar, &amp; terakhir Zaenal Arif) mgkn di Indonesia &#8220;rasa kekeluargaan&#8221;nya memang terlalu tinggi ya? hehehe&#8230; <img src='http://bolanova.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>banyak cara untuk Make a (better) Football Competition in Indonesia, PENEGAKAN HUKUM dalam sepakbola hanyalah salah satu di antaranya.</p>
<p>saya tunggu sambungan tulisannya <img src='http://bolanova.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andy N. Gultom</title>
		<link>http://bolanova.com/2007/10/26/how-to-make-a-better-football-competition-in-indonesia/#comment-403</link>
		<author>Andy N. Gultom</author>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2007 13:45:39 +0000</pubDate>
		<guid>http://bolanova.com/2007/10/26/how-to-make-a-better-football-competition-in-indonesia/#comment-403</guid>
		<description>@ haryabimo dan @ seno :

memang saat ini kondisi sepakbola indonesia bagai buah simalakama, dimakan mati ibu, ga dimakan mati bapak...., terlalu banyak masalah kompleks, sehingga bingung mana yang dicari terlebih dulu, ibaratnya duluan mana telur atau ayam...

bahkan saya pun sangsi dpt memecahkan masalah serupa (catat:dalam waktu singkat) jika saya menjadi pengurus PSSI

"pemutihan" itu penting, dlm menciptakan kesamaan persepsi dan tujuan mencapai sesuatu yg lebih baik...

sisanya akan disampaikan dlm sambungan tulisan tersebut, hasil sumbangan guest author kita :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ haryabimo dan @ seno :</p>
<p>memang saat ini kondisi sepakbola indonesia bagai buah simalakama, dimakan mati ibu, ga dimakan mati bapak&#8230;., terlalu banyak masalah kompleks, sehingga bingung mana yang dicari terlebih dulu, ibaratnya duluan mana telur atau ayam&#8230;</p>
<p>bahkan saya pun sangsi dpt memecahkan masalah serupa (catat:dalam waktu singkat) jika saya menjadi pengurus PSSI</p>
<p>&#8220;pemutihan&#8221; itu penting, dlm menciptakan kesamaan persepsi dan tujuan mencapai sesuatu yg lebih baik&#8230;</p>
<p>sisanya akan disampaikan dlm sambungan tulisan tersebut, hasil sumbangan guest author kita <img src='http://bolanova.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: seno</title>
		<link>http://bolanova.com/2007/10/26/how-to-make-a-better-football-competition-in-indonesia/#comment-401</link>
		<author>seno</author>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2007 04:13:35 +0000</pubDate>
		<guid>http://bolanova.com/2007/10/26/how-to-make-a-better-football-competition-in-indonesia/#comment-401</guid>
		<description>memang perkataan mas harya bener karena masalah pengaturan asupan gizi dan medical check up utk atlit dalam hal ini pemain sepakbola sangat penting, karena kesehatan pemain sangat mempengaruhi performanya di lapangan salah satu contoh kecil yang pernah saya lihat adalah para pemain klub jepang JUBILO IWATA menimbang berat badan sebelum dan sesudah makan (mungkin cuma pada saat kompetisi). mungkin badan boleh kurus asalkan tetap sehat dan bertenaga (lihat crouch dan walcot) kalo masalah mudah jatuh waktu di bodycharge itu pengaruh faktor fisik pemain walaupun asupan gizi dan pembentukan tubuh yang baik serta latihan yang tepat bisa mengatasi masalah itu.

tetapi salah satu yang harus di cermati pada kompetisi dalam negeri kita adalah tidak adanya hukuman yang tegas kepada para pemain yang berlaku tidak pantas baik pada wasit atw pada pemain lainnya (terlebih pada wasit). karena bagaimana para pemain mau bermain apik dan mengeluarkan "jurus2 andalan" kalau dia tidak merasa "di lindungi" oleh wasit karena faktanya jika pemain agak lama menggiring bola maka dia harus bersiap2 "di sapu" kakinya secara sadis dan itu bukan pelanggaran bagi wasit karena wasit juga takut untuk memberikan sanksi tegas untuk pemain sebab wasit tidak merasa dirinya terlindungi oleh peraturan yang ada...

itu saja dari saya semoga yang lain bisa nambahin....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang perkataan mas harya bener karena masalah pengaturan asupan gizi dan medical check up utk atlit dalam hal ini pemain sepakbola sangat penting, karena kesehatan pemain sangat mempengaruhi performanya di lapangan salah satu contoh kecil yang pernah saya lihat adalah para pemain klub jepang JUBILO IWATA menimbang berat badan sebelum dan sesudah makan (mungkin cuma pada saat kompetisi). mungkin badan boleh kurus asalkan tetap sehat dan bertenaga (lihat crouch dan walcot) kalo masalah mudah jatuh waktu di bodycharge itu pengaruh faktor fisik pemain walaupun asupan gizi dan pembentukan tubuh yang baik serta latihan yang tepat bisa mengatasi masalah itu.</p>
<p>tetapi salah satu yang harus di cermati pada kompetisi dalam negeri kita adalah tidak adanya hukuman yang tegas kepada para pemain yang berlaku tidak pantas baik pada wasit atw pada pemain lainnya (terlebih pada wasit). karena bagaimana para pemain mau bermain apik dan mengeluarkan &#8220;jurus2 andalan&#8221; kalau dia tidak merasa &#8220;di lindungi&#8221; oleh wasit karena faktanya jika pemain agak lama menggiring bola maka dia harus bersiap2 &#8220;di sapu&#8221; kakinya secara sadis dan itu bukan pelanggaran bagi wasit karena wasit juga takut untuk memberikan sanksi tegas untuk pemain sebab wasit tidak merasa dirinya terlindungi oleh peraturan yang ada&#8230;</p>
<p>itu saja dari saya semoga yang lain bisa nambahin&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: harya bimo</title>
		<link>http://bolanova.com/2007/10/26/how-to-make-a-better-football-competition-in-indonesia/#comment-386</link>
		<author>harya bimo</author>
		<pubDate>Thu, 25 Oct 2007 19:10:55 +0000</pubDate>
		<guid>http://bolanova.com/2007/10/26/how-to-make-a-better-football-competition-in-indonesia/#comment-386</guid>
		<description>Mungkin ga cuma perombakan sistem, Pemain Indonesia tampaknya juga perlu perbaikan gizi....Saya sedih melihat Timnas kita kalau bertanding lawan timnas luar badannya kering dan tipis2.. Kaya ga pernah dikasih minum susu. Kalau sedikit di-bodycharge lgsg mental. Hehehe...
Masalah kompetisi di Indonesia, secara organisasi perlu ada perubahan generasi di kepengurusan PSSI. Yang sekarang menjabat masih merupakan org2 yang dididik dan dibesarkan orde baru (maaf jadi sedikit politik). Bagaimana bisa paham mengenai profesionalisme, akuntabilitas, dan transparansi??? Jadi saya lebih setuju "org yang baik memberantas org yg jahat lalu menciptakan sistem yang baik yang kemudian menciptakan org2 baik yang lain utk menjalankannya."</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin ga cuma perombakan sistem, Pemain Indonesia tampaknya juga perlu perbaikan gizi&#8230;.Saya sedih melihat Timnas kita kalau bertanding lawan timnas luar badannya kering dan tipis2.. Kaya ga pernah dikasih minum susu. Kalau sedikit di-bodycharge lgsg mental. Hehehe&#8230;<br />
Masalah kompetisi di Indonesia, secara organisasi perlu ada perubahan generasi di kepengurusan PSSI. Yang sekarang menjabat masih merupakan org2 yang dididik dan dibesarkan orde baru (maaf jadi sedikit politik). Bagaimana bisa paham mengenai profesionalisme, akuntabilitas, dan transparansi??? Jadi saya lebih setuju &#8220;org yang baik memberantas org yg jahat lalu menciptakan sistem yang baik yang kemudian menciptakan org2 baik yang lain utk menjalankannya.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
