ROMA permalukan MILAN
Bigmatch tadi malam antara tim kota mode, AC Milan melawan tim ibukota, AS Roma di San Siro, Milano, akhirnya berhasil dimenangkan Roma dengan skor tipis 1-0.
Pada babak pertama, Milan memulai inisiatif serangan. Sebuah tendangan Kaka masih melenceng di samping gawang. Roma bereaksi dengan cepat atas permainan “terbuka” Milan, dan melakukan gebrakan-gebrakan di sayap kanan, melalui Mancini dan Cicinho.
Di babak kedua, Milan memulai peluang emasnya, ketika Gattuso melakukan tembakan kaki kiri, hasil umpan jauh Pirlo, namun berhasil diantisipasi oleh Doni.
Berbagai tekanan berbahaya yang dilakukan Milan, memaksa Spaletti melakukan pergantian pemain, Perotta yang bermain buruk, digantikan oleh Matteo Brighi.
Salah satu peluang terbaik Milan, diperoleh oleh Gilardino, ketika sundulannya, hanya melenceng tipis di bibir gawang, memanfaatkan umpan silang Maldini.
Gawang Dida akhirnya jebol oleh diving header Vucinic pada menit 71. Mendapat crossing dari Cicinho, Vucinic berhasil melewati penjagaan Alessandro Nesta, dan membuat Dida mati langkah, 0-1 untuk Roma.
Ketinggalan 1 gol di kandang sendiri, membuat Ancelotti cukup panik, dan “berjudi” dengan memasukkan “serdadu tua” lainnya, macam Serginho dan Favalli, untuk menggantikan Gattuso dan Maldini.
Wasit Roberto Rossetti membuat keputusan “aneh” dengan mengusir Ambrosini dan memberikan penalti kepada Roma, akibat pelanggaran kepada De Rossi. Padahal dalam replay, terlihat Ambrosini tidak melakukan apa-apa. Namun wasit tetap bersikukuh pada keputusannya.
Bagai sebuah hukum karma, penalti yang juga dieksekusi oleh De Rossi, tidak membuahkan gol. Tendangannya melenceng ke sebelah kiri gawang Milan.
Unggul jumlah pemain membuat Roma bermain lebih sabar dan menunggu. Pada akhirnya Milan harus kembali menelan pil pahit, kalah 0-1 dalam pertandingan di kandang.
Formasi pohon cemara 4-3-2-1 yang diusung Milan, menurut BOLANOVA, berjalan cukup baik, meskipun efisiensi pemanfaatan peluang masih buruk. Roma sebaliknya, dengan formasi “aneh” dengan menempatkan Tonetto dan Casseti bergantian sebagai sebagai sayap kiri gantung, justru bermain lebih sabar dan efektif.
Phillipe Mexes, pantas untuk menjadi Man of The Match dalam pertandingan ini. Peranannya sungguh menonjol dalam memberikan kenyamanan sektor pertahanan Roma. Unggul dalam bola udara dan bola daerah dari para punggawa Milan, dan berhasil melakukan man to man marking terhadap Alberto Gilardino.
Catatan khusus untuk wasit Roberto Rossetti. Banyak keputusan kontroversial yang dibuatnya, kita tunggu saja apakah ada review lanjutan yang nantinya akan dilakukan oleh FIGC (PSSI-nya Italia)
Source : www.erlupacchiotto.com (Photo)



Bravo Roma!!! tanpa totti, taddei, dan aquilani bisa pulang dengan 3 poin dari san siro. Apalagi di pertandingan yang disebut2 pers italy sebagai “do or die” bagi musim milan di serie A. Bisa jadi lebih dari 1-0 kalau aja “penalti chip ala zidane” yg diperagakan de rossi tepat sasaran (de rossi terlalu pede, mgkn gr2 pake arm-band kapten?)
Wasit Rosetti memang keterlaluan. Mungkin doi lg stress? 8 kartu kuning kynya agak berlebihan mengingat 2 tim bermain sepakbola terbuka dan menyerang.
Simpati saya untuk Milan, semestinya mereka bisa bermain jauh lebih baik lg. Pirlo dan kaka tidak bermain spt biasanya, terlalu banyak turn-over, bahkan di daerah pertahanan Milan sendiri.
Sayang nih nggak nonton kemaren, ketiduran :((!! But thanks kepada bung andy atas ulasannya, jadi serasa nonton pertandingan nih,hehehe…
@ fulong :