Serba-Serbi Ashley Cole
- Cole ternyata ada hubungan saudara dengan Mariah Carey. Menurut Daily Star, kakek buyut Mariah Carey berasal dari area yang sama dengan keluarga Cole di Amerika. "Ini hal yang menarik. Nenekku bermarga Cole sebelum ia menikah dan pindah ke area yang sama dengan leluhur Ashley di Alabama," jelas Mariah Carey.
- Pernah mencetak 26 gol dalam sekali pertandingan! Saat itu Cole bertanding melawan sekolah bernama Leyton Wingate dan menang dengan skor 35-0. Cole mencetak 26 gol. Ketika masih dibangku sekolah, Cole ternyata seorang penyerang dan sering mencetak 100 gol dalam satu musim.
- Pernah bermain untuk England U-20 team di FIFA World Youth Championship 1999 bersama Stuart Taylor, Peter Crouch, Andy Johnson and Matthew Etherington.
- Mencuat gara-gara Sylvinho cidera. Pada tahun 2000, Ashley Cole menggantikan posisi Sylvinho. Namun, setelah Sylvinho sembuh dari cidera, Ashley Cole tetap menjadi pilihan utama. Seandainya Sylvinho tidak cidera, mungkin tidak pernah ada Ashley Cole yang terkenal itu.
- Menikahi Cheryl Tweedy dan menempati mansion di Hampstead yang ternyata pernah menjadi milik Patrick Viera. Wah, Cole ternyata pintar juga. Daripada beli dari orang lain, mending beli rumah temannya sendiri. Mungkin dapat diskon dari Viera
- Memiliki kehidupan seks yang hebat. "Bagiku (berhubungan) seks dengan Ashley adalah hal terpenting di dunia. Seks membuatku bahagia, sedang uang tidak. Dan Ashley mampu membuatku merasa seksi, dia fantastis," tutur Nyonya Cole seperti dikutip Detiksport.
Cheryl juga punya tips bikin asmara tetap membara yang mungkin saja kerap dipraktekkan buat suami tercinta. "Terkadang Anda harus aktif dan menghempaskan pria Anda ke ranjang. Jangan malu, lakukan dengan pede. Saya pikir kebanyakan pria suka mendengar desahan dibanding erangan keras, atau Anda justru akan terdengar seperti film porno."
- Pernah dimaki sekali oleh Arsene Wenger. Saat itu sedang menjalani pertandingan melawan MU dan Arsenal kalah 6-1. Cole diganti pada pergantian babak dan Arsene berkata keras, “Banggalah dengan seragam yang kalian kenakan, kembalilah kelapangan dan ubah skornya!” tapi sayang, Arsenal gagal saat itu.
–
Sumber: - Majalah FHM Juni 2006
- Wikipedia
- Kapanlagi
- Detiksport


