Teori Keberuntungan

Apakah seorang manusia bisa membuat teori membangun tim tangguh dalam sepakbola? Coba kita tilik dari beberapa momen fenomenal satu persatu.

Sebuah fakta bahwa AC Milan adalah juara liga Champions 2006-2007. Dan sebuah fakta juga bahwa AC Milan juara Liga Champions tapi dibantu oleh dewi fortuna. Jika kita lihat di foto ini:

inzaghi_gol_tangan_tuhan_1

inzaghi_gol_tangan_tuhan_2

Begitu beruntungnya AC Milan bisa menjebol gawang Liverpool menggunakan tangan. Tapi apakah keberuntungan saja cukup? Nyatanya sih iya. Liverpool pun juga beruntung ketika mereka bisa masuk ke final liga Champions 2007 karena Chelsea dalam performa yang tidak baik. Apa pasal? Ada Sheva ditubuh Chelsea yang setidaknya mengurangi performa Chelsea. Seandainya Sheva tidak jadi dibeli, mungkin Chelsea bisa menembus ke final karena duet antara Drogba dengan Sheva sangat tidak pas. Drogba seorang target man, Sheva pun murni seorang target man. Dan sayap kiri-kanan Chelsea, juga bukan murni pengumpan silang yang canggih. Jadinya, ada kesia-siaan menaruh Sheva sebagai second striker bagi segmen penyerang Chelsea.

Fakta lain sebuah keberuntungan tim sepakbola adalah juara piala dunia 2006 = Italia. Italia jelas beruntung karena Zidane dikeluarkan. Italia beruntung karena adu pinaltinya menang yang mana kalau kata Alex Ferguson, adu pinalti ibarat lempar koin. Untung-untungan.

Dan fakta yang paling fenomenal soal keberuntungan adalah tim sepakbola Yunani yang pernah menjuarai piala Eropa 2004.

Jadi jelas, teori untuk membangun sebuah tim sepakbola yang kuat tidak pernah akan ketemu. Teori yang paling pas hanyalah teori pendekatan. Jika tidak mendekati, si pencetus teori tetap selamat karena teorinya bisa diklaim masih kurang beruntung.

Foto: EspnSoccernet.com

4 comments:

  1. zoel, 30. October 2007, 10:36

    Saya yakin banyak yg masih ingat “keajaiban & keberuntungan” 2 gol MU oleh Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solksjaer saat MU mengalahkan FC Bayern Muenchen di final Liga Champion 1999. Selain karena kehebatan MU, mungkin juga karena “teori keberuntungan”.

    Contoh lain: timnas IRAK yg menjuarai Piala Asia kemarin. Saya yakin hanya segelintir org (Irak) yg menjagokan timnas Irak akan menjuarai Piala Asia. Negara hancur karena perang, timnasnya berlatih & ber-homebase di negara tetangga, bahkan apparel tim pun ala kadarnya. Tapi dengan kerja keras, semangat nasionalisme yg tinggi, dan “teori keberuntungan” itu tadi, Irak membuat shock Asia.

    Masih banyak contoh2 lain tentang “teori keberuntungan”, selama bola itu bundar, saya setuju kalau “teori keberuntungan” dlm sepakbola akan terus menggelinding.

    Kecuali di persepakbolaan Indonesia, seperti komen saya bbrpa waktu yg lalu, karena di Liga Indonesia “bola belum tentu bundar”, maka “teori keberuntungan” bisa jadi memiliki nilai error-probability yg cukup tinggi hehehe… :)

     
  2. Adi Wirasta, 30. October 2007, 10:54

    Wah, makasih komennya nih bung zoel. Rasanya komen bung zoel lebih bagus dibanding tulisan saya, hehehe…

    anyway, untuk komen ini:

    Kecuali di persepakbolaan Indonesia, seperti komen saya bbrpa waktu yg lalu, karena di Liga Indonesia “bola belum tentu bundar”, maka “teori keberuntungan” bisa jadi memiliki nilai error-probability yg cukup tinggi hehehe…

    Bung Andy pernah buat tulisannya disini:

    From HERO to ZERO (http://bolanova.com/2007/09/08/from-hero-to-zero/)

     
  3. Andy N. Gultom, 30. October 2007, 11:21

    @ zoel :

    cuma mau nambahin aja, ada tulisan yang berhubungan dengan pendapat mas Zoel tersebut, judulnya “Seandainya” mas bisa liat di kategori tahukah anda / arsip BN bulan september

    thanks

     
  4. zoel, 30. October 2007, 11:48

    @ Adi Wirasta :
    “Rasanya komen bung zoel lebih bagus dibanding tulisan saya”
    Kaki kami harus tetap berada di bumi (mengutip kata2 Cesc Fabregas) hehehe… :)

    @ Andy N. Gultom
    iya mas, ini masih baca2 artikel lainnya di BN

    thanks balik

     

Write a comment: