Arsenal Sekarang=Brasil?
Permainan yang disuguhkan Arsenal musim ini benar-benar memikat. Selepas ditinggal maestronya Thierry Henry ke Barcelona, anak-anak muda yang di musim sebelumnya seolah-olah masih mejan dan terlihat ingusan, kini mulai menemukan bentuk terbaiknya. Cesc Fabregas, Adebayor, Theo Walcott, Hleb, Eboue, Almunia, tumbuh menjadi kian matang. Bahkan pemain seperti Gilberto Silva yang belum 30 tahun pun jadi kelihatan tua dibandingkan anggota skuad lain semacam Denilson. Dan Silva pun kini musti merelakan posisinya sebagai pemain inti. Fabregas menyebutkan, Arsenal sekarang seperti Brasil. Pertanyaannya, Brasil era mana?
Brasil memang sudah menguasai dunia dengan menjadi jawara sebanyak lima kali. Di kawasan Amerika Selatan, Brasil juga memiliki pamor tak kalah mencorong dengan memboyong gelar Piala Amerika lumayan sering, meski tak sesering raihan Argentina. Dan meskipun banyak orang bilang tim Brasil terbaik adalah di era 1960-1970-an di mana Pele menjadi salah satu pilarnya, namun tak sedikit analis dan pengamat yang beranggapan bahwa secara permainan dan kualitas individu, tim terbaik yang pernah dimiliki Brasil adalah tim era 1980-an, di mana Socrates, Roberto Falcao, Cerezo, dan Zico menjadi tulang punggungnya.
Filosofi permainan para pemain Brasil era itu benar-benar sepakbola indah, sepakbola yang memesona, sepakbola yang diperagakan dengan hati. Di bawah dirigen seorang dokter bernama serupa dengan filsuf besar, Socrates, Brasil benar-benar memeragakan sebuah permainan yang bernyawa, berkualitas, sekaligus berkelas. Individu masing-masing pemain berkembang, kerja sama antarlini begitu memikat.
Mungkin inilah yang disebut Fabregas, Arsenal sekarang mirip seperti Brasil. Sentuhan bola mengalir dari kaki ke kaki, bergerak dari lini ke lini secara deras. Kesalahan kecil pemain lawan akan dihukum dengan serangan cepat yang menusuk dan mengalir, menghunjam ke jantung pertahanan lalu diselesaikan secara mematikan.
Dan mungkin benar Arsenal sekarang adalah Brasil di era Socrates cs. Karena meskipun sedemikian memikat, tim inti Arsenal sekarang masih belum menunjukkan kematangan seorang juara, yang dibuktikan dengan keberhasilannya merengkuh gelar. Ini sama seperti tim Brasil di bawah Socrates, yang tak pernah meraih gelar penting. Lehmann, pecundang yang tergusur tempatnya oleh Almunia dalam hal ini tentu benar, bahwa Almunia belum menunjukkan kemampuannya bersaing dan merebut atau meraih gelar. Sedang dirinya sudah.
Seandainya Arsenal bisa menguasai Liga Inggris, juga memecahkan sejarah baru di Liga Champions dengan menghadirkan kampiun baru, Arsenal yang sekarang bahkan secara permainan dan secara tim, boleh jadi lebih besar dan lebih hebat dibandingkan Brasil di tahun 1980-an tadi.
Tinggallah Fabregas cs membuktikannya.



iya bro.. gw sendiri baru liat permainan pas liverpool-arsenal, jujur, kalo dibanding sama MU, itu arsenal memiliki pemain seperti nani sebanyak 10 orang..
nani emang ngga seaduhai ronaldo soal goyangan, tapi lumayan bisa buat ngelewatin satu orang lawan..
nah pemain2 arsenal itu bisa dengan mudahnya ngelewatin pemain2 liverpool..
kalo mau liat bukti ke-brazilan arsenal.. weekend ini ajang yang pas.. 10 orang nani (menurut gw loh yaa…) ketemu sama nani, ronaldo, tevez, dkk yang sama2 punya goyangan yang aduhai.. tapi punya striker sekaliber rooney.. one shoot, one gol.. (serem liat gol rooney ke gawang middlesbrough)
ayo torres, rooney mah ngga ada apa2nya kalo dibandingin skill yang kau punya.. hehehehe.. IMHO loh..
ps : iya nih, emoticon kayaknya nambah seru buat ngomentarin nih… hihihih..
Sayang saya nggak nonton match itu Bro….Saya sudah menduga sebenarnya, betapa sulitnya memotong gaya umpan-umpan pendeknya Arsenal ini….