Lagi-lagi…..LYON !!!

lyon.jpgLe Championnat Perancis kembali memunculkan Olympique Lyonnais atau yang lebih dikenal dengan sebutan Lyon, sebagai pemuncak klasemen sementara, hingga minggu ke 12. Tetapi proses pencapaiannya tidak semudah yang dikira orang.

Sebagai juara bertahan Liga Perancis dalam 5 tahun terakhir. Lyon selalu dianggap punya kapasitas pemenang dalam setiap penampilannya. Hal ini memunculkan sentimen tersendiri bagi calon lawan-lawannya. Akibatnya tim-tim lain terlecut semangatnya dan bermain overlimit untuk menghantam Lyon.

Bukti sudah tersaji, ketika Lyon mengawali musim dengan terseok-seok, ketika harus mengalami 2 kali kekalahan dalam 4 minggu pertamanya. Secara jujur, saya mengakui sempat sangsi akan kemampuan anak asuh Alain Perrin , dan mungkin akan mengakhiri musim ini bukan dengan piala di tangan.

Namun yang terjadi adalah sebaliknya, perlahan tapi pasti, Lyon menemukan performanya, merambah gol demi gol, mengorbitkan bintang baru dan mengais kemenangan demi kemenangan.

Darah muda macam bek sayap Francois Clerq, gelandang mungil nan energik Jeremy Toulalan, “The Young Trezeguet” Karim Benzema dan “duplikat Malouda“ Hatem ben Arfa, yang dipadukan dengan pemain senior macam Juninho Pernambucano, Kim Kallstrom maupun Sidney Govou, dinilai mampu menghasilkan hulu ledak berdaya tinggi.

“Tak ada gading yang tak retak… “, di balik semua kelebihannya, Lyon sering dicibir orang dengan cara-cara tak sehatnya dalam “menguasai” Le Championnat”. Mereka dianggap “mengebiri” tim-tim Perancis lainnya, karena selalu mengambil/membeli pemain yang musim lalu bersinar di tim lamanya. Hal ini dapat kita lihat pada kasus pembelian Mathieu Bodmer, Kader Keita, Sebastian Squilacci dan Toulalan.

Pendapat publik ini, dari kacamata BOLANOVA, sepertinya tidak wajar, mengingat hal ini lumrah dilakukan dalam dunia sepakbola. Bahkan cara ini sangat sering dipakai oleh Bayern Muenchen, tim elit Jerman, dengan mengambil pemain-pemain dari klub pesaing macam Werder Bremen, Vfb Stuttgart ataupun Dortmund, untuk kemudian melegitimasi kekuasaannya di Bundesliga.

Lyon mungkin punya pendapat “Mengambil calon bintang memang tidak sulit, bahkan lebih sulit membina seorang calon bintang menjadi “bintang yang sesungguhnya” di klub barunya” .

Source : http://de.uefa.com (Photo)

1 comment:

  1. Hatem Ben Arfa, Harapan Baru Perancis | BOLANOVA.COM (Pingback), 16. March 2008, 7:04
     

    […] yang akan dibawa ke Austria-Swiss nanti. Siapa lagi kalau bukan 2 anak muda AJAIB dari klub Olympique Lyonnais, Karim Benzema dan Hatem Ben […]

     

Write a comment: