Veni, Vidi, VUCIGOL…

vucinic4.jpgVucigol, itulah nickname baru yang diberikan oleh tifosi Roma pada Mirko Vucinic. Memang tampaknya sangat prematur mengingat predikat ‘gol’ di belakang namanya tersebut terahir diusung oleh sang dewa Batistuta yang berhasil membawa Roma meraih scudetto.

Tetapi melihat prestasi Vucinic beberapa pertandingan belakangan semakin membuat dirinya “berhak” menyandang atribut tersebut.

Membuat 6 gol dalam tujuh pertandingan terakhir termasuk gol yang menyelamatkan Roma di liga Champions melawan Sporting Lisbon dan yang paling ahir membuat gol di kandang Milan di San Siro membuat nama Vucigol semakin harum di mata tifosi Roma.

Bagi anda yang belum kenal dengan Mirko Vucinic mungkin info berikut ini dapat membantu

Lecce ke AS Roma

Mirko lahir di Yugoslavia pada 1 Oktober 1983 (24 tahun). Karena protensinya yang menjanjikan, Vucinic dikontrak oleh Lecce pada usia 18 tahun. Musim ketiganya di Lecce, ia mulai sering dimainkan dan langsung mencetak 19 gol dalam 29 pertandingan. Akan tetapi 2 musim kemudian karir Mirco terpaksa sedikit terganggu karena injury.
Pada Agustus 2006, Mirco menandatangani kontrak dengan AS Roma dengan status pinjaman (dapat dibeli penuh pada ahir musim). Setelah berjuang melawan injury dan melewati 2 kali operasi lutut kiri, Mirko mulai kembali pada performa terbaiknya di musim 2007 ini.

Karena posisi Il capitano Totti yang tidak tergoyahkan pada formasi 4-2-3-1, Mirko sering di pasang sebagai sayap kiri. Walaupun demikian, perlahan tapi pasti ia mulai bermain bagus dan mencetak gol pertamanya melawan Siena dalam kemenangan Roma 1-0 tahun Lalu. Ia juga ikut menggetarkan gawang MU pada quarter final liga champions yang berahir 2-1.

Timnas Montenegro

Di pentas internasional, Mirko sangat diandalkan oleh negaranya. Ia dipanggil untuk memperkuat Serbia-montenegro pada piala dunia 2006 walau ahirnya tidak bisa bermain, lagi-lagi karena injury. Setelah Montenegro melepaskan diri dan menjadi Negara independen pada 2007, Mirko memutuskan untuk bermain untuk Montenegro dan ia langsung membuat gol pada pertandingan pertamanya melawan Hungaria dimana ia juga diangkat sebagai Kapten. Semenjak itu Vucigol tidak pernah berhenti, dan membuat gol 4 kali dalam 4 laga yang dimainkannya.

Nah kita tunggu aksi-aksi Vucigol berikutnya. Apakah ia dapat mempertahankan predikat “gol” yang disandangkan tifosi Roma kepadanya?

Written by Harya Bimo

Source: Wikipedia, www.datasport.it (Photo)

1 comment:

  1.  

    […] Roma menyamakan kedudukan pada menit ke 19, ketika one-two pass Vucinic-Mancini-Vucinic, mengecoh difensore Lazio dan berhasil dieksekusi ke gawang Marco Balotta. Julukan Vucigol, memang semakin benar adanya (baca : Veni, Vidi, VUCIGOL). […]

     

Write a comment: