Nostalgia CM/FM
Medio 1998 – 2003, merupakan masa-masa perjuangan terberat dalam kehidupan kuliah saya. Berjuang untuk lulus kuliah ? Bukan. Berjuang melepaskan “ketergantungan” dari game simulasi olahraga berjudul Championship Manager (CM).
Di lingkungan tempat saya kuliah, kampus Ganesha, atau bahkan mungkin di sekitar komunitas para pembaca BOLANOVA, game CM sangat mewabah. Kecanduan bermain dari pagi sampai pagi lagi, bolos kuliah, sampai kepada titip absen, merupakan hal yang lumrah (meskipun TIDAK dianjurkan), sebagai efek samping dari gim ini.
Bermain bersama teman kuliah yang senasib dan sepenanggungan, memang mengasyikkan. Saya pribadi bahkan hampir selama 2 tahun, melakukan hal yang sama terus menerus setiap Jumat sore sampai Minggu siang, menghabiskan musim demi musim memainkan Liga Italia dan EPL dengan 2 orang sahabat, Lukman “Batu” dan Ujang Anas.
Psywar dan saling ledek, adalah hal yang sudah jamak terjadi. Apalagi jika tim kita kalah dalam pertandingan antar teman, wuih…malunya minta ampun, harus nunggu 1 season baru bisa balas dendam. Karena dalam semusim kompetisi Liga, maksimal pertemuan hanya 2 kali (home and away).
Championship Manager selanjutnya pecah kongsi, dan sekarang sebagian “pembuatnya” menghasilkan Football Manager (FM). Akhirnya saat ini ada 2 komunitas, penikmat FM ataupun CM. Basicnya sih sama saja, memilih salah satu tim favorit, membeli dan menjual pemain sesuai keinginan, menentukan taktik dan strategi yang tepat (bahkan individual treatment) dan terakhir membawa tim/negara menjuarai kompetisi maupun Piala kejuaraan.
Sebagai tambahan, kita juga dapat melakukan scouting pemain muda, memperbesar kapasitas stadion, memberikan komentar kepada media massa, dan lain-lain. Intinya kita dapat memposisikan diri sebagai “manager” klub dunia, lengkap dengan segala atribut dan kewenangannya.

Adalah kenikmatan tersendiri, ketika kita mengorbankan waktu, waktu untuk bersosialisasi, waktu untuk malam mingguan (jika ada pacar atau cem-ceman, lho..), dan waktu untuk belajar. Main CM/FM merupakan sarana aktualisasi diri bagi para maniak bola, tidak usah diragukan lagi, coba saja tanyakan pada diri atau teman anda yang pernah kecanduan game ini.
Kembali kepada pengalaman saya dan teman satu jurusan. Hasilnya bisa gampang ditebak, kuliah saya dan Lukman terbengkalai, kami telat lulus satu semester, dan Ujang Anas, satu semester sesudah kami. Sungguh, kadang-kadang saya jadi tertawa geli sendiri jika mengingat masa-masa itu.
Yah, mungkin jalan hidup saya sudah begini. Tidak ada yang perlu disesali, kecuali satu hal, waktu saya dan tim saya kalah ditebas Lukman “Batu”, pada final Piala Champion 2000.
PS : I miss my friend, Lukman and Ujang, wherever they are ….
Source : www.pantherproducts.co.uk and www.fulldownloads.bloger.hr (Photo)



Saya juga (dulu) maniak CM. Terutama pas bulan puasa. maennya abis buka sampe saur (siangnya tidur deh). Puasa jadi ga kerasa….Hehe.
Saya paling seneng scouting dan beli pemain muda (terutama dari liga amerika latin) yang potensial. Kalo maennya bagus rasanya PUASSS BGT!!
Sy denger2 rumor katanya Jose Maurinho semasa di Porto meng-hire seorang analyst yang bekerja dengan bantuan CM untuk menganalisa jalannya pertandingan yang akan dihadapi…..Bener ga?????
@ harya bimo
wah,kayanya kita harus ngadu FM nih
rumor soal Mourinho itu benar adanya. Tapi ada sedikit koreksi, bahwa dia sebenarnya meng-hire seseorang (saya lupa namanya) yang maniak game CM, untuk kemudian dijadikan scout pemain muda dan menghitung detail kebiasaan2 pemain lawan.
Jadi bukan menggunakan CM sebagai mesin analisa, melainkan memanfaatkan “kesenangan” si maniak CM untuk menganalisa pemain di kehidupan nyata.
gua juga maniak abis nih game, dari jaman gwe sma kelas 1 taon 2000 jaman joe cole masi di west ham, gwe kejar2 tuh pemain, hasilnya bener skrg dia jadi andelan di chelsea!!
btw boleh nih di adu taktiknya di fm, hehe kalo tim andalan gwe skrg cukup 2 sayap, kanan SWP , kiri NANI… :p
@ andy
“Berjuang untuk lulus kuliah ? Bukan. Berjuang melepaskan “ketergantungan†dari game simulasi olahraga berjudul CM”
kalo saya dua2nya Mas, berjuang u/ lu2s kul & melepaskan ketergantungan dr FM, aplgi skrg ada FM’08 (lg testing).. walah, kalo udah gini, kapan ya Bab 4 saya selesai? hehehe…
btw, sy punya penyakit “agak aneh”, sy suka maen dr level bawah, pake klub kecil, sampe promosi ke premiership & ikut antarklub Eropa. terakhir, sy “megang” Millwall. Itulah knpa sy lebih “akrab” & tau pemain2 divisi bwh liga inggris drpda transfer / pemain2 bintang di Italia / Spanyol…
anwy, udah nyoba FM’08 belum nih?
@ zoel :
anda betul, saya juga lg coba FM 08, nantikan saja BOLANOVA akan buat reviewnya….atau mas zoel mau buat reviewnya ? nanti kita muat lho
wew, gew blon dapet FM08 nih, harus beli nih….
@zoel
wah kebiasaan yang unik sekaligus hebat nih. jarang2 ada orang yg suka maen FM pake klub2 kecil (selain abg aku yg udah pensiun maen FM), klo aku selalu make tim favorit aku dan yg pasti itu tim gede. satu kesamaan mungkin aku suka scouting pemain muda di divisi2 bawah (biasanya pemain inggris) atau pemain2 muda dari manapun di seluruh dunia (kurang suka pemain tua soalnya)
FM’08 im coming…………………..
Gelo!
Nih blog bola ape blog game bola???
tapi gapapa sih. Biar idup forumnya, hehehe…
nice work Ndy. Sering2 lah review game bola. Biar rame terus kayak begini. Sukur-sukur dibeli artikelnya sama Majalah HotGames, hihi… (duit molo otaknye neh…)
wkwkwkw…mantep2..hihihi….
rame pisan commentnya..
ntar kalo gw bikin artikel buat game bola di NDS gmn? kebetulan ada maenin…hahaa….