RUUD VAN NISTELROOY
BOLANOVA pernah membaca suatu artikel yang dimuat dalam sebuah majalah mengenai hasil sebuah survei. Dari survei yang dilakukan terhadap anak-anak kecil di Belanda pada kelompok umur 7-15 tahun, dengan pertanyaan ingin jadi siapa jika besar nanti ? Jawaban yang terbanyak muncul adalah ingin seperti DJ Tiesto (The God of DJ) dan Ruud Van Nistelrooy.
Ruudtje biasa begitu dijuluki, merupakan striker terbaik yang pernah dihasilkan kembali oleh Belanda, pasca eranya van Basten dan Dennis Bergkamp.
Melihat RVN bermain, jangan harapkan kreasi, gol-gol indah dan cantik. Bukan berarti Ruud tidak bisa melakukannya, namun posisinya sebagai ujung tombak, menjadikan dirinya sebagai tumpuan seluruh timnya untuk menjadi striker yang lebih efektif dan produktif.
Kuantitas lebih penting daripada kualitas. Bagi penyerang, takarannya jelas, yaitu gol. Mau tahu berapa gol yang sudah dihasilkan Nistelrooy ? Wikipedia mencatat 292 gol dalam 439 pertandingan. Bahkan semasa bermain di PSVEindhoven, RVN pernah mencetak total gol yang “justru” lebih banyak dibandingkan jumlah total pertandingan yang dilakoninya. Hal ini terjadi pada musim kompetisi 1999-2000, di mana ia menorehkan 32 gol dalam 31 pertandingan.
Tak banyak yang tahu, bahwa Nistelrooy memulai karir dari klub kecil, FC Den Bosch di Belanda. Pada tahun 1997, kepindahannya ke SC Heerenveen, merupakan tolakan penting dalam karir sepakbolanya. Selanjutnya Ruudtje diboyong ke PSV, berlanjut ke MU dan akhirnya berlabuh di Real Madrid, sampai sekarang.
Pemilik nomor punggung 17 ini, punya fisik dan postur yang prima. Bertinggi badan 188 cm, Ruudtje sangat andal dalam bola udara. Permainannya simpel dan efektif, meskipun kadang membosankan. Kelebihan utamanya adalah positioning. RVN selalu menemukan celah/rongga diantara bek di dalam kotak penalti, untuk kemudian “membedahnya” . Naluri golnya merupakan kombinasi antara insting dan pengalaman, sehingga Ruud selalu menjadi “constant threat” bagi lawan selama 90 menit penuh.
Posisi sebagai striker tunggal, juga tidak mampu menghambat produktivitas seorang Nistelrooy. Hanya satu yang sering menimpa dirinya, yaitu like and dislike para pelatih. Kesalnya Alex Ferguson di MU, membuatnya “dibuang” ke Madrid. Ketidaksukaan van Basten di tim Belanda, sempat membuatnya tersingkir dari tim oranye.
Namun pelan tapi pasti, Ruudtje kembali menjawab “tantangan dan kritikan” tersebut, dengan gol-golnya. Mau lihat ? Klik di sini (YouTube “ Nistelrooy SUPER STRIKER). Prestasi Ruud musim lalu dengan menjadi “el pichici” di Spanyol, kurang lebih membuat dunia tetap concern bahwa meskipun telah berusia 33 tahun, Nistelrooy tetap membawa dirinya dalam “oktan” tinggi cetak gol.
BOLANOVA punya quote pendek, bagi pemain yang membukukan rekor mengecap top skor di tiga Liga Eropa (Belanda, Inggris dan Spanyol).
Ingat GOL? Ya, Nistelrooy !!!!
Source : www.nrc.nl (Photo)


