Carlo Ancelotti “Koki Flamboyan” AC Milan

ancelotti_carlo1.jpgBagai roller coaster di taman hiburan, itulah metafora yang cukup pas dengan kondisi Rossonero saat ini. Jika main di kandang, mereka tampak lunglai di depan publik sendiri, dan sebaliknya bagai singa terluka, menerkam mangsanya, ketika bermain away.

Setelah membantai Sampdoria tanpa ampun 5-0, Milan kembali tertahan 0-0 di kandang, oleh tim lemah, Torino. Figur yang paling disorot atas hasil buruk ini, tidak lain dan tidak bukan adalah allenatore Carlo Ancelotti. Carletto, begitu biasa dipanggil, merupakan pihak yang paling bertanggung jawab atas ketidakmampuannya meracik squad berdasarkan pemain yang ada.

Dengan gelang bersalut emas di tangan kirinya, menegaskan bahwa Ancellotti adalah pelatih flamboyan. Gayanya tersebut tersepuh dengan baik di tim-tim yang pernah dipolesnya. Ancelotti sangat menyukai permainan sepakbola menyerang. Bahkan menyerang ala Ancelotti pun harus spesifik.

Ancelotti adalah seorang perfeksionis, yang mengharuskan timnya, mengurung pertahanan lawan, memainkan possession football, sebelum “membunuh” lawannya sampai menyerah.

Gayanya ini diibaratkan bagai ular yang melilit mangsanya sebelum meremukkan tulang-tulang, dan kemudian membunuhnya.

Karena “prinsip” kerasnya ini, Ancelotti merupakan pelatih yang “cocok-cocokan” . Artinya tidak semua tim dapat dilatih olehnya. Sebutan pelatih runner up, sempat melekat kepada dirinya, sewaktu memegang Parma dan Juventus, dalam 3 tahun berturut-turut, hanya mampu memberikan posisi urutan kedua kepada masing-masing tim tersebut.

Parma dan Juventus, secara historis bukanlah tim yang berkonsep menyerang. Dua klub ini membangun basis pertahanan yang kokoh, sebagai dasar permainan.

Pindah ke AC Milan, membuat julukan tersebut luntur. Scudetto disabetnya pada tahun 2004, Piala Champions bahkan dibawanya 2 kali ke Milanello, tepatnya 2003 dan 2007.
Sebagai mantan pemain Milan, Ancelotti memang dianggap mengerti benar “dapur” Rossonero. Dan seperti yang sudah-sudah, manajemen Milan bukanlah seperti sebuah perusahaan yang hanya bicara untung rugi. Milan adalah sebuah keluarga besar, tagline yang jamak dibicarakan di Seri A.

Meskipun naik turun, petinggi AC Milan, masih mentolerir Carletto. Sama seperti musim-musim sebelumnya, ketika Milan selalu terseok-seok di Seri A. Adriano Galliani dan Silvio Berlusconi bahu membahu, mendukung dan membela Ancelotti di depan publiknya.

Personil Milan memang sudah “berumur”, namun Ancelotti tidak pernah menampiknya, bahkan sebaliknya, Carlo selalu berujar, bahwa keteguhan mental dan pengalaman sebagai pemenang, merupakan bekal kokoh dibandingkan teknik dan stamina.

Ketika fakta semakin bertentangan dengan teori, Carlo Ancelotti tampaknya akan terpojok. Namun percayalah, ia akan menjawab semua tantangan tersebut. Sama seperti ketidakpercayaan publik akan transformasi posisi Andrea Pirlo dari seorang forward, menjadi deep playmaker yang beroperasi di depan pemain bertahan.

Dalam lubuk hatinya, Carlo mungkin berpikir, sungguh tidak adil semua caci maki yang dialamatkan kepada dirinya. Semoga publik mengingat, tidak akan ada Andrea Pirlo yang menjadi man of the tournament bagi Italia dalam merebut Piala Dunia 2006.

Source : www.wsoccer.com (Photo)

5 comments:

  1. Mcdonny, 5. November 2007, 13:37

    tapi klo bicara prestasi,kita harus bicara regenerasi…..
    ini yang kurang pada ancelotti….

    hakikatnya tuk masakan yang enak dan bersaing,harus dari bumbu yg ga “basi” n racikan yg selalu inovatif n ga “itu-itu” aja…
    bner ga…???

    Keep Fight IL Diavolo Rosso..!!!!!

     
  2. Andy N. Gultom, 5. November 2007, 13:45

    @ mcdonny :

    salam kenal, selamat datang di bolanova…

    betul sekali bung doni…. diperlukan bumbu baru yg inovatif, supaya rasa masakan makin bervariasi…slurp…slurp….

     
  3. yopie pieters, 28. November 2007, 11:31

    Bumbu yang ini blum ‘basi’ bung….

     
  4. Dream Team 2007 versi BOLANOVA | BOLANOVA.COM (Pingback), 31. December 2007, 2:08
     

    […] : Carlo Ancelotti Kegagalannya di liga domestik, tidak menghalangi 2007 sebagai tahunnya Don Carletto. Alasannya […]

     
  5.  

    […] ini mungkin bisa menjadi berita gembira buat pecinta Milan, dan khususnya buat penulis Bolanova: Bung Andy Nahil Gultom. Ya, Carlo Ancelotti mendapat kehormatan besar karena dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Dunia 2007 […]

     

Write a comment: