Arsenal dan Manchester United, LOLOS !!!

logo-champions-league.jpgPasca hasil gemilang yang diperolehnya tadi pagi, Arsenal dan Manchester United memastikan satu tempat di fase berikutnya.

Anak-anak besutan Ferguson lolos, setelah mencukur Dinamo Kiev, 4-0 di Old Trafford. Diawali sundulan bek berbakat asal Spanyol, Gerard Pique di menit 31, Red Devils melanjutkan performanya dengan gol Wayne Rooney di menit 37.

Pada babak kedua, MU semakin bernafsu untuk menambah gol. Namun, mereka harus bersabar sampai menit ke 75, setelah (lagi-lagi) Rooney a.k.a English Roonaldo, menuntaskan umpan matang Nani.

Pesta gol MU ditutup oleh Cristiano Ronaldo, hasil tembakannya tidak mampu diamankan oleh Olexander Shokovskiy.

Dengan demikian MU beroleh satu tempat di 16 besar. Torehan 12 pointnya, terbilang cukup aman dari pesaing-pesaingnya.

Arsenal lolos, setelah sukses menahan imbang tuan rumah Slavia Praha. Bermain di stadion yang namanya juga merupakan salah satu bintang The Gunners saat ini, Rosicky Stadium, Arsenal sepertinya menang mental atas tuan rumah.

Kemenangan 7-0 dalam match day sebelumnya atas lawan yang sama, membuat Gallas dkk, tampak superior. Meskipun demikian sampai akhir pertandingan, gawang kedua tim, tetap perawan, 0-0.

Hasil ini membawa Arsenal menjejakkan satu kaki di fase gugur berikutnya. Meskipun baru meraih 10 poin, nilai mereka tidak lagi terkejar Steaua Bucarest dan Slavia Praha. Kemungkinan besar, di Grup H Sevilla akan menyusul The Gunners untuk melaju di 16 besar.

Source : www.roma.theoffside.com (Photo)

3 comments:

  1. [ew], 8. November 2007, 10:17

    Klub-klub papan atas Inggris itu sudah wajar kalo lolos penyisihan grup tapi seringkali mereka tertatih-tatih pas pertengahan atau mulai masuk perempat final liga secara biasanya di liga Inggris-nya juga lagi ketat, banyak pertandingan lokal, menjaga posisi di klasemen puncak, jadi mereka ngga bisa konsentrasi, belum lagi kalau ada pemain yg cidera.

     
  2. Andy N. Gultom, 8. November 2007, 12:55

    @ ew :

    iya, inggris masih trauma dan butuh waktu utk membiasakan diri bermain di Eropa, pasca larangan bermain ketika adanya tragedi heysel

    kemenangan liverpool di piala champion 2004 pun tidak berarti terlalu banyak, dibandingkan pencapaian historis klub2 italia dan spanyol di eropa

    gaya main yang kurang variatif dan berteknik, membuat mereka sulit menguasai eropa, masih ingat 2 tahun lalu, ketika the boro harus tunduk 0-4 dari Sevilla di final UEFA ?

     
  3. harya bimo, 10. November 2007, 4:14

    @ andy:
    Setuju bgt mas. gaya bermain klub inggris yang “terbuka” memang sangat atraktif, tapi terlalu mengandalkan kecepatan dan kondisi fisik yang prima sehingga sedikit kurang cocok untuk di eropa.
    Liverpool dan rafa tidak memainkan gaya inggris sejati ketika mereka menang LC 2004. Mereka menang di eropa tapi akibatnya di EPL keteteran karena agak sulit bermain dan beradaptasi dengan 2 gaya yg berbeda. Menurut saya ini juga terjadi dengan Milan saat ini di serie A.
    Menarik untuk melihat sampai kapan Arsenal dan MU bisa “berjalan dengan santai” di EPL dan LC.

     

Write a comment: