Fakta-Fakta Liga Champions

  

//bolanova.com/wp-content/uploads/2007/11/logo-champions-league
  • Pada masa Piala Champions, klub yang pernah menjadi juara tiga kali berturut-turut Cuma Ajax(1971-73) dan Bayern Munchen(1974-76).
  • Nama liga Champions dipakai sejak 1994. Sejak 1994, belum ada satu klub pun yang menjuarai Liga Champions dua kali berturut-turut.
  • Selama 15 tahun terakhir, Bayern Cuma sekali juara dan sekali runners-up namun mengumpulkan hadiah terbanyak yakni sekitar Rp 1,97 triliun, diikuti Madrid Rp 1,875 triliun dan MU Rp 1,87 triliun.
  • Arsenal sebagai runner-up Liga Champions 2005-2006, mendapat Rp 423 miliar, lebih tinggi dari pendapatan sang juara, Barcelona yang hanya Rp 382 miliar karena tingginya nilai hak siar televisi di Inggris.
  • Trofi Liga Champions sekarang merupakan replikas yang kelima. Klub yang menjuarai turnamen ini tiga kali berturut-turut berhak menyimpan trofi aslinya. Trofi asli disimpan Real Madrid. Replika pertama disimpan Ajax, yang kedua untuk Bayern Munich, lalu AC Milan, dan terakhir Liverpool.
  • Uang partisipasi. Hadiah masuk Group Stage: Rp 19,3 miliar. Uang bertanding Rp 3,9 miliar, total 6 pertandingan: Rp 23 miliar.
  • Bonus Penyisihan Group. Menang: Rp 3,9 miliar. Seri Rp 1,9 miliar. Dan lolos ke babak knock-out: 19,3 miliar.
  • Babak Knock-out: perempat final Rp 22,9 miliar. Semifinal: Rp 31 miliar. Runner-up: Rp 47 miliar dan Juaranya: Rp 77 miliar.
  • Rekor-rekor menyangkut skor atau jumlah gol di turnamen Piala Champion/Liga Champions:

    Kemenangan terbesar dalam satu pertandingan:
    1973/74, 1st round:
    Dinamo Bucuresti 11-0 Crusaders

    Kemenangan agregat terbesar:
    1965/66, 1st round:
    Stade Dudelange 0-8 Benfica
    Benfica 10-0 Stade Dudelange
    (Benfica menang agregat 18-0)

    Gol terbanyak dalam satu partai:
    1969/70, 1st round:
    Feyenoord 12-2 KR (Reykjavik), total 14 gol

    Gol terbanyak dalam dua leg
    1965/66, 1st round:
    Stade Dudelange 0-8 Benfica
    Benfica 10-0 Stade Dudelange
    (Benfica menang agregat 18-0, total 18 gol)

    1968/69, 2nd round:
    Reipas (Lahti) 1-9 Spartak Trnava
    Spartak Trnava 7-1 Reipas (Lahti)
    (Spartak Trnava menang agregat 16-2, total 18 gol)

    1969/70, 1st round:
    Feyenoord 12-2 KR (Reykjavik)
    KR (Reykjavik) 0-4 Feyenoord (in Rotterdam)
    (Feyenoord menang agregat 16-2, total 18 gol)

    1979/80, 1st round:
    HJK (Helsinki) 1-8 Ajax
    Ajax 8-1 HJK (Helsinki)
    (Ajax menang agregat 16-2, total 18 gol)

Sumber:

Majalah Cetak Arena

DetikSport

2 comments:

  1. harya bimo, 8. November 2007, 23:01

    Mas maap gak comment artikelnya, mau nanya logonya baru ya? udah resmi belom?

     
  2. Andy N. Gultom, 9. November 2007, 7:12

    @ harya bimo :

    :) , betul mas ini logo baru….ada komentar ? atau ada usulan/saran ?

     

Write a comment: