Salute for Niels Liedholm
Salah satu legenda AC Milan, Niels Liedholm menghembuskan nafasnya yang terakhir pada tanggal 5 November 2007 silam.
Semasa hidupnya Liedholm tercatat sebagai salah satu dari segelintir personil Milan yang pernah menjabat sebagai pemain dan pelatih.
Liedholm, berposisi sebagai gelandang baik di timnas Swedia maupun AC Milan. Bersama-sama dengan Gunnar Nordahl, dan Gunnar Gren, membentuk trio Gre-No-Li tersohor ke seluruh penjuru eropa.
Liedholm punya andil dalam membawa Rossonero meraih scudetto 1951,1955,1957 dan 1959. Beliau juga tercatat mencetak 81 gol dalam 359 pertandingan bersama AC Milan (Wikipedia).
Untuk negaranya, Swedia, Liedholm berhasil memberikan gelar Runner Up Piala Dunia, setelah kalah dari Brasil dan Pele-nya pada final 1958.
Sebagai pelatih, Liedholm pun cakap dalam menjadi figur di balik layar, terutama di AC Milan dan AS Roma. Roma bahkan diantarnya menjadi Scudetto 1983, dengan memoles Roberto Falcao dan Bruno Conti sebagai pemain hebat.
Liedholm sangat sukses di Roma, karena selain scudetto, beliau juga memberikan Piala Copa 1981,1983 1984 dan runner up Piala Champions 1984.
Gre-No-Li sendiri merupakan cikal bakal trio pertama di AC Milan dan Liga Italia sendiri. Selanjutnya jejak mereka dinapaktilasi oleh trio Belanda (van Basten, Gullit dan Rijkaard).
Yang paling dikenal dari seorang Nils Liedholm adalah sportivitasnya, hal ini jelas tergambar dari statementnya berikut ini “It is too easy to stop a player by fouling him. Proper training teaches you how to win the ball without committing a foul, which is much more difficult… “
Source : wikipedia dan www.geocities.com (Photo)


