Siaran Bola TV Nasional : Komentator atau Narator ???
Bagi anda yang masih setia menonton siaran bola terutama liga champions di salah satu tv swasta nasional kita tentu sedikit banyak merasakan problem yang saya alami. Seperti yang kita ketahui, akhir-akhir ini siaran kompetisi paling bergengsi di eropa tsb disiarkan tanpa diiringi komentator berbahasa inggris (live commentator).
Mungkin hal ini dikarenakan oleh masalah teknis atau memang sengaja (baca: tuntutan sponsor) agar dapat lebih “nyaman” ditonton oleh masyarakat secara luas.
Untuk kedua alasan tersebut saya tidak keberatan sama sekali. Cuma yang jadi masalah adalah komentator lokal yang ditugasi menggantikan seringkali tidak mampu melaksanakan tugas tersebut dengan baik.
Sebagai informasi, biasanya dalam sebuah acara siaran langsung pertandingan bola paling tidak terbagi menjadi 3 deskripsi pekerjaan yakni :
-Host : Si pembawa acara
-Sport Analyst: Bertugas menganalisa jalannya pertandingan (biasanya duduk disamping host dan di Indonesia sering disapa dengan panggilan “bung”)
-Live commentator: komentator pertandingan yang dibagi lagi menjadi 2, yaitu: play-by-play commentator yang bertugas melaporkan aksi yang terjadi di lapangan selama pertandingan berlangsung, dan color commentator yang bertugas memberikan analisa dan informasi tambahan (background info) seperti statistik, strategi, bahkan terkadang pendapat, anekdot, dan rumor mengenai klub, pemain, wasit, dll. (Live commentator bisa juga dilakukan oleh satu orang dengan memadukan 2 fungsi tsb)
Walaupun penonton hampir tidak pernah melihat wajah seorang komentator, tetapi peranannya sangat vital. Bagi anda yang penonton setia tayangan bola atau maniak game WE di playstation tentu kenal dengan nama seperti Andy Gray, David Pleat, Ron Atkinson, atau Adrian Healey.
Atau kalau tidak kenal, sadar atau tidak sadar suara mereka pasti sangat familiar di kuping anda. Nah, mereka inilah yang menambah “greget” sebuah pertandingan bola dengan komentar yang smart, obyektif, berimbang, dan informatif.
Perpaduan harmonis antara play-by-play dan color commentator tersebut yang membuat pertandingan menjadi jauh lebih menarik dan seru untuk ditonton.
Tapi apa yang terjadi di siaran bola TV nasional kita? Seringkali justru si host acara dan football analyst yang semestinya bertugas meng-analisa dan membahas jalannya pertandingan malah bergantian menjadi komentator selama pertandingan berlangsung. Yang membuat saya gemas, sepanjang pertandingan mereka hanya mengulangi secara verbal (audio description) tentang apa yang terjadi di lapangan seolah-olah mereka sedang siaran di radio.
Saya rasa penonton bola di Indonesia sudah cukup smart sehingga tidak butuh seorang narator yang memberitahu setiap passing, tackling, dan tembakan yang terjadi di lapangan secara terus menerus. Toh kita bisa lihat dengan mata kepala kita sendiri. Ini menjadikan siaran bola tersebut menjadi membosankan dan monoton.
Yang lebih parah lagi, kadang si komentator “gadungan” tsb salah menyebutkan nama pemain atau keputusan wasit (ini sering terjadi kalau yang disiarkan klub yang kurang populer).
Apakah stasiun tv tsb kurang dana untuk menyewa komentator professional? Saya rasa masih banyak penggila bola termasuk para punggawa BOLANOVA yang rela tidak dibayar sekalipun untuk “mendapatkan kehormatan” sebagai komentator. Apakah anda berminat???
Source : www.jupiterimages.com (Photo)
Written by Harya Bimo



ulasan yg bagus… emang bener, sy sgt merasakan “keanehan” itu ketika nonton siaran liga Champions.
para komentator / produser acara bola di tv kita kaya’nya WAJIB baca artikel ini deh.. salut buat BN
@ zoel :
, saya mau cari email salah satu TV swasta,namun bnyk yg tidak aktif….mas zoel punya referensi ? hihihhihhihi
pujiannya akan saya sampaikan kepada mas harya bimo..
wah memang payah yaa TV di indonesia….
cuma nyari orang untuk ngomentarin jalannya pertandingan aja ga bisa….
mungkin kasarnya orang luar yg nonton siaran sepakbola dari TV swasta nasional kita bilang gini “gmn indonesia bisa bagus mainnya wong ngomentarin pertandingan aja ga becus”
jadi sedih kali aku liatnya…………
@ seno :
:)
)
payah nih, makanya undang-undang saya dan kita-kita dong di komunitas BOLANOVA…. ( ngarep mode on
@andy :
kayaknya mulai menjalankan misi2 pribadi nih bung(biar kayak komentator di TV2 itu)