Inggris (Tak) Pantas Lolos EURO 2008

Saya termasuk agak senang jika Inggris tak lolos dari EURO 2008. Alasannya, tentu saja karena Steven Gerrard dan Peter Crouch tak harus berjibaku dengan risiko cedera di ajang Piala Dunia Mini itu. Namun entah mengapa, hati kecil saya juga mengatakan gembira bila Inggris lolos. Semuanya mungkin karena pesona. Maksudnya?

Bagaimanapun, anak-anak McClown (begitu pers Inggris sering meledeknya) memiliki pesona tersendiri ketika berada di lapangan hijau. Sejelek-jeleknya permainan Inggris, nama nama seperti Rooney, Lampard, Gerrard, Rio Ferdinand, dan tentu saja David Beckham, sudah terlanjur memesona, terutama ketika bermain di klub masing-masing. Belum lagi media yang berperan membuat daya pesona mereka kian membesar.

Secara tim, Inggris sendiri bukanlah tim istimewa. Apalagi bila dibandingkan dengan permainan tim seperti Ceko, Belanda, Kroasia, atau Jerman. Permainan anak-anak Inggris terlalu textbook, miskin variasi. Satu-satunya variasi yang agak enak dilihat adalah dari kaki duo Chelsea, Shaun Wright Phillips dan Joe Cole. Selain dari itu, permainan bintang lainnya ketika menyandang baju Tiga Singa sangat jauh di bawah standar permainan mereka di klub masing-masing.

Siapa yang bersalah dalam konteks ini? Tentu saja, menurut saya McLaren berperan besar.  Ia tak berani mengambil risiko membuat dua pola dengan pilar Steven Gerrard atau Frank Lampard. Padahal, stok pemain Inggris cukup untuk dibuat skenario itu. Dengan pilar Lampard misalnya, maka penopangnya adalah SWP dan Joe Cole di sayap. Satu pemain lagi yang tipikalnya bisa masuk di skenario in adalah Michael Carrick.

Skenario kedua dengan Gerrard sebagai pilar, maka penopangnya adalah Aaron Lennon yang penempatan posisinya cukup yahud dan gocekannya lumayan maut. Gareth Barry tentu menjadi pendukung Steven Gerrard.

Kesalahan kedua adalah terlalu memercayakan Paul Robinson terlalu lama. Seharusnya, ia sudah mengambil keputusan ketika blunder kedua dilakukan Robinson. Penggantian yang paling tepat seharusnya dilakukan setelah blunder melawan Kroasia. Di sini, pengganti yang paling tepat tentu saja menurut saya adalah Scott Carson, mantan kiper timnas U-21 yang kemudian menjadi matang di bawah asuhan Martin O’Neill di Aston Villa. Kiper Liverpool ini punya antisipasi bagus, dan reaksinya juga cepat. Namun, McLaren terlalu takut risik0. Berlama-lama ia memainkan risiko itu dan kini nasib Inggris dipertaruhkan.

Steven Gerrard meminta kesalahan ditimpakan pada para pemain –bukan pada McLaren– jika Inggris sampai tak lolos ke Euro 2008.  Sori Stevie, boleh-boleh saja kamu bilang begitu. Tapi otak di balik kegagalan tentu saja ada pada pundak pelatih. Tentu saja, seandainya Inggris lolos, McLaren pulalah yang pertama kali harus diberi selamat.

1 comment:

  1. zoel, 16. November 2007, 22:04

    sy prnah di posisi McClown meski cuma di FM :) , agak dilema memang mamainkan Lampard-Gerard scr bersamaan di posisi central midfield, tentunya dgn ditopang dua sayap (Cole-SWP, atau Downing-Lennon), meskipun di FM hal itu tdk terlalu masalah, tp “agak mubazir” menjadikan salah satu dari Lampard/Gerard sbg “breaker”, karena naluri menyerang keduanya hampir sama baiknya… (waduh, koq jadi ngomong FM ya)

    mungkin McClown harus siap2 terbang ke Timur Tengah (tel aviv) u/ melihat lgsng Israel v Rusia, sambil banyak berdoa…. kalaupun Rusia akhirnya berhasil menang atas Israel, toh McClown tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke “tembok ratapan”, hehehehe…. :D

     

Write a comment: