Bienvenuto ITALY !!!
Selamat Datang di Piala Eropa 2008 bagi Italia !!! Kepastian ini diperoleh setelah membungkam tuan rumah, Tartan Army, Skotlandia, 2-1.
Serangan kilat pertama, di menit ke 2, dari Azzurini berhasil dikonversi Luca Toni menjadi gol, sang pengumpan adalah Antonio Di Natale, setelah sebelumnya disuplai oleh Gianluca Zambrotta. Gol ini langsung membuat Hampden Park menjadi hening, 0-1.
Bak ingin membuktikan diri mengenai kepantasan Juara Dunia 2006, Italia bermain dengan cara yang berbeda, selama 15-18 menit pertama, pressure dan possession football, mutlak dikuasai anak-anak asuhan Roberto Donadoni.
Menjelang turun minum, Skotlandia beroleh peluang terbesarnya dalam pertandingan ini. Sundulan centre back, David Weir ke gawang atas Italia, hampir saja berbuah gol, jika saja Andrea Pirlo tidak menghalaunya.
Di menit 65, terciptalah gol penyama kedudukan dari kaki Barry Ferguson. Free Kick James McFadden, berbelok dan mengenai kaki Lee McCulloch, efek tembakannya masih dapat diantisipasi Buffon, namun bola rebound tersebut langsung disambar oleh Ferguson, 1-1.
Masuknya Kenny Miller (yang boleh dibilang sangat terlambat) menggantikan Scott Brown di menit 74, menambah intensitas serangan Tartan Army. Variasi dan kreasi serangan Skotlandia menjadi sangat berbahaya. Diantaranya sebuah tusukan yang diakhiri crossing indah kepada McFadden. Sayangnya, eksekusi McFadden masih melebar di samping gawang.
BOLANOVA cukup kaget dengan “perjudian” Alex McLeish, yang tidak memasang Kenny Miller sebagai starter. Miller adalah pencetak gol penyama kedudukan, ketika bermain imbang 1-1 melawan Italia di pertandingan sebelumnya. Akibatnya McFadden bermain sebagai solo striker dalam pola 4-5-1.
Padahal the Scottish terbiasa bermain dengan 4-4-2. Mungkin McLeish terlalu grogi menghadapi “pertandingan terbesar” dalam hidupnya. Suplai serangan pun menjadi terhambat, karena McFadden tidak dapat berekspresi dengan baik sebagai pemantul dan eksekutor.
Skotlandia, akhirnya “benar-benar” dihukum oleh Italia, ketika di menit 90, sundulan full back old crack, Christian Panucci, memanfaatkan free kick Pirlo, menghujam gawang Craig Gordon, 1-2. Ada sedikit kontroversi, di balik free kick Pirlo tersebut (baca : Italia menang karena wasit !).
Hasil ini dengan demikian menutup langkah Skotlandia ke putaran final Piala Eropa 2008 di Swiss-Austria. Sekaligus memuluskan langkah 2 finalis Piala Dunia 2006, Italia dan Prancis ke fase selanjutnya.
Acungan jempol layak diberikan kepada Italia, mereka seakan membuktikan diri dan mendedikasikan kemenangannya untuk Gabrielle Sandri (suporter yang tertembak, minggu lalu).
Source : www.gettyimages.com by Andrew Yates (Photo)



Kemenangan ini sekali lagi membuktikan “KARAKTER” tim italy yang sepertinya semakin kuat justru ketika tertimpa masalah.
menurut sy pribadi (yg bukan fans fanatik italia), dalam pertandingan hidup-mati ini yg menentukan adalah “mental juara” italia, yg sudah teruji di turnamen2 akbar sekelas piala dunia, piala eropa, hingga klub2nya di ajang antraklub eropa. pemain2 skotlandia memang berjuang keras mengimbangi & mengalahkan italia, tapi lagi2 mental pemain2 skotlandia mungkin belum teruji di partai super menentukan seperti ini, saya masih ingat ketika skotlandia dikalahkan oleh “majikan”nya, inggis, di babak play-off piala eropa 2000 (kalau saya ga salah ingat), kala itu juga di hampden park, skot kalah 0-2, tapi ketika bermain di wembley (sebelum direnovasi) skot berhasil mengalahkan inggris 1-0 lewat gol tunggal Don Hutchinson.
selamat u/ italia, salut u/ perjuangan para highlinder skotlandia yg memberi warna di penyisihan grup yg juga diisi oleh bbrpa tim kuat lain seperti Prancis dan Ukraina.
Setuju dengan bung andy yang menyatakan bahwa Kenny Miller terlambat masuk. Bagi saya, hal tersebut adalah tanda keraguan dalam pasukan Tartan Army yang bertujuan mencari imbang dalam pertandingan tersebut.
@ yopie pieters :
terima kasih atas komentarnya mas yopie, McLeish kayanya mau main safe utk dpt 1 poin saja, akibatnya malah jadi kontraproduktif
soal gol yg kontroversial, menurut saya, TIDAK…proses free kick adalah murni on the field, toh terlepas dari kontroversi, golnya sendiri kan bukan dr direct free kick ?? Jadi saya sependapat dengan anda