2 Hari menuju Euro 2008
Mari kita lupakan sejenak tim Inggris dengan peluangnya menuju Piala Eropa 2008. Masih terdapat partai menarik lainnya, yaitu Turki VS Bosnia Herzegovina.
Bagi Turki, Euro 2008, hanya berjarak 2 hari saja dari sekarang. Kepastian mereka lolos, akan sangat ditentukan oleh pencapaian di partai puncak ini.
Mari kita telaah dulu posisi klasemen Grup C :
Peringkat I (dan pasti lolos), Yunani dengan 28 angka.
Peringkat II, Turki dengan 21 angka.
Peringkat III, Norwegia dengan 20 angka.
Dengan demikian, Turki dan Norwegia, masih memiliki peluang lolos. Pada saat Turki memainkan partai kandangnya melawan Bosnia, Norway akan menghadapi Malta.
Secara teoritis, Norwegia akan “mencukur” Malta, dan jika itu yang terjadi, Turkiye HARUS menang di Ali Sami Yen.
Permasalahannya, tidaklah semudah itu. Bosnia bukanlah tim kacangan, yang mudah ditaklukkan. Asal tahu saja, dalam 2 partai terakhir, Bosnia memenangkan pertarungannya melawan Turki. Khususnya di partai terakhir, yaitu di penyisihan putaran pertama, ketika di kandang, Bosnia mengungguli anak-anak asuhan Fatih Terim, dengan skor 3-2.
Namun, melihat penampilan dan spirit pasukan merah dalam partai terakhir melawan Norwegia, hasil tersebut bisa dikesampingkan. Menang 2-1 di kandang lawan, setelah tertinggal lebih dahulu, dan berada dalam posisi yang tidak menguntungkan, merupakan pencapaian yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.
Entah apa yang diucapkan oleh Fatih Terim, untuk memompa semangat prajurit muda Ottoman. Turki yang sekarang memang telah berubah. Nama-nama seperti Hakan Sukur, Rustu Recber, Hasan Sas, Tugay dan Alpay Ozalan, telah digantikan oleh Tuncay Sanli, Demirel, Hamit Altintop dan Nihat Kahveci. Tercatat, mungkin hanya Emre Belozoglu, pemain senior yang masih bertahan di skuad bulan dan bintang ini.
Dalam proses peralihan tersebut, inkonsistensi permainan, memang kerap menerpa skuad Turki. Sebagai eks juara ketiga Piala Dunia 2002, prestasi ini bukanlah sesuatu yang kerap dibanggakan. Fatih Terim bukannya tidak teruji, namun secara teknis, era emas Turki memang sudah lewat. Sekarang Turki yang baru sedang digalang kembali, dengan poros Nihat-Emre-Cetin.
Terim yang notabene penggemar sepakbola indah, memang sedikit kesulitan dalam memperbaiki sektor pertahanannya. Ketiadaan gelandang petarung tangguh, membuatnya memasang 2 playmaker secara bersamaan. Emre yang fokus di setpiece dan penjelajah, serta Altintop, yang punya naluri mencetak gol. Akibatnya, banyak lubang terbuka di sektor belakang.
Pasca pensiunnya stopper tangguh Alpay Ozalan, Turki nyaris hanya dapat bergantung kepada pemain senior Emre Asik, untuk mengkoordinasikan sektor backfournya.
Masih banyak PR bagi Fatih Terim, namun sebaiknya dia fokus dulu menghadapi Bosnia.
Turki atau Norwegia ???
Source : www.bbc.co.uk (Photo)


