Bedah Belanda ala BOLANOVA
Liputan hari ini akan berfokus kepada tim dari negara kincir angin, Belanda. Pamor negara penghasil keju tersebut, tanpa terasa makin lama, makin memudar.
Belanda, “lebih dikenal” sebagai negara “berpotensi” untuk menjadi yang terbaik. Dan pada prakteknya, memang hanya sebatas itu saja. Potensi yang selalu tersimpan, terbungkus dalam darah muda personilnya. Tanpa tahu, kapan “ledakan” tersebut keluar dari empunya Total Football.
Sedari dulu, saya hampir tidak pernah menyaksikan Belanda yang “berkarat” seperti Jerman ataupun Italia. Tim Oranye, hampir selalu berintikan permata-permata yang belum terasah dan siap dipanen. Artinya sebenarnya, secara bakat, teknik, dan materi Belanda siap bersaing dengan tim apa saja.
Satu lagi yang membuat Belanda cukup fokus, adalah patron permainan. Hampir pada setiap penampilannya, penguasaan lapangan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi. Bahkan jika mereka berhadapan dengan Brasil dan Argentina, sekalipun, Belanda tetap memegang keunggulan possession football.
Sangat menarik untuk mengupas skuad Belanda menuju Euro 2008, di bawah asuhan Marco van Basten. Sang maestro sebenarnya masih “mencari-cari” ramuan yang tepat bagi timnya, terutama untuk mendapatkan “perasan” terbaik dari setiap susunan pemain di lapangan.
Edwin van der Sar, masih merupakan yang terbaik di bawah mistar. Inilah kiper terbaik kedua Belanda sepanjang masa (setelah Hans van Breukelen) Kepercayaan diri dan shot stoppingnya, masih memberikan kenyamanan bagi lini belakang. Deputinya, adalah seorang anak muda bernama Maarten Stekelenburg. Pengalaman bermain regular di Ajax, membuat skillnya makin terasah.
Beralih ke pemain belakang. Sektor ini (lagi-lagi), masih merupakan titik terlemah tim Oranye. Duet stopper, Andre Ooijer dan Joris Mathisen, hanya bagus di penjagaan daerah. Dalam man to man marking, mereka kalah sprint dan teknik. Seorang tukang jagal dari Sevilla, Khalid Bouhlarouz, mungkin dapat menambalnya, tetapi kelemahannya, dia bermain “kasar” dan rentan kartu merah.
Beruntung Holland, masih punya Van Bronckhorst, yang makin tua makin menjadi. Di sisi kiri, van Basten juga masih punya Royston Drenthe, yang bermain energik dan penuh tipu daya. Usulan saya, tolong panggil Gianni Zuiverloon, bek kanan U-21, yang punya kemampuan overlapping hebat. Dan “jajal” juga rekannya, Ryan Donk dari AZ Alkmaar, yang sangat tenang dan kuat di udara.
Lini tengah, merupakan lini “reformasi”. Banyak nama-nama baru di sektor ini. Van Basten semakin mengandalkan “kebebasan” Wesley Sneijder untuk berkreasi (meskipun dia bukanlah seorang playmaker). Demy De Zeeuw, coba berfungsi sebagai Gattuso-nya Belanda, yang terkadang hanya berlari tidak berorientasi. Hedwiges Maduro ditugaskan sebagai penyeimbang, untuk mengcover Rafael Van der Vaart, yang diposisikan sebagai gelandang serang.
Usulan dari BOLANOVA ? Clarence Seedorf akan jauh lebih efektif untuk “menarik” pemain lawan dan memberikan ruang kosong untuk para penyerang. Jadi “tariklah” Sneijder lebih ke midfield area.
Lini terkuat Belanda adalah sektor penyerang (namun hanya sebatas nama besar). Secara bukti, lain lagi hasilnya. Belanda “melempem” dengan torehan golnya. Ruud van Nistelrooy, Dirk Kuyt, van Persie dan Arjen Robben, bermain eksepsional di klubnya masing-masing, namun “layu” di timnas.
Van Basten perlu menyadari, bahwa kekuatan terbesar Belanda adalah sektor serangan via sayap. Untuk itu, “singkirkan” Kuyt, yang memang bagus secara determinasi, namun tidak efektif dalam dribbling. Paksakan Robben dan van Persie untuk mengeksploitasi pinggir lapangan. Variasikan juga dengan Ryan Babel, Drenthe atau Ibrahim Afellay.
Sebagai finisher, “berjudilah” dengan Klaas jan Huntelaar, meskipun berbeda jauh dengan Johan Cruyff, permainannya masih fresh dan tidak gampang ditebak. Nyaris semua klub Eropa menginginkannya. Dengan bimbingan dari Ruud van Nistelrooy, Huntelaar akan menjadi rising star di Austria-Swiss 2008.
Source : www.futbalportal.sk (Photo)



heitinga kok ga masuk ndy????????????
apa dia memang ga masuk timnasnya londo?????
perasaan aku dia mainnya bagus kali dan kuat kayak puyol
Secara skill, teknis, pengalaman, nama besar, belanda udah ga diraguin. tapi tim ini masih punya handycap yang ga pernah hilang….mentalnya buruk (baca: semangat juang).
dua kali masuk final Piala Dunia…tapi tanpa juara. beruntung mereka punya trio Gullit, Rijkaard dan Van Basten (yang mentalnya jempolan karena tertular AC Milan) hingga bisa juara eropa 88.
@ seno :
Heitinga masuk ko sen…cuma mending di main di bek tengah deh…supaya si Zuiverloon main di kanan…
@ hedi :
yah, begitulah….mental belanda memang kayak tempe….ga ada semangat juangnya…apalagi klo sudah masuk ke sistem gugur/babak adu penalti…..ulasan kali ini saya tulis mengenai starting elevennya….utk ulasan mental, mungkin bung hedi mau menambahkan ?
[…] Afellay (foto kanan atas), sudah pernah muncul dalam “seonggok” kalimat pada artikel “Bedah Belanda ala BOLANOVA”. Di situ saya menulis bahwa pemain tersebut dapat menjadi solusi Belanda di sektor sayap. […]