Rimba Papua yang menyimpan Sejuta Talenta
Ketika kita mendengar kata Papua (Irian Jaya) mungkin di benak kita membayangkan satu daerah “primitif” dengan hutan lebat dan kehidupan liar, tetapi tahukah kita di daerah yang di bilang “primitif” itu tersimpan kekayaan alam yang melimpah ruah.
Kekayaan papua tidak hanya terbatas pada alam saja, banyak potensi lain yang di miliki oleh penduduk papua mulai dari juara dalam bidang akademis hingga atlet-atlet berbakat.
Dalam sepakbola misalnya, kita semua pasti sudah mengenal nama-nama besar seperti Eduard Ivak Dalam, Elie Aiboy, Ortizan dan Boaz Solossa atau yang terbaru Ian Kabes dan banyak lagi. Mereka adalah putera-putera asli papua yang menjadi andalan di klubnya masing-masing.
Salah satu ciri yang paling menonjol dari pemain papua adalah mereka diberkahi dengan kekuatan fisik walau tidak sedikit yang memiliki teknik yang mumpuni, mungkin sedikit mirip dengan masyarakat Brazil yang hidup dalam kemiskinan dan sepakbola adalah satu-satunya cara yang mereka tahu untuk merubah itu.
Bedanya kehidupan di alam terbuka yang keraslah yang menempah fisik orang-orang papua agar dapat bertahan hidup bedanya mereka tidak melihat sepakbola sebagai jalan untuk merubah keadaan tersebut. Sebut saja Boaz Solossa.
Kita tentu masih ingat bagaimana Boaz mengacak-acak pertahanan lawan pada masa kepelatihan Peter White di timnas kita, Bek-bek lawan seperti hilang akal untuk menjaga Boaz yang begitu cekatan dan tak terkejar ketika menggiring bola, di berkahi dengan kecepatan dan di tunjang dengan teknik yang baik walau belum sempurna (mungkin karena tidak adanya pembinaan yang baik untuk pemain muda kita) sudah cukup untuk menyusahkan pemain lawan untuk menghentikan laju Boaz.
Ian Kabes adalah nama terbaru yang muncul dalam kancah sepakbola nasional kita, bermain untuk tim amatir lalu di promosikan Kolev untuk bermain di timnas junior. Kabes juga mempunyai kekuatan fisik yang hebat serta teknik yang lumayan bagus itu terlihat dari caranya melewati beberapa pemain Argentina dalam pertandingan persahabatan melawan tim-tim argentina beberapa waktu kemarin.
Itu semua sudah cukup menjadi bukti kehebatan pemain-pemain asal papua atau paling tidak itu semua cukup untuk membuat saya optimis bahwa masih banyak lagi putera-putera papua baik yang sudah bermain untuk klub-klub amatir atau yang masih hidup di dalam lebatnya rimba papua yang memiliki bakat alam dan dengan pembinaan yang baik dan benar serta profesional bukan tidak mungkin ada pemain indonesia yang bermain untuk klub-klub besar eropa sekelas MU, Milan, Real Madrid atau Munich.
Saya pernah mendengar petuah bijak sepakbola yang tidak di ketahui sumbernya tentang syarat pemain bintang yaitu :
“Teknik, skill dan visi itu bisa di pelajari dan di dapat dari pertandingan tetapi kekuatan fisik yang menakjubkan itu adalah berkah yang tidak dimiliki semua orang”.
Source : www.nhandan.com (Photo)
Written by SUSENO



setuju sekali, banyak sekali kita menemukan pemain bagus dari indonesia bagian timur, lihat aja dulu lessi, salossa bersaudara, ian kabes, dan masih banyak lagi. Mungkin saatnya sekarang bagi PSSI untuk memperkuat pembinaan bibit-bibit pemain bola dari indonesia timur.
Asal bisa mengontrol kebiasan minum miras (bagi yg suka minum) saya yakin banyak bintang baru papua yg bisa diorbitkan ke level yg lebih tinggi
Yap…yang dibutuhkan masyarakat papua adalah pendidikan yg mumpuni. Kekuatan fisik disertai dengan disiplin dan otak yg cerdas pasti dashyat hasilnya…
saya harap ada pihak yang mau mendirikan akademi sepakbola di papua yang berstandar internasional, karena faktor itu yang menjadi kelemahan pemain sepak bola papua yakni kurang memiliki teknik dasar sepakbola yang baik.