Dilema Kiper Mahal EPL
Sejak periode awal 2000-an, tekanan bagi seorang penjaga gawang (kiper) di klub-klub Premiership sangat tinggi, terlebih untuk kiper “lokal” yang mempunyai bandrol tinggi.
Masih ingat saat Richard Wright yang digadang-gadang sebagai penerus David Seaman di Arsenal gagal bersinar, padahal transfernya kala itu cukup besar, sekitar 6 juta pounds saat Arsene Wenger menariknya dari Ipswich Town.
Tidak bersinar di Arsenal, Richard Wright hengkang ke Everton, di sana pun dia berada di bawah bayang-bayang “orang asing”, Tim Howard. Bahkan musim ini pun nasib Richard Wright masih manjadi nomor dua dibawah kiper utama West Ham, Robert Green.
Pun demikian saat Paul Robinson, yang kala itu didatangkan oleh Tottenham Hotspurs dari Leeds United, meskipun sukses sebagai suksesor David Seaman di bawah mistar timnas Inggris, nyatanya lebih menonjol pemberitaan tentang blunder demi blunder yang dilakukannya baik di tingkat klub maupun timnas.
Beberapa nama lain seperti Ben Foster dan Scott Carson yang disebut-sebut sebagai kiper masa depan Inggris pun prestasinya tidak begitu menonjol, bahkan nama terakhir menjadi pesakitan pada debutnya bersama timnas Inggris.
Terakhir, meskipun bukan asli lokal Inggris, Craig Gordon, kiper Sunderland yang awal musim ini direkrut dari Hearts of Midlothian (Skotlandia) dengan rekor transfer kiper termahal senilai 7 juta punds, kemasukan lebih dari setengah lusin gol oleh saat Sunderland kalah telak 1-7 dari Everton di Goodison Park pada lanjutan Liga Inggris, 24 Nopember 2007 kemarin.
Dalam lima musim terakhir, hanya beberapa kiper di pentas Premiership yang boleh dibilang bermain cukup stabil. Untuk klub-klub papan tengah, bisa kita ambil contoh nama-nama seperti Shay Given (Newcastle), Jussi Jaaskelainen (Bolton), Brad Friedel (Blackburn), Mark Schwarzer (Boro) hingga Tim Howard (Everton). Sedangkan untuk klub papan atas, Pepe Reina yang di awal musim lalu dianggap sebagai “pemain voli” di depan gawang Liverpool, sekarang sudah mulai tampil konsisten.
Peter Cech yang sempat cedera serius di kepala langsung stabil permainannya begitu sembuh dari cedera. Edwin van der Sar meskipun telah digerogoti usia, masih belum tergantikan oleh Robert Kusczak, nasib Jens Lehmann di Arsenal tidak sebaik van der Sar karena sekarang “dijadikan yang kedua” oleh Wenger setelah Manuel Almunia.
Ironisnya, dari deretan kiper-kiper yang tampil cukup konsisten tersebut tidak satupun berkewarganegaraan Inggris. Sebuah tantangan yang cukup besar buat Inggris, menyusul kegagalan mereka melaju ke putaran final Piala Eropa 2008. Apalagi kiper-kiper timnas Inggris “dikenal” sering berbuat blunder, sejak era (Peter Shilton, David Seaman, David James, Paul Robinson, dan yang terakhir (meskipun masih terlalu dini untuk menyebutkannya) Scott Carson.
Source : www.viemimages.com (Photo)
Written by Zulfikar Zoel Aleksandri



coba cech itu berkebangsaan inggris pasti hari2 ku berbunga-bunga
@ seno :
huahahhahahha, ngarep yak….kacian deh lo
wkwkwk…jgn ampe dah cech jadi inggris…xixxixixi…never ever…..in yourrr dreeeaaaammmmm…. :p :peace:
yah namanya juga berandai2 masa ga boleh… hikz..hikz…
kejem amat sih abg2 sekalian…. iahihaihiahihaihai
ya aku liat salah satu masalah inggris adalah pada sektor kiper alias penjaga gawang. dari semua gol yang masuk ke gawang inggris lebih banyak yang berawal dari kesalahan kiper atw pun kurang piawainya kiper yang bertugas
kayaknya emang susah nyari kiper kw1 di inggris, kirkland kok ga di coba yaa?????? kayaknya ni kiper lumayan menjanjikan….. (i hope)hiahihaihiahihai