Dynamic Duo
Seperti biasanya, saya akan memulai edisi BOLANOVA hari ini dengan sebuah cerita pendek.
Pembaca BOLANOVA yang budiman. Pemilihan pilkada Jakarta, beberapa waktu silam, meninggalkan sebuah jargon andalan dari salah satu calonnya “ Jakarta ? Serahkan pada ahlinya…..”
Sebuah ungkapan manis, yang boleh dibilang cukup berprospek, entah prospek bagus atau buruk, yah liat-liat nanti lah….
Setelah Gubernur terpilih, sekarang saatnya menunggu pemenuhan janji-janji tersebut. Apakah ahli atau bukan, yang jelas, sudah menjadi tanggung jawab moral atas semua jargon yang telah dikumandangkan.
Maaf kalau sedikit “maksa”, tetapi dalam bidang yang berbeda, Fabio Capello, punya jargon yang kurang lebih sama “Bek kanan ? Serahkan pada (Panucci), dia ahlinya…..
Hubungan dekat Don Fabio dengan Panucci memang bagai Batman and Robin. Dynamic duo, yang secara hirarki punya kewenangan berbeda (Batman tetap bosnya Robin, khan …. ???). Namun dalam prakteknya di lapangan, Capello sangat percaya dan yakin akan kualitas Panucci.
Christian Panucci, bukanlah “produk asli Milan”, beliau dicomot dari Genoa pada tahun 1993. Atas usulan siapa ? Don Fabio tentunya. Sepertinya si bos, sangat percaya pada kemampuan anak muda berusia 19 tahun ini. Starter sebagai bek kanan, langsung diberikan kepadanya. Padahal waktu itu Mauro Tassoti (bek kanan Milan), sedang di puncak performa.
Tak butuh waktu lama, Panucci menjelma menjadi bek kanan mumpuni. Kuat dalam bertahan, dan sesekali saja membantu penyerangan. Panucci memang diplot untuk fokus di pertahanan, karena Milan saat itu sudah punya sektor gelandang dan penyerang yang kuat di offense.
Permainannya yang simpel, tanpa banyak kutak-katik, kemudian passingnya yang akurat, serta penjagaan zona yang nyaris sempurna, merupakan karakteristik tersendiri bagi pemain berponi ala Beatles ini.
Capello melatih di Milan dari tahun 91-96, Panucci melakukannya dari tahun 93-96. Ketika Don Fabio pindah ke Madrid, Panucci pun diboyongnya. Selesai dari Madrid, dan pindah ke AS Roma, 1999-2004, Capello kembali membawa mudik Panucci (meskipun baru dibawa pada tahun 2001).
Sebegitu “kuatnya” hubungan mereka. Sehingga bagi Capello, Panucci adalah nama “generik” untuk right full back. Bagai odol (yah pepsodent) atau air kemasan, Panucci-lah aquanya.
Harap dicatat, hal unik ini terjadi di tengah kompetisi ketat, yang menghadirkan aneka rupa tipe pemain hebat di berbagai posisi lapangan. Tetap saja Capello SELALU mempercayakan satu tempat di sisi kanan lapangan kepada Christian.
Dalam scope yang lebih kecil, yaitu di Liga Indonesia, kejadian serupa juga terjadi diantara Benny Dolo dan Firman Utina. Firman “ditemukan” oleh Bendol (nama akrab Benny Dolo) dalam sebuah pertandingan tarkam di Manado. Selanjutnya Bendol menyematkan posisi gelandang serang kepada dirinya di Persma Manado.
Ketika Bendol pindah ke Persita Tangerang, Firman turut dibawanya. Melanglang buana ke kota apel Malang, untuk melatih Arema, lagi-lagi Firman diboyongnya kembali. Terakhir, pulang mudik ke kota Tangerang, guess what ? sang dirijen mungil ini kembali diajaknya ke “peraduan”.
Sebegitu pentingnya-kah Firman bagi Benny ? Dalam sebuah wawancara Bendol pernah berujar bahwa belum ada pemain sepakbola Indonesia sehebat Firman.
Bagi Bendol , Firman adalah tipe pemain “liar” yang tak kenal takut dan punya kecepatan lari mengagumkan untuk mengelabui bek-bek lawan. Dan karakter ini masih tiada duanya.
Bagaimana rasanya bagi Panucci dan Firman Utina ? Kalau saya jadi mereka, saya akan bercerita kepada anak-cucu saya, bahwa bapak/kakekmu ini akan cuma menjadi orang “biasa”, jika tidak bertemu dengan Fabio/Bendol.
Source : www.allposters.com (Photo)



benernya robin dan batman itu adalah :
Mateja Kezman dan Arjen Robben…
sayang di Chelsea hubungannya jadi brantakan gara2 mr Two Face…. wkwkkw….
@ anov :
kezman ? bukannya Kezmanian Devil ? klo kezman dan robben = batman and robin, masa batmannya lebih pendek drpada robinnya…aneh ah (pake dibahas lg…) hihhihhiihh
tapi kemaren waktu ngelatih juve kenapa panucci ga di ajak yaa….????????
@ seno :
soalnya, panucci ga dibolehin sama luciano moggi utk ditarik, sebab wktu itu Juve dianggap cukup kuat dgn thuram di kanan…