Kekalahan Pertama Arsenal Musim Ini
Arsenal mengalami kekalahan pertama musim ini di semua liga yang mereka ikuti. Hasil 1-3 di penyisihan Liga Champions membuat mereka gagal memuncaki klasemen karena selisih angka dua dengan Sevilla. Akankah kekalahan pertama ini berentet dengan kekalahan berikutnya di liga-liga lainnya?
Itulah kebiasaan buruk Arsenal. Di musim 2003-2004, Arsenal sempat menjalani satu musim tanpa satu kekalahan pun. Akan tetapi, begitu kemenangan itu dihentikan oleh Manchester United, Arsenal lalu bermetamorfosa menjadi sebuah tim yang gampang ditekuk lawan.
Adalah Eduardo da Silva, pemain Kroasia kelahiran Brazil, yang sebenarnya memberi harapan akan kelanjutan kedigjayaan Arsenal ketika bertandang ke kandang Sevilla. Di menit ke-11, pemain yang baru didatangkan Wenger musim ini berhasil mengoyak gawang Andreas Palop.
Sebuah pertahanan buruk yang diperagakan Gilberto Silva membuat rekannya di tim nasional Luis Fabiano membawa Sevilla unggul di menit ke-34, setelah sebelumnya Keita menyarangkan gol penyama kedudukan pada menit k-24. Daaaaaaaaaaaaaaan, setelah berkali-kali gagal mengubah peluang menjadi gol, striker utama Sevilla Fredi Kanoute akhirnya beroleh kesempatan pula menyarangkan bola ke gawang melalui sebuah tendangan penalti di menit-menit akhir menjelang pertandingan usai.
Meski sudah memastikan lolos, Arsenal memang datang ke Sevilla dengan kekuatan penuh. Ia memainkan seluruh pemain kuncinya pada laga ini, mengingat target yang dibawa Arsenal adalah menjadi juara grup, dengan harapan memudahkan tim London ini ketika menghadapi lawan di babak penyisihan. Almunia, Justin Hoyte (Sagna 66), Toure, Senderos, Traore, Eboue, Fabregas (Rosicky 56), Silva, Denilson, Eduardo (Walcott 81), dan Bendtner menunjukkan seberapa serius Arsene Wenger ingin memenangi pertandingan ini.
Namun, begitulah. Hasil di lapangan kadang tak selalu bersahabat dengan keinginan di kepala. Dan yang masih agak diragukan dari sisi Arsenal adalah membuat kekalahan ini tidak merembet ke kompetisi lain.



seperti layaknya seorang rival..
gw berharap arsenal sekarang dapet giliran jadi tim sial di BPL
Chelsea dan MU udah ngerasain diawal musim, dipecatnya Mourinho membawa Chelsea menuju trend kemenangan, begitu juga dengan MU, setelah tertatih2 diawal musim dipertengahan melaju dengan trend yang maknyusss banget.. 4 gol selalu disarangkan kegawang lawan..
Liverpool yang diawal musim menjanjikan, sampai menekuk derby county 6 gol tanpa balas, malah memble setelah jeda internasional game, setelah kemenangan pada game derby yang selalu dramatis, liverpool mulai membaik dan puncaknya dengan membukukan rekor UCL dengan kemenangan 8 gol tanpa balas, dilengkapi kemenangan cantik persembahan Steven Gerrard atas Newcastle United…
So, The Big Four, sudah merasakan masa surut, semoga, “maunya gw” arsenal juga merasakannya… yah minimal sampe LFC bisa nangkring lagi diperingkat atas..
mantabssssss…..
Yah namanya juga bola, kadang menang tapi kadang bisa juga kalah. Justru kalo menang terus-terusan malah bosenin, betul ? (nggak…)
Tapi sebenernya kecewa juga sich secara saya g gitu demen ama Sevilla. Walaupun sudah pasti lolos kok bisa kalah 3-1 itu kan lumayan gede. Ya semoga aja ngga jadi terus-terusan kalah
kalo menurut aku arsenal musim ini memang mantab mainnya, dengan pemain2 muda berbakat yang bakal menjadi pemain2 hebat nantinya (kehebatan wenger itu mengasah pemain biasa jadi bintang). sebenarnya aku pengen MU dan Liverpool juga gitu tp kayaknya masih berat(aku pengen liat jack hobs atw liendfield main di tim senior). sejujurnya aku pengen pelatih seperti wenger lah yg ada di mu atw liverpool (MU itu hatiku dan liverpool cinta pertama ku) ga punya perinsip kali ya…. hhihhihiihihihi