Dream Match (Part II)
Jerman Vs Inggris
Salah satu partai favorit banyak fans di Eropa. Pertandingan keduanya sangat layak dijual, karena penuh muatan politis dan determinasi. Alasannya sudah jelas….PERANG DUNIA II. Perang Dunia II merupakan alasan yang didengang-dengungkan banyak pihak sebagai bumbu untuk “menyerang” Jerman di lapangan hijau. Penindasan Jerman terhadap berbagai negara di dunia (khususnya di Eropa), menimbulkan luka yang mendalam bagi banyak bangsa, yang merasa perlu “membalas dendam” lewat hal lain terhadap Jerman.
Begitupun dengan Inggris, sebaliknya bagi Jerman, ada hal lain yang membuat mereka selalu memperoleh “tenaga ekstra” ketika menghadapi Inggris dalam partai-partai besar, yaitu kontroversi kejadian Piala Dunia 1966. Pada Piala Dunia 1966, terjadi kejadian yang masih menjadi kontroversi sampai pada hari ini.
Final PD 1966, mempertemukan Jerman Vs Inggris di Stadion Wembley, skor 2-2, sampai pada saat seorang pemain Inggris, Geoff Hurst, melakukan tembakan keras mengenai tiang atas dan memantul ke bawah ke arah garis gawang, lalu ditangkap oleh kiper Jerman. Pada saat itu juga, hakim garis memutuskan itu gol, padahal bola tersebut belum melewati garis gawang. Sempat terjadi protes dari kubu Jerman, namun gol akhirnya tetap dinyatakan sah. Hasil selanjutnya dapat ditebak, Inggris menang 4-2, dan menjadi juara piala dunia 1966.
Boca Juniors Vs River Plate
Representasi lain dari perjuangan kaum buruh dan masyarakat kelas bawah Argentina (Boca) yang ingin “mengusik” kemapanan kaum elite (River Plate). River dan Boca sama-sama pemasok pemain-pemain berkualitas bagi Liga Eropa. Diego Maradona, Roman Riqulme, Walter Samuel, Carlos Tevez adalah produk dari Boca Juniors, sedangkan River Plate tidak mau kalah, dengan binaannya yaitu Ariel Ortega, Pablo Aimar, Hernan Crespo maupun Javier Saviola. Boca Vs River akan selalu menghadirkan antusiasme dalam setiap pertemuannya
AC Milan Vs Juventus
Keduanya adalah penguasa Liga Italia. Rentetan gelar dan prestasi menunjukkan bahwa AC Milan punya kehebatan rekor di Eropa, sedangkan Juventus mendapatkan banyak gelar di kejuaraaan domestik (Liga Italia). AC Milan memiliki kecenderungan permainan menyerang, Juventus lebih menekankan pada pertahanan yang kokoh sebagai dasar dari permainan. Akan tetapi, seperti semua pertandingan lainnya, hasil akhir tetaplah tujuan utama dari kedua tim.
Dortmund Vs Schalke
Lembah Ruhr adalah kawasan di sebelah Utara negara Jerman, tempat kedua klub ini bernaung. Borussia Dortmund merupakan tim kebanggaan kaum elite, pengusaha dan karyawan level menengah di kawasan tersebut, sedangkan Schalke terbentuk dari sekumpulan pekerja/buruh pabrik, yang akhirnya berkembang sampai sekarang.
Sekitar tahun 1995-2002, Dortmund merupakan klub elite Jerman, yang sangat ditakuti di Eropa, mereka bahkan menjadi Juara Piala Champions dengan menghajar Juventus (yang lebih diunggulkan) 3-1. Akan tetapi pada saat ini, sinar Dortmund mulai meredup, bahkan untuk berprestasi di tingkat lokal saja mereka sudah tidak mampu. Schalke justru sebaliknya, dari dahulu dianggap sebagai tim kuda hitam, mereka berkembang menjadi sebuah kekuatan yang patut diperhitungkan di Liga Jerman. Musim lalu 2006-2007, jika tidak kalah di partai akhir, mereka seharusnya menjadi Juara Bundesliga, yang pada akhirnya diambil oleh Vfb Stuttgart.
Bagi suporter Schalke sendiri, mereka berpendapat “ memenangkan game melawan Dortmund jauh lebih penting daripada menjuarai Liga itu sendiri “



ada satu lagi… PERSIB vs PERSIJA… Ini representasi pertarungan gengsi antara supporter yang cinta timnya karena ikatan emosional kedaerahan (persib), dan preman-preman bayaran yang cinta timnya karena guyuran dana dari seorang jendral koruptor (persija).
@ ichanx :
huahahhahahah, sabar atuh iyeu bobotoh gelo
@ ichanx :
sebuah pendapat yang wajar, karena semua fans/suporter selalu menjunjung tinggi klub yg didukung, dan (maaf) merendahkan klub lain/rivalnya. Jorge Valdano pernah menyindir permainan Liverpool dgn mengatakan taruhlah kotoran di atas tongkat di tengah lapangan Anfield, maka seluruh stadion akan memujanya. Sebuah komentar yg cukup sarkasme, tapi adalah wajar apabila sudah masuk dalam konteks fanatisme sepakbola.
@ andy :
kalau kita bicara ttg dream-match, mungkin perlu dikategorikan lagi, apakah dream-match untuk fans-club yg bersangkutan, ataukah untuk kita “penikmat” sepakbola di Indonesia? Fans Celtic tentu selalu menganggap pertandingan vs Rangers adalah dream-match, Millwall vs West Ham adalah sebuah dream-match yg merepresentasikan kaum pekerja kelas menangah di London Barat, Spurs vs Arsenal bagi penduduk London Utara, Everton vs Liverpool bagi penduduk kota pelabuhan Liverpool, Newcastle vs Sunderland bagi masyarakat Inggris Utara, atau Southampton vs Portsmouth bagi penduduk pantai selatan Inggris.
Di spanyol ada derby Andalusia antara Sevilla vs Betis, derby Madrid antara Atletico vs Madrid yang mengusung semangat kaum pinggiran vs kaum borjuis, mirip seperti Espanyol vs Barca, atau Lazio vs Roma dan Torino vs Juventus di Italia.
Petandingan derby selalu disebut sebagai dream-match karena mengusung semangat kedaerahan & fanatisme, entah klub itu berstatus klub divisi antah berantah, klub medioker, hingga klub berstatus level Eropa. Dan semangat itu tidak berubah sedikitpun merasuki kita di Indonesia. Sama seperti ichanx, mungkin saya juga selalu menyebut pertandingan Arema vs Persebaya sebagai dream-match, dengan alasan yang kurang lebih sama.
Akhirnya kembali kepada suatu ungkapan dalam sepakbola, “subyektifitas tanpa batas”, semua boleh berpendapat (pengamat sepakbola), berupaya dengan segala cara u/ memenangi pertadningan (pemain & manajer), bahkan hingga nyawa (kalo ini sih suporter yg kelewat fanatik), dan semua itu adalah BENAR (bagi klub yang didukung) dan SALAH (bagi klub rivalnya).
mungkin begitu….
saya tunggu part.3-nya…
@ zoel :
di part 3, sebenarnya sudah saya siapkan lazio vs roma, rangers vs celtic…dream match yang saya sampaikan kepada para pembaca, lebih kepada selera dunia, bukan kepada selera fans, sehingga aura pertandingannya lebih obyektif..
terima kasih sekali bung zoel atas masukannya..
[…] yang bermusuh bebuyutan dengan Schalke (baca : “Dream Match Part II) ini, terkenal dengan produksi bintang-bintang hebat, yang tersebar di seluruh dunia. Diantaranya […]