Ditulis oleh Satria Arema
Gak tau apa yang terjadi di tanah Indonesia ini…????
Korupsi yang kasat mata malah di dukung.
Keluarnya Permendagri No. 59/2007 yang melarang bahwa dana APBD tidak boleh untuk membiayai operasional sebuah klub sepakbola milik pemerintah daerah atau provinsi, membuat kalang kabut pelaku-pelaku sepak bola di tanah ini, terutama klub-klub yang di danai oleh uang rakyat, berbagai macam alasan keluar dari para petinggi klub, mulai dari “sepak bola adalah sarana hiburan rakyat”, “ini mematikan ajang pembinaan” dan berbagai macam komentar yang intinya menolak permendagri tersebut.
Komentar-komentar bodoh itu terucap dari para pemimpin daerah yang mendanai klub-klub tersebut, kalau memang klub ajang pembinaan pemain muda, mana pemain-pemain muda yang hebat nongol…U23 aja keok!, kalau memang hiburan rakyat, kenapa tetanggaku sebelah takut datang ke stadion, padahal dia paling maniak bola?.
Coba kita runut ke belakang, sudah berapa tahun klub-klub tersebut menikmati dana yang tiap bulan di potong dari gajiku perbulan, diambil dari tarif tiap aku naik angkutan, tiap aku parkir, tiap aku beli barang, tapi semua itu tidak ada bentuk pertanggungan jawab yang konkret, bahkan secara moral pun pertanggung jawabannya tidak ada, PRESTASI SEPAK BOLA INDONESIA!, padahal itu katanya untuk kepentingan pembinaan sepak bola.
Read more »