Sam Allardyce a.k.a “Big Sam” makan gaji buta…
Meski memenangkan game tadi malam, Newcastle United di bawah asuhan Sam Allardyce, tidak dapat dikatakan memuaskan. Melawan tim sekelas Birmingham, Toon Army saja keteteran dan tertinggal lebih dahulu.
Kemenangan di St. James Park, baru diperoleh di menit terakhir, itupun oleh dasar inisiatif seorang pemain belakang, Habib Beye.
Sam Allardyce boleh berbangga hati dengan kesuksesannya dalam menangani Bolton Wanderers. Klub ini berhasil dipolesnya menjadi tim “menengah” yang cukup eksis di English Premier League (EPL).
Tapi itu dulu…Sekarang Big Sam, harusnya merasa malu dengan prestasinya di klub baru berbaju garis hitam putih, Newcastle United. Soal gaji boleh naik, tapi prestasi ? Menukik tajam !!!
Enam belas pertandingan, dengan 6 kali menang saja, 4 seri dan 6 kali kalah. Selisih gol, malah minus 3, mencetak 23 gol dengan kebobolan 26 gol. Posisi klasemen, di urutan 10.
Ada apa sebenarnya ? Big Sam kental dengan gaya eropa kontinentalnya sewaktu menangani Bolton. Beliau lebih suka pemainnya memainkan umpan pendek dan bermain safe. Satu lagi, Sam senang menempatkan seorang target man, sebagai central permainan, dan tidak bermain dengan umpan panjang, apalagi direct football.
Permainan Bolton saat itu, dalam skala kecil, dapat disamakan dengan Arsenal 2-3 tahun lalu. Jika Arsenal berfokus pada Henry, Bolton juga mengandalkan Anelka, peranan Vieira di The Gunners, difotocopy oleh Gary Speed. Pola permainan seperti ini, memampukan Bolton untuk bertahan di papan tengah Premiership.
Sekarang, di Newcastle, Big Sam boleh dibilang hancur total. Dengan tukang gedor kelas satu, Michael Owen, Obafemi Martins, Alan Smith, dan Mark Viduka, yang ada malah mereka lebih banyak kebobolan daripada mencetak gol.
Kebiasaan Big Sam, yang anti direct football, sepertinya harus “sedikit” diubah. Obafemi dan Owen adalah striker cepat, yang harus disuplai bola daerah, sehingga area permainan mereka lebih luas. Memiliki Viduka juga suatu keuntungan, terutama dalam “melindungi” bola, sambil menunggu support dari gelandang. Bermain dengan umpan pendek, adalah suatu kekeliruan, jika anda memiliki 3 pemain di atas.
Semenjak dahulu kala, Big Sam juga senang bermain safe, dengan 2 gelandang bertahan mengisi lini tengah. Toon Army dalam hal ini memiliki Geremi Njitap, Joey Barton, Nicky Butt. Di sektor inilah titik lemah Newcastle musim ini, yang terjadi adalah jarak antara 2 gelandang tersebut dengan bek maupun striker sering terlalu jauh. Hal ini mengganggu distribusi bola, sehingga mereka sering salah umpan dan gampang kehilangan bola.
Di sektor sayap, Magpies masih punya James Milner, Damien Duff, N’Zogbia dan terkadang Emre ( difungsikan sebagai sayap ). Sektor ini harus “diultimatum” agar lebih berani melewati lawan, dan tidak langsung memberikan crossing. Pertukaran posisi dengan striker dengan jalan menusuk ke sektor tengah, dan pemain depan bergerak ke flank, juga akan berdampak positif dalam membuka pertahanan lawan.
Blunder Big Sam, juga terpampang di lini bertahan. Sam seharusnya mematok “mati” 2 bek sayapnya untuk tidak overlapping secara berlebihan. Babayaro dan Stephen Carr, memang punya gen menyerang yang kental. Namun dampaknya fatal, karena sisi kiri dan kanan, sering dicocor oleh winger lawan.
Stopper Newcastle, boleh dibilang berkelas. Rozehnal adalah benteng kukuh, yang kuat dalam menempel lawan. Cacapa juga tangguh di udara, Habib Beye punya determinasi khas Afrika, dan Steven Taylor merupakan bek muda berbakat asal Inggris.
Secara skill dan mental, mereka semua memenuhi syarat, namun ada satu kelemahannya, yaitu kecepatan. Keempat bek tersebut, tidak punya kuda-kuda kaki yang kuat untuk mengatasi sprint lawan. Untuk itulah, mereka sangat membutuhkan “bantuan”para full back, untuk menjaga area flank-nya.
Seandainya saja, Big Sam, mau lebih mengalah, dengan tidak “memaksakan” pola permainan Bolton ke dalam tim barunya, niscaya Newcastle dapat lebih berkembang. Sam Allardyce harus memahami bahwa seharusnya Toon Army bakal mencuat lebih hebat, dikarenakan pemain yang lebih berkualitas, dan tradisi tim yang lebih mendukung.
Maaf, Big Sam, tetapi sampai minggu ke 16 ini, anda tak lebih dari seseorang yang makan gaji buta, tanpa kontribusi sama sekali !!!
Source : www.sports.163.com (Photo)



sabar boz blum juga 1/2 musim
@ boray :
maaf kalo terlalu bersemangat, soalnya memang Big Sam sudah keterlaluan ndableknya !!!!!!!!!
[…] sudah diramalkan BOLANOVA sebelumnya, Big Sam, hanya makan gaji buta, sepanjang musim perdananya di tim berjulukan The Magpies tersebut. Palu pun diketok, dan Sam Allardyce akhirnya DIPECAT […]