Menunggu Jatuhnya Liverpool
Segenap pendukung The Reds, harap-harap cemas, menanti pertandingan penentuan kelolosan tim kesayangannya dari fase grup Liga Champion 2007.
Liverpool akan menghadapi Marseille (yang lebih berpeluang lolos) di Stade de Velodrome, Rabu 12 Desember pukul 02.30 WIB.
Sudah terlalu sering Liverpool menghadapi situasi seperti ini. Terjepit oleh situasi dan kondisi yang kurang mengenakkan. Terkadang berujung pada kegagalan, sisanya beroleh sukses.
BOLANOVA ingin menyoroti chances The Kop saat ini. Liverpool tidak bisa terus menerus berada dalam tekanan, akibat kesalahan sendiri. Why you have to be “late” to pursuit your goals ? Why didn’t you push your limits, to gain point from your 5 previous match ? You just can’t rely on determination and pure of luck. You can’t, You jus’t can’t.
Menarik juga untuk melihat apa yang akan dilakukan Benitez kali ini. Jika dalam pertandingan sebelumnya, sewaktu ditaklukkan Marseille dengan gol tunggal Valbuena, The Gaffer menduetkan Crouch dan Torres. Sekarang apa yang ada dalam benaknya ?
Benitez, sepertinya butuh kombinasi antara petarung dan kecepatan untuk death match kali ini. Kuyt dan Voronin, mungkin akan dipasang sejak menit awal. Karena memang butuh kemenangan, besar kemungkinan Benayoun, juga akan beroleh posisi di sektor sayap. Permainannya yang “liar” dan attacking minded, akan sangat berguna di dalam memperpanjang nafas The Reds.
Jika masih mentok juga, Ryan Babel ataupun Lucas Leiva, dapat menjadi kartu as Liverpool, terutama untuk di babak kedua.
Bagaimana dengan Marseille ? Tim biru langit ini, akan memulai permainan dengan safe dan soft. Mereka tidak perlu mengikuti cara bermain The Reds.
Dua eks Liverpool, yaitu Zenden dan Cheyrou, akan menggalang lini tengah Marseille. Aksi-aksi mereka juga akan ditopang oleh gelandang muda penuh bakat, Samir Nasri, meskipun besar kemungkinan, beliau akan dijaga habis oleh Mascherano/Sissoko.
Sektor pertahanan Marseille, relatif kuat, bahkan sangat kuat. Permainan fisik oleh Taye Taiwo, Gael Givet dan Julien Rodriguez mampu meladeni siapapun striker Liverpool yang akan dipasang.
Last but not least, hasil pertandingan kali ini mungkin akan ditentukan oleh seorang Mamadou Niang, sebagai penyerang, dirinya kerap menciptakan gol-gol vital Marseille, terutama ketika bertemu tim-tim besar.
Jika masih mandul, Marseille punya seorang lagi dari barisan pemain sakit hati, namanya Djibril Cisse. Tentu dirinya ingin membalaskan dendam kepada klub lamanya, siapa lagi kalau bukan Liverpool.
Source : www.liverpool.xf.cz (Photo)



liverpool jatuh? kita liat aja nanti. yg jelas, reds punya reputasi bagus di eropa. benitez juga lebih pintar drpd gerets.
hehe, itu kan judul penulis untuk menarik perhatian netters aja..
liverpool pasti menang, bung.. sejarah bicara itu!
@ cahyo :
reputasi bagus ? lebih pintar dari gerets ? kita tunggu saja malam ini, bro
@ jojo :
bukan utk menarik pembaca ko….sejarah bicara liverpool menang ? forget the past, today at 02.30, we will see the future of the reds …
hehehe.. rame nih
eh bung Andy, inget loh aq pegang liverpool, biar judul postingannya berubah jadi: “Menunggu Jatahnya Liverpool”
ngomong2, koq aq jadi Liverpludian yah…?!? OOT — Forever Leeds!!!
[…] saya tentang Menunggu Jatuhnya Liverpool, ternyata tidak terjadi. Dengan bangga saya mengakuinya, sebab sungguh menyenangkan, menyaksikan […]