The Reds (tidak) jadi jatuh….

liv-mar.jpgRamalan saya tentang Menunggu Jatuhnya Liverpool, ternyata tidak terjadi. Dengan bangga saya mengakuinya, sebab sungguh menyenangkan, menyaksikan permainan The Kop yang menunjukkan kelasnya sebagai tim besar, pagi ini.

Kemenangan besar 4-0, hanyalah merupakan pembuktian kedigdayaan “merah” atas birunya Marseille, yang praktis tidak lolos ke babak selanjutnya.

Peluang Marseille “punah” dalam tempo 10 menit saja !!! Di menit ke-4, eksekusi penalti Gerrard yang gagal, dapat di-reboundnya kembali menjadi gol, dan menit ke 11, Fernando Torres memperlihatkan skill finishingnya dengan luar biasa, untuk menceploskan bola ke gawang lawan.

Tertinggal cepat 0-2, Marseille, masih tidak sanggup berbuat apa-apa. Tidak adanya pemain yang dapat menjadi jenderal lapangan, sekaligus menjadi pendobrak kebuntuan. Hasilnya, mereka hanya bermain datar-datar saja.

Melihat hal tersebut, belum lagi babak I berakhir, Gerets memasukkan Samir Nasri, menggantikan Bruno Cheyrou. Seraya berharap, corak permainan timnya akan lebih menyerang dan membuka peluang. Tambahan amunisi dari eks-Liverpool, Djibril Cisse, kembali disuplai setelah turun minum, untuk menambah daya gedor.

Usaha yang terbilang sia-sia, karena sampai akhir pertandingan pun, dari 11 tembakan ke arah gawang, Marseille tidak menciptakan 1 shot on goal sama sekali !!! Penguasaan permainan yang dilakukan mereka, tidak berujung pada peluang bersih untuk mencetak gol. Mereka malah mendapat tambahan kebobolan oleh Kuyt dan Ryan Babel.

Pertahanan Marseille sungguh-sungguh berantakan, Rafa dengan jeli, mengeksplorasi hal tersebut dengan line up The Reds yang lebih berteknik dan bermain lebih menyerang.

Man of the Match, pantas jatuh kepada Harry Kewell. Kewell membuat 2 assists, yang pertama ketika dirinya memberikan umpan manis kepada Torres dan yang terakhir, passingnya kepada Dirk Kuyt, membawa The Reds unggul 3-0.

Hasil ini membawa The Pool lolos, menemani FC Porto, yang pada saat bersamaan, juga menang 2-0 atas Besiktas.

Hasil lainnya :

Olympiakos – Werder Bremen > 3-0
Real Madrid – Lazio > 3-1
Schalke – Rosenborg > 3-1
Chelsea – Valencia > 0-0

Source : www.espnsoccernet.com (Photo)

10 comments:

  1. yaperkasa, 12. December 2007, 9:49

    cuma bisa ngingetin.. soal Liverpool…

    form is temporary, class is permanent :D

     
  2. AxelPool, 12. December 2007, 10:56

    Mau koreksi sedikit, Kewell hanya membuat 2 assist untuk Torres dan Kuyt, wasit menunjuk titik putih dikarenakan Gael Givet melanggar Steven Gerrard bukan Kewell.

    In RAFA we trust…walk on Reds !

     
  3. Andy N. Gultom, 12. December 2007, 11:38

    @ yaperkasa :
    di LC boleh lah mas, tapi masih banyak PR di EPL.. :)

    @ AxelPool :
    Terima kasih atas koreksinya mas, sudah saya koreksi….

     
  4. yaperkasa, 12. December 2007, 13:14

    PRnya emang banyak.. tapi kalo dibanding tiga musim kiprah LFC dibawah rafa, 15 game dimusim ini.. jauh lebih baik dibanding musim2 yang lalu…

    silahkan buka arsip sepak terjang LFC dibawah Rafa.. semua pasti setuju.. skuad yang sekarang lebih baik dari yang kemaren..

    tentu aja, gw pribadi ngga sesumbar bakal bilang gelar ke19 EPL bisa diraih musim ini.. setidaknya.. jarak beda point dengan yang menjadi juara ngga terlalu jauh…

    mungkin buat ngeboyong gelar, masih butuh pembuktian.. tapi kalo beda point dengan yang juara.. gw rasa ga akan lebih dari 10 point :D

    semoga aja…

    2006/2007 = beda point = 21 point, ganjaran nonGelar, finalis Liga Champions
    1 Man Utd 89
    3 Liverpool 68

    2005/2006 = beda point = 9 point, ganjaran Gelar Piala FA
    1 Chelsea 91
    3 Liverpool 82

    2005/2006 = beda point = 40 point, ganjaran Gelar Liga Champions ke Lima
    1 Chelsea 95
    5 Liverpool 58

     
  5. zoel, 12. December 2007, 18:25

    hehehe..bener kan feeling ku kemaren, memang judulnya harus ganti “Menunggu Jatahnya Liverpool” :D

    slmt deh bwt fans-nya the reds, terutama bang aloy, pasti lg nulis2 analisa & peluang liverpool di babak knock-out LC, saya tunggu….

     
  6. Andy N. Gultom, 12. December 2007, 23:57

    @ yaperkasa :
    Liverpool musim ini memang yang terbaik dalam 3 musim terakhir, baik dari posisi klasemen maupun SDM (baca:skuad) yang dimiliki…semoga Benitez dapat menambah setidaknya 1 trophy di lemari Anfield

    @ zoel :
    iya nih…..saya ngaku kalah…hehehheheheh, namanya juga manusia ( berkelit, mode on )…… :)

     
  7. Hedi, 13. December 2007, 0:29

    Di Liga Champions, ada semacam fakta bahwa langganan juara atau tim elite lebih banyak suksesnya saat berada dalam situasi genting. Coba aja liat langkah Liverpool, Milan, Real Madrid dari tahun ke tahun.

     
  8. yopie pieters, 13. December 2007, 13:09

    Hehehe…ada kemungkinan terulangnya 2 final liga Champions 3 musim terakhir niyh…Liverpool Vs AC Milan, klo bener-bener terjadi bakal seru banget tuh. Mudah-mudahan terjadi ;)

    Tapi yang pasti, jalan Liverpool menuju perempat final akan lebih sulit dari musim lalu karena yang nunggu di perdelapanfinal tim-tim semacam Barca, Milan, Inter, Madrid, Sevilla pasti bukan lawan sembarangan…

     
  9. yaperkasa, 13. December 2007, 17:10

    yupe, dan bicara eropa, liverpool pun bukan lawan yang sembarangan… ;)

     
  10. Liverpool FC New Stadium | BOLANOVA.COM (Pingback), 17. January 2008, 16:07
     

    […] punya bocoran bagi yang kepingin tahu bagaimana bentuk stadion terbaru klub Liverpool FC. Dengan bentuknya yang futuristik, rasanya tidak mungkin jika stadion Liverpool yang baru nanti ini […]

     

Write a comment: