PORTSMOUTH, Raja Tandang Premiership

portsmouth.jpgEPL 2007/2008 telah memasuki minggu ke 16. Beberapa “anomali” muncul pada data statistik pencapaian setiap tim.

Terkuat di kandang
? Manchester City punya rekor sempurna dalam 8 kemenangan dari 8 pertandingan kandang. Raja Tandang ? Bukan Chelsea (5 menang, 1 seri, 2 kalah), juga bukan Liverpool (5-2-1), Arsenal, apalagi..(4-3-1), atau MU (3-2-2).

Jawabannya gampang kok, lihat saja judul artikel ini di atas, Portsmouth dengan (6-1-2) berada yang terdepan dalam hal “mempermalukan” tim tuan rumah.

Apa sih resep tim asuhan Harry Redknapp tersebut ?

Sistem permainan Portsmouth sangat “realistis”. Harry sangat paham, bahwa timnya tidak punya bintang sepakbola yang mumpuni. Semuanya hanya average players. Untungnya pemain The Pompeys punya tipikal yang sama, yaitu pekerja keras.

Efeknya, jangan harapkan kreasi ataupun permainan cantik, Portsmouth akan memberikan “liatnya” penjagaan lapangan, dan pressing ketat, semenjak bola dipegang lawan. Ciri khas lainnya, Portsmouth sangat berbahaya di babak Pertama !!!

Harry tampaknya menginstruksikan timnya, untuk menggebrak lawan di menit-menit awal, sampai 45 menit pertama. Dari 6 partai tandang yang berhasil dimenangkannya, hanya 2 kali, tercatat Portsmouth mencetak gol penentu di babak kedua (melawan Fulham dan Wigan), sisanya semua ditebas dengan gol-gol di babak pertama.

Berani bermain terbuka, dengan perhitungan matang, membuat Portsmouth layak digelari jagonya partai tandang. Dengan menumpuk 5 gelandang angkut air di tengah, dalam patron 4-5-1, tim ini tidak pernah kehilangan kendali atas jalannya permainan. Kalaupun mereka kalah dalam possession football, tetap tidak berarti banyak, karena tim lawan juga tidak mampu menembus tebalnya komposisi midfielder Portsmouth.

Nama-nama seperti Papa Diop, Sulley Ali Muntari, Sean Davis, adalah gelandang kelas dua, yang mengalami second wind bersama Harry. Etos kerja keras dan determinasi, membuat mereka disegani saat ini. 3 nama di atas dilengkapi oleh transformasi John Utaka, yang “disulap” oleh Harry Redknapp (bukan Harry Potter yah….) dari striker menjadi gelandang serang.

Akhirnya komponen yang menjadi penyempurnaan segalanya, adalah figur penyerang lubang dari Kroasia, Niko Kranjcar. Saya tidak menyebut Kranjcar sebagai playmaker, karena memang kendali permainan Portsmouth tidak ada dalam dirinya. Kranjcar adalah penyerang lubang, yang lebih sering ,muncul dari lini kedua, untuk membantu penyerang tunggal, Benjani Mwaruwari.

Benjani juga sangat physical, cocok dengan karakter Portsmouth. Mirip-mirip dengan Drogba, sangat oportunis, dan tidak gemar berlama-lama menahan bola. Benjani juga sangat tidak egois, sehingga tidak jarang, dirinya menjadi pengumpan yang baik, bagi rekan lainnya untuk mencetak gol.

Sejauh ini prestasi tim biru ini memang sangat menjanjikan, kalaupun ada yang menjadi masalah, adalah fakta bahwa tim-tim yang ditaklukkan mereka hanyalah tim-tim menengah ke bawah, seperti Fulham, Wigan, Birmingham, Aston Villa, Newcastle dan Blackburn Rovers. Menarik untuk disimak, apakah The Big Four (MU, Arsenal, Chelsea dan Liverpool), akan menjadi korban berikutnya ?

Meskipun demikian, kredit tersendiri wajib diberikan kepada Portsmouth atas pencapaiannya selama ini. Sebenarnya ada lagi yang menjadi “doping” pembangkit prestasi tim ini…..

Apa itu ? Nantikan “buka-bukaannya” di BOLANOVA, 1 minggu dari sekarang !!!

Source : www.football.co.uk, www.football365news.com,www.yottamusic.com (Photo)

2 comments:

  1. Baju "DOPING" Portsmouth | BOLANOVA.COM (Pingback), 26. December 2007, 0:16
     

    […] Ini dia, rahasia ampuh tim Portsmouth, yang BOLANOVA janjikan semenjak minggu lalu (baca artikel : PORTSMOUTH, Raja Tandang Premiership). […]

     
  2. Pelajaran dari FA Cup | BOLANOVA.COM (Pingback), 8. January 2008, 5:41
     

    […] red card gelandang muda Ipswich, Liam Trotter, setelah melakukan tekel keras kepada gelandang Pompey, Pedro Mendes. Pada pertandingan keesokan hari antara Burnley vs Arsenal, striker Burnley dan […]

     

Write a comment: