Mengapa Ribery sukses di Muenchen ?

franck-ribery.jpgOttmar Hitzfeld tertawa puas melihat tim besutannya, duduk dengan manis di puncak klasemen Bundesliga. Kepuasannya makin bertambah, ketika hasil rekrutannya menunjukkan performa seperti yang diinginkannya.

Sorry folks, but we’re not talking about Luca Toni and Miroslav Klose, what we believe is Franck Ribery. Ribery merupakan salah satu rekrutan teranyar Bayern musim ini, selain tentunya 2 nama di atas.

Pasca Piala Dunia 2006, namanya menjulang sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang turnamen tersebut. Tak ayal, “setengah Eropa” menginginkannya, mulai dari Inter Milan di Italia, Manchester United di Inggris, dan Muenchen di Jerman.

Kibasan Rp. 312 Milyar atau sekitar 26 juta euro membuat Ribery akhirnya memilih Muenchen, dan waktu telah menjawab, bahwa pilihannya tidak salah. BOLANOVA punya cerita tentang pemain ini. Bahwa Ribery adalah pemain hebat, itu tidak disangsikan lagi. Tetapi di luar hal tersebut, terkandung nilai tambah, bahwa Ribery meraih semuanya dengan caranya sendiri.

He just make it in his own way…The Scarface bermain dengan gaya khasnya. Ribery sadar, bahwa dirinya tidak punya visi jenius seperti Zidane, juga tidak punya skill hebat seperti Cristiano Ronaldo. Yang dia punya hanyalah, sepasang kaki yang kuat berakselerasi dan gairah bermain penuh kejutan.

Gaya kejut ala Ribery, memang spesial, aksi reaksinya terhadap bola, baik itu umpan dari rekan, ataupun usahanya sendiri, tidak mudah diperkirakan lawan. Terkadang ketika bek lawan tersadar, Ribery telah jauh meninggalkan mereka.

Masih ada lagi kunci sukses Ribery di Muenchen, diantaranya :

1. Ottmar Hitzfeld
Hitzfeld, adalah pelatih berpatron. Patronnya ketika melatih tim manapun adalah sediakan seorang playmaker atau gelandang ahli strategi. Ketika di Dortmund, beliau punya Andreas Moeller, di Muenchen dahulu ada Basler, Herzog dan terakhir Mehmet Scholl. Tahun lalu Muenchen hancur lebur, karena tidak punya playmaker. Ribery sendiri sebenarnya bukan playmaker, namun kehadirannya adalah urat nadi serangan Bayern. Dan Hitzfeld bergantung banyak pada dirinya.

2. I am French
Fakta bahwa 2 orang Perancis terakhir yang bermain di tim elit Jerman, adalah sukses besar, membuat Ribery tidak ragu pindah ke Bayern. Willy Sagnol, tak tergantikan di sektor kanan Muenchen dan Johan Micoud (meski sebelumnya main di AC Parma), juga menjadi bintang di Bremen.

3. Anak Rantau

Mental baja Franck Ribery, membantu dirinya punya spirit lebih dalam berkompetisi di manapun. Hal ini telah mengakar dalam perjalanan prestasinya, karena Ribery sudah kenyang merantau semenjak masih berusia muda. Pindah ke Galatasaray, Turki, kembali ke Prancis dan akhirnya ke Jerman. Artinya beradaptasi dengan baik, memuluskan perkembangan karir di klub yang dibelanya.

Source : www.sportsillustrated.cnn.com (Photo)

6 comments:

  1. Jiewa, 14. December 2007, 10:26

    Ribery skrg dah umur brp ya ? Kok kayaknya terlambat tenar hehe..

     
  2. Andy N. Gultom, 14. December 2007, 11:28

    @ jiewa :
    ribery umurnya masih 24 tahun, anda benar, dia terlambat tenar, karena dulu cuma main di klub Perancis (terakhir Metz di 2004-05), trus pindah ke Turki, tahun 2005 (yg Liganya jarang diliput) bermain di Galatasaray, sebelum mudik lagi ke Marseille ( 2006-07) dan skrg sudah pindah ke Muenchen.

     
  3. seno, 14. December 2007, 15:14

    yang aku tau jarang ada pemain yg sejatinya sayap tetapi sangat hebat bermain sebagai gelandang tengah (walau sekali-kali melebar ke sayap juga) ribery emang okeh….!!!!

     
  4. Andy N. Gultom, 14. December 2007, 15:40

    @ seno :
    pengamatan yg bagus…, ribery sejatinya memang penyerang sayap kiri dan kanan, namun begitu bermain, rolenya adalah bebas… dan sangat jarang pemain sayap yg bisa menyerang dr tengah. Selain ribery, mungkin cristiano ronaldo, meskipun ribery lebih hebat melakoninya….

     
  5.  

    […] total 84.5 juta Euro dibelanjakan, guna memboyong Franck Ribery, Luca Toni, Hamit Altintop, Marcell Janssen dan terakhir adalah Breno. Harapannya cuma satu, […]

     
  6. Three Little Warriors | BOLANOVA.COM (Pingback), 15. February 2008, 7:45
     

    […] Ribery adalah petualang klub. Sudah 5 klub ia singgahi, di usia yang baru mencapai seperempat abad. Namun akhirnya beliau sukses besar di Muenchen. Ribery tidak punya passing bagus, tetapi visi dan imajinasinya sangat capable, yang banyak […]

     

Write a comment: