“The Battle of London”, Arsenal-Chelsea

arsenal-chelsea.jpgArsenal-Chelsea, menyodok sebagai partai penuh emosi dan kontroversi dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran Mourinho dan transfer lintas klub seperti yang dilakoni oleh Ashley Cole, menjadi bumbu peletup persaingan diantara kedua klub, suporter dan fansnya.

Belum lagi keberhasilan Chelsea melejit dengan 2 gelar Premiership dalam 3 tahun terakhir, membuat Arsenal menjadi “sedikit cemburu”.

Sebagai sesama penghuni kota London, keduanya berebut pengaruh dan status penguasa. Musim ini Arsenal, boleh dibilang (untuk sementara waktu) lebih unggul daripada Chelsea. Dimotori oleh pemain muda haus gelar, seperti Fabregas, Van Persie, Eboue, Adebayor, dan Clichy, sang professor Wenger, tinggal memetik hasilnya.

Investasinya mulai mendapatkan return yang optimal. Proses kolaborasi dengan pemain matang seperti Kolo Toure, Alex Hleb, Flamini dan Almunia, menambah “leverage” The Gunners ke puncak yang lebih tinggi.

Permainan fisik dan kecepatan Arsenal, akan sangat berbahaya bagi old crack Chelsea. Memang benar, grafik The Blues, menunjukkan gradien menanjak, semenjak ditangani Avram Grant. Artinya adaptasi mulus dari The Big Mouth Mourinho kepada Silence is Golden-nya Grant, telah sukses terlalui.

Potensi pemain yang kurang tergali selama ini, seperti Joe Cole dan Obi Mikel, berhasil diekstrak oleh Grant, dan berujung pada raihan poin kemenangan dari waktu ke waktu.

Tak terbayang bagaimana sengitnya pertandingan nanti, ketika Arsenal lewat aksi individu plus sentuhan Rosicky menghadapi permainan “tenang namun menghanyutkan” versi Chelsea.

The Blues, sepertinya akan bermain menunggu dan membaca permainan dalam 15-20 menit pertama. Setelah itu barulah mereka akan memfokuskan serangan pada celah yang “rawan”.

Untuk kasus ini, sektor kiri The Gunners, yang diisi oleh Gael Clichy, mungkin menjadi titik lemah, akibat sering ditinggalkan pada saat menyerang. Shaun Wright Phillips akan “dipaksa” untuk menyisir area tersebut dengan kecepatannya, sambil menanti keberingasan Sheva untuk menuntaskan umpan-umpan dari SWP.

Bagi The Gunners sendiri, peranan Adebayor dan Hleb akan membuat bek tengah Alex/Ben Haim, maupun Obi Mikel, sedikit tunggang langgang. Kombinasi kekuatan dan kecepatan diantara keduanya, memberikan banyak option set play dan alur penyerangan.

Akhir kata, BOLANOVA meramalkan Arsenal akan beroleh kemenangan tipis melalui perjuangan berat pada pertandingan kali ini. Meski kemungkinan besar tidak diperkuat oleh Cesc Fabregas, The Gunners akan mendapatkan keuntungan lain berupa home court advantage, di samping mengharapkan munculnya daya magis dari Rosicky dan Hleb.

Khusus untuk Chelsea, mereka perlu “mencontek” cara bermain Man Utd ketika menahan imbang Arsenal, 2-2. Pada saat itu MU bermain sabar dan melakukan serangan balik kombinasi secara sporadis. Hasilnya ? Mereka nyaris pulang membawa kemenangan dari Emirates Stadium.

Source : www.gazzetta.it (Photo)

No comments yet.

Write a comment: