Kasus Pemerkosaan oleh Pemain Manchester United
Seorang youngster Manchester United, bernomor punggung 23, bernama Johnny Evans, baru saja dilepaskan dari polisi dengan uang jaminan.
Bek muda ini ditangkap oleh pihak yang berwajib, menyusul kasus pelaporan perkosaan dari seorang wanita, yang terjadi di Great John Street Hotel pada 18 Desember 2007. Kebetulan pada saat itu, Manchester United sedang melangsungkan pesta natal di hotel tersebut.
Seperti dikutip oleh harian surat kabar Sun, pada saat pesta dilangsungkan, banyak sekali wanita yang datang, dalam interval umur 18-30 tahun. Minuman keras, whiskey dan vodka, plus champagne, tak henti-hentinya dialirkan.
Hedonisme pesta semakin menjadi ketika Rooney dan Rio Ferdinand melantai di area disko, namun Ryan Giggs lah yang paling heboh dengan aksi mirip Elvis Presley
Sayang pada akhirnya, pesta ini ternodai oleh aksi Johnny Evans. Sampai saat ini pihak kepolisian masih bekerja keras dalam menuntaskan kasus tersebut. Tetapi paling tidak kejadian ini menambah rentetan panjang, kasus pemerkosaan oleh pemain sepakbola di Inggris.
Diantaranya secara kronologis yaitu :
November 2003
Jody Morris, pemain muda Leeds United dilaporkan atas kasus pelecehan seksual dan percobaan perkosaan yang terjadi di Collingham, dekat Wetherby.
September 2004
Penjaga gawang Arsenal, Graham Stack, berusia 24 tahun, yang dalam status pinjaman ke Reading dituduh memperkosa gadis berusia 22 tahun di rumahnya, Namun, tuduhan itu ternyata tidak terbukti.
Juni 2005
Bintang muda Arsenal, Robin van Persie (RVP) sempat mendekam di dalam sel kantor polisi selama 1 minggu, pasca tuduhan pemerkosaan di Hotel Tulip Inn Rotterdam.
Korbannya adalalah Sandra K, salah satu kontestan Miss Universe Belanda 2004. Kasus ini mendapat perhatian khusus dari pihak yang berwenang. Bahkan RVP pun, sampai harus menyewa seorang pengacara tenar, Abraham Moszkowicz, untuk melepaskannya dari vonis berat.
Hasil akhirnya, pengadilan Belanda memutuskan tidak ada bukti yang kuat untuk menunjukkan terjadinya pemerkosaan.
Oktober 2005
Cristiano Ronaldo didakwa melakukan perkosaan terhadap seorang wanita di sebuah hotel di London. Polisi mendapatkan pengakuan dari seorang wanita, dan melakukan penyelidikan.
Untuk kasus ini, juru bicara MU diam seribu basa dan tidak memberikan pernyataan lebih lanjut. Kasus ini pun “menguap” dengan sendirinya.
Dari rentetan kasus di atas, dapat disimpulkan bahwa memang sampai saat ini, pemain EPL punya rekor yang tidak pantas dibanggakan dalam hal kriminalitas pelecehan seksual. Terlepas dari dugaan adanya mencari sensasi ataupun pemerasan dari sang korban perkosaan, FA harus memberikan porsi lebih atas munculnya kejadian negatif tersebut.
Meski belum ada pemain yang terbukti benar-benar bersalah (jangan sampai ada..), terlihat bahwa moralitas pemain sepakbola benar-benar buruk. Mungkin saja, mereka tidak divonis bersalah, karena menyangkut nama baik klub, atau figur mereka sebagai panutan publik.
EPL boleh mencap dirinya sebagai liga terbaik. Namun dengan kasus baru yang melibatkan seorang Johnny Evans, dan rentetan kasus-kasus lainnya, sepertinya EPL bukanlah liga terbaik dari sisi attitude dan moralitas.
Contohlah figur Roger Federer, dari cabang tenis. Dirinya memang benar-benar mencintai tenis. Sehingga seusai bertanding dan berlatih, beliau akan menghabiskan waktu untuk beristirahat dan melakukan hal positif lainnya. Mungkin itulah rahasianya mengapa dirinya tetap bertahan di tangga nomor satu, ketika teman-teman seangkatannnya (Roddick, Hewitt dan Safin), larut dalam hingar bingar dunia selebriti tenis.
He just love for being grand slam champion, not a lifestyle for being tennis player
Source : www.4thegame.com (Photo)



Seringnya kelakuan negatif disebabkan konsumsi alkohol, amfetamine (XTC) atau drugs. Dari lapangan bola sendiri juga ada sosok yang pantas jadi panutan. Ronaldinho, ngetop tapi tetap saja rendah diri.
tapi yg aku tau dinho juga suka hura2 dan dugem dan itu yg buat badannya jadi aga melar….
@ Sepakbolanda a.k.a mas eka :
ronaldinho, masih suka pesta-pesta ko mas, mungkin yang benar-benar pantas jadi anutan adalah Kaka. Pemain ini nyaris tanpa cela dan gosip miring, akibat gaya hidup yang benar2 terkontrol dan tidak neko2…
@ seno :
yoi…lo benar bgt bro, yg lebih pantas dijadikan anutan, bukan ronaldinho tp rekan setimnasnya, Kaka
hmm..memang sudah jadi umum sih pemain bola kalo malam suka party2, jgnkan di inggris, di liga indonesia saja ga sedikit yg kaya gitu (meski ga semuanya), wktu sy msh dugem dulu juga sering ketemu sama Franco Hitta (wktu itu main di Persema) yg keluar dari klub malam pasti mobilnya penuh cewek, hahaha….. Christiano Ronaldo aja doyan pesta seks loh
tapi bagus jg lho kalo mencontoh Kaka yg religius. Sifat pemain beda2 sih, aplgi dgn gaji yg selangit, mau model gaya hidup kaya gimana mereka bisa.
@ zoel :
franco hitta ? wah, jangan2 itu alasannya dia terdepak dari Arema yah ? Karena terlalu glamour dan hedonisme….Padahal skillnya bagus lho, meski golnya tidak terlalu banyak, tetapi dia tipe fighter dan striker yang mau bermain untuk tim