Persamaan Nasib Trezeguet Dengan Baggio?

Ditulis oleh Kamaludin.LOGO_KONTES_MENULIS_BOLANOVA

Dipanggil untuk memperkuat timnas dalam event Piala Eropa maupun Piala Dunia, tentu menjadi impian para pemain sepakbola. Untuk menjadi kriteria yang diinginkan pelatih, tak heran referensi permainan ciamik di klub masing-masing menjadi harga mati. Termasuk seorang Trezeguet, bahkan dalam kasta yang lebih rendah sekalipun (seri B) Trezeguet tetap menampilkan performa yang diinginkan pelatihnya.

Sayangnya, buat seorang Trezeguet dengan torehan gol-gol bersama Juve, baik ketika masih di seri B maupun sekarang di seri A. Yang jadi pertanyaan, mengapa semua kriteria-kriteria yang sudah dimiliki Trezeguet masih belum meyakinkan Domenech? Bukankah Domenech sendiri memberi pernyataan, hanya pemain yang tampil bagus di klublah yang masuk dalam kriterianya. Dan ketika Trezeguet sedang on fire bersama Juve, Domenech malah memanggil pemain muda, Karim Benzema, ketimbang Trezeguet yang berpengalaman.

DAVID_TREZEGUETMelihat apa yang terjadi pada Trezeguet, mengingatkan kita pemain yang bernasib sama, Roberto Baggio. Mungkinkah dengan tidak dipercayanya Trezeguet ada kaitannya dengan kegagalan Trezeguet sebagai eksekutor di final Piala Dunia melawan Italia tahun 2006 lalu? Baggio sendiri yang mempunyai pengalaman serupa ketika gagal menaklukan Taffarel, setelah itu namanya disisihkan dan dimusuhi oleh Sacchi. Bahkan ketika mereka bertemu di AC Milan, lagi-lagi nama Baggio akrab dibangku cadangan pemain. Padahal ketika itu performa Baggio gak jauh berbeda dengan Trezeguet, ikut andil membawa Milan scudetto dan menjadi pemain kunci di AC Milan.

Mungkinkah kedua pelatih itu mempunyai dendam terhadap pemainnya tersebut? Bisa jadi, karena gelar Piala Dunia sangat penting buat puncak karir seorang pelatih. Dan ketika harapan itu didepan mata, dan melayang sekejap oleh kegagagalan eksekutornya, tentu amat menyakitkan perasaan pelatih. Seakan-akan impian, harapan pelatih itu dirampas atau digagalkan pemainnya. Dan itu dialami oleh Domenech dan Sacchi.

Buat Trezeguet sendiri, harapan dipanggil ke timnas tentu pintu masih terbuka. Tapi, melihat perkembangan Benzema maupun Govou semakin bagus, nampaknya harapan itu akan menipiskan peluangnya memperkuat Perancis di Piala Eropa Austria-Swiss nanti.

***

Ditulis oleh Kamaludin sebagai bagian dalam Kontes Menulis Bolanova.

3 comments:

  1. Andy N. Gultom, 29. December 2007, 13:33

    @ kamaludin :
    jeli juga bung kamal ini…dan saya hakul yakin anda adalah juventini sejati…. utk soal domenech, pelatih ini memang terkenal penuh kontroversi..penuh like and dislike, bukan cuma trezeguet tetapi juga anelka, dan dulu sempat juga dengan sebastian frey (meskipun skrg sudah berdamai)….

     
  2. Goro, 8. January 2008, 8:46

    Bro Kamal sejak kapan anda berubah menjadi putih hitam, he he he. Ente khan aslinya merah hitam… Soal Domenech entah kenapa pelatih yang satu ini seneng banget membuat kontroversi. Setahuku dia tidak memanggil Trez karena menurutnya Trez ini senang berulah di timnas, bahwa dia harus menjadi starter. Sedangkan Domenech bukan tipe pelatih yang bisa diatur oleh pemain. Jadi Trez, kalo dia berani minta maaf ke Domenech dijamin dipanggil deh. Soal Baggio sama, karena dia dianggap terlalu besar kebintangannya dan dapat merusak suasana timnas. Apapun yang terjadi keputusan pelatih adalah mutlak…

     
  3. Kamaludin, 8. January 2008, 22:45

    Maksud berulah gimana bro? Setahu gw seh, Trez cuma kecewa aja. Terutama pas melawan Italia, ketika Trez disuruh melakukan pemanasan, toh akhirnya gak dimainkan. Dan Trez justru bingung, apa alasan Domenech mengesampingkan perannya.

    Soal Baggio, kayaknya sama kayak diatas deh. Pendapat ente agak berbau spekulatif. Masa seh karena dianggap besar kebintangannya. Lantas, ketika di AC Milan, alasan apa Sacchi mencadangkan Baggio? Faktanya ketika Cesare Maldini menangani Italia, peran Baggio cukup berpengaruh.

    Dimana-mana kayaknya gak ada pelatih yang diatur pemain deh. Malah Domenech selalu bergantung kepada pemain senior, contohnya Thuram, Makelele, Viera, atau Zidane. Beda dengan Donadoni, ketika pemain pensiun, dia menghormati keputusan pemainnya. Bahkan, seorang Mourinho mencak-mencak kepada Domenech, karena bersikap tidak bermanusiawi terhadap pemain kesayangannya Makele. Dan diantara pemain-pemain tsb, pernah menolak bermain pada pertandingan yang tidak begitu penting.

     

Write a comment: