Pasukan Hitam Pimpinan Redknapp
Ditulis oleh Erwin Mulyawan K
Orang-orang Inggris saat ini sedang merasa sangat malu, pasalnya lagi-lagi orang asing campur tangan ngurusin timnas kebanggaan mereka. Lebih menyakitkan lagi, orang asing itu di impor dari “musuh” dalam hal hingar bingar penyelenggaraan liga domestik (baca: Seri A). Ya.. Seri A hingga kini terus berpredikat sebagai pesaing Premiere League. Persaingan itu tambah berkarat, dengan merapatnya sang Don Fabio ke kandang Three Lions yang dari dulu merindukan sosok Sir Alf Ramsey.
Hingga ketika awal merapatnya si tangan besi yang membawa suksesi buat AC Milan, Juventus, AS Roma dan Real Madrid itu… badai kecaman masih terus mengalir. Sebenarnya Don Fabio pun tidak selamanya sempurna, memang masih hangat, dia membawa El Real kembali juarai La Liga tahun silam. Tapi kita semua ingat, kala dia gagal total mengembalikan kedigdayaan The Dream Team Milan pada tahun 1997-1998. Justru nama besarnya saat itu tenggelam oleh 2 ikon Udinese Zaccheroni dan Bierhoff yang akhirnya meledakkan Milan di tahun 1998/1999 rengkuh scudetto. Mudah-mudahan petinggi FA terus ingat hal itu.
Padahal kalo kita perhatikan, kualitas BPL dalam hal ini untuk urusan pelatih. Gak kalah mentereng dengan Seri A, artinya bila kita persempit lagi. Kualitas pelatih Inggris (yang ada di BPL) gak kalah bagus dengan pelatih-pelatih Italia yang berserakan di Seri A.
Harry Redknapp adalah salah satunya…
Dan dia juga yang disebut-sebut paling pantas menduduki kursi panas itu. Hingga tak kurang desakan buat Redknapp untuk mengusung The Three Lions mengemuka… Sayang seribu sayang, lagi-lagi pihak asing yang turut campur… Teriakan dan harapan itu sirna, seiring dengan kepanikan para pengurus FA yang ingin menuai hasil bagus dalam sekejap. Menurut mereka sosok Don Fabio solusinya. Redknapp, Englishman namun raut mukanya seperti orang sunda itu, terus tampil dengan gaya kalemnya, menyambut ribut-ribut itu dengan tenang.
Salah satu teriakan itu datang dari Gareth Southgate, yang boleh dibilang sebagai pelatih muda harapan Inggris. Walau gaungnya tidak sekencang Rijkaard dan Basten di Belanda atau Voeller dan Klinsmann di Jerman bahkan Don Mancio dan Donadoni di Italia
Southgate sudah berani mengambil keputusan melatih di usia dini. Bukan tim kacangan, tapi Middlesbrough yang sepuluh tahun terakhir ini terus menyulitkan tim tim mapan di arena BPL. Southgate yang seangkatan dengan Alan Shearer di piala Eropa 1996 dan piala dunia 1998 itu, lumayan sukses membawa The Boro, paling tidak aman dari zona degradasi
Dan hal itu pula yang membuat Alan Shearer, bergegas tuntaskan semesteran buat dapat ijazah kepelatihan. Pensiunan The Magpies itu boleh dibilang kalah mencuri start dalam urusan melatih sebuat tim/klub.
Southgate jelas bersuara kencang, soal Three Lions yang dikendalikan asing. Karena sejak sepak terjang Kevin “The Mighty Mouse” Keegan dilengserkan FA. Hingga kini belum terlahir kembali sosok cerdas seperti Keegan. Waktu itu tahun 2000, usai piala Eropa di Belanda-Belgia Keegan dipecat. Banyak pengamat mengatakan pemecatan itu dinilai terlalu dini. Pasalnya Keegan baru menukangi Three Lions pada tahun 1999 (menggantikan Glen Hoddle). Tapi hanya diberi kepercayaan satu tahun saja. Dalam protes kerasnya, Southgate..sosok yang turut menggagalkan mimpi Inggris menjadi juara Eropa 1996 itu (tendangan penaltinya di gagalkan Andreas Koepke…). Bahkan tak malu-malu mengedapankan nama Harry Redknapp buat melatih Inggris.
Redknapp dengan The Pompeys yang terus-terusan merongrong kewibawaan The Big Four (Chelsea, ManU, Liverpool dan Arsenal) Dan Southgate yang tidak kenal lelah membawa The Boro terus berlari dari bayang-bayang predikat tim medioker-nya BPL.
The Pompeys punya symbol unik, yakni bulan dan bintang. Untungnya julukannya bukan Pompei, karena Pompei itu bangsa terdahulu yang dibinasakan J.
Redknapp kini mengantongi rekan seangkatan Southgate yakni Sol Campbell buat memimpin pasukan hitam sarat bakat. Pasukan hitam itulah yang kini membawa The Pompeys menyisir papan atas, dan memang itulah bentuk ide brilian Redknapp.
Pasukan hitam negeri Afrika
Sulley Ali Muntari (Ghana )
Papa Bouba Diop (Senegal )
Benjani Mwaruwari (Zimbabwe )
Nwankwo Kanu (Nigeria )
John Chukwudi Utaka (Nigeria )
Lauren Etame Meyer (Kamerun)
Djimi Traore (Mali )
Wow.. Cerdas menggagas memang Redknapp.. Dia telah menciptakan piala Afrika mini di Fratton Park.. kandang The Pompeys.
Pasukan hitam ranah Briton
Selain Sol Campbell masih ada..
Glen Johnson
si Rastafaria Linvoy Primus dan
si hitam perlente David James
Pasukan hitam asal Prancis
Sylvian Distin,
Arnold Mvuemba Makengo, yang berdarah Congo dan
Noé Pamarot
Redknapp benar-benar sangat kreatif mengumpulkan barisan mutiara hitam sarat bakat yang terserak di benua hitam, Afrika dipadu talenta hitam Inggris dan Prancis.
Selain ide briliannya mengumpulkan talenta-talenta mumpuni dari bumi Afrika, insting tajamnya kerap berbicara, termasuk mematenkan pola 4-5-1 buat The Pompeys. Dengan Benjani sebagai penyerang tunggal, dengan tumpukan 5 gelandang di tengah, bisa kita tebak kemana arah Redknapp meramu ramuan tengah nan dahsyat. Sudah pasti, kekuatan 5 gelandang adalah untuk menahan laju bola di tengah lapangan dan meminimalisir pergerakan gelandang lawan. Paket 5 gelandang tersebut dengan cerdik disusupi penyerang lubang yang fasih di emban seorang Niko Kranjcar, 2 pekerja keras Diop dan Muntari. Serta pengatur alur serang Pedro Mendez dan gelandang cerdik Sean Davis.
Untuk urusan paket 5 di lini tengah The Pompeys.
Di kantongnya Redknapp-pun masih menyimpan senjata mematikan lewat kaki-kaki Arnold Mvueba jangkar penghuni timnas Prancis U-21, gelandang keturunan braveheart Richard Hughes dan sayap haus gol yang sempat keluyuran ke kawasan timteng John Utaka.
Tembok-tembok buangan Liverpool , Arsenal dan Chelsea yakni Djimi Traore, Lauren Etame Meyer-Sol Campbell dan Glen Johnson. Mereka dipadu tembok yang dilupakan Three Lions, Linvoy Primus dan tembok yang dilupakan Les Bleus Sylvain Distin serta tembok Viking Hermann Hreiarsson. Di tangan Redknapp, tiba-tiba mereka menjelma menjadi bek handal yang gak gampang ditembus predator haus gol.
Bahkan sang professor pernah dibuat geram, karena pasukannya tidak mampu menembus jala David James. Hingga melahirkan skor kacamata. Gara-gara itu, tempatnya sempat direnggut The Godfather BPL yang kala itu baru saja mengajari Keano 16 dengan pelajaran 4 gol tanpa balas.
“Mereka ( Portsmouth) bertahan dengan sangat baik. Mereka sangat terorganisasi untuk tidak kebobolan,” kata Wenger.
Bila kita melihat sosok Redknapp, kita tentu teringat sosok Luigi Del Neri di Italia yang pernah menerbangkan Chievo tinggi-tinggi Atau Hector Cuper yang pernah ber-Valencia-ria di Spanyol. Menggiring 2 kali mondar mandir ke final Champion. Mereka sebelumnya hanya dikenal sebagai pelatih kelas dua, hingga menjelma menjadi pelatih cerdas berkualitas.
Sah-sah saja bila orang-orang Inggris masih punya kekuatan dan harga diri untuk mengedepankan produk dalam negerinya. Kecuali Sir Alf Ramsey. Pelatih-pelatih dalam negeri macam Sir Bobby Robson, Graham Taylor, Terry Venables, Glenn Hoddle, Kevin Keegan, Howard Wilkinson (caretaker), Peter Taylor (caretaker) dan Steve McClaren. Belum ada yang sanggup membuat auman dan terjangan The Three Lions mengganas di eropa dan dunia.
Maka sosok Redknapp-lah yang dalam di situasi serba sulit temukan pelatih lokal, maju untuk menggiring The Three Lions mengaum dan menerjang. Entah kapan Redknapp diberi kepercayaan itu, yang jelas dia kini sedang menikmati improvisasi bersama The Pompeys.
Bentuk kreatifitasnya yakni mengumpulkan talenta dari benua Afrika dan skema bermain yang ter-struktur, telah membuat The Pompeys merengsek hingga ke papan atas BPL. Mengusik ketenangan singgasana 4 besar BPL.
Para pecandu BPL tentu terus menantikan aksi brilian Redknapp dan pasukan hitamnya menggoyang ketenangan Godfather BPL, The Professor, Papa Rafa dan Grant The Jews.
***
Ditulis oleh Erwin Mulyawan K (EMK) sebagai bagian dari Kontes Menulis Bolanova.



@ Erwin Mulyawan :
Salam kenal dari BOLANOVA.COM
Keren, artikelnya bagus, dan “liar” dengan kata-kata yang mudah dicerna pembaca…keep on writing bung erwin…
Thanks, comment-nya bung gultom
sama-sama.. salam kenal juga
“liar”? halah… biasa aja tuh
[…] Pasukan Hitam Pimpinan Redknapp […]
Wong cangkring yg membanggakan mengangkat harkat martabat pak surya dan miski teruslah berkarya demi mereka berdua