Korupsi Yang Didukung

Ditulis oleh Satria Arema

LOGO_KONTES_MENULIS_BOLANOVA Gak tau apa yang terjadi di tanah Indonesia ini…????

Korupsi yang kasat mata malah di dukung.

Keluarnya Permendagri No. 59/2007 yang melarang bahwa dana APBD tidak boleh untuk membiayai operasional sebuah klub sepakbola milik pemerintah daerah atau provinsi, membuat kalang kabut pelaku-pelaku sepak bola di tanah ini, terutama klub-klub yang di danai oleh uang rakyat, berbagai macam alasan keluar dari para petinggi klub, mulai dari “sepak bola adalah sarana hiburan rakyat”, “ini mematikan ajang pembinaan” dan berbagai macam komentar yang intinya menolak permendagri tersebut.

Komentar-komentar bodoh itu terucap dari para pemimpin daerah yang mendanai klub-klub tersebut, kalau memang klub ajang pembinaan pemain muda, mana pemain-pemain muda yang hebat nongol…U23 aja keok!, kalau memang hiburan rakyat, kenapa tetanggaku sebelah takut datang ke stadion, padahal dia paling maniak bola?.
Coba kita runut ke belakang, sudah berapa tahun klub-klub tersebut menikmati dana yang tiap bulan di potong dari gajiku perbulan, diambil dari tarif tiap aku naik angkutan, tiap aku parkir, tiap aku beli barang, tapi semua itu tidak ada bentuk pertanggungan jawab yang konkret, bahkan secara moral pun pertanggung jawabannya tidak ada, PRESTASI SEPAK BOLA INDONESIA!, padahal itu katanya untuk kepentingan pembinaan sepak bola.

Sudahlah, cukup pembodohon & kebohongan pada masyarakat bola kita, biar hukum alam yang berlaku, kalau memang tidak bisa mempunyai sebuah klub sepak bola, tidak usah memaksakan diri hanya untuk kepentingan-kepentingan sesat yang jauh dari kaidah sepak bola sendiri, kita semua harus sadar sudah berapa trilyun rupiah itu yang tidak jelas peruntukan dan kegunaannya, anggap saja setiap klub menghabiskan dana Rp. 11 milyar rupiah per musim kompetisi, untuk musim 2007 ini saja di ikuti oleh 38 klub, dimana di kurangi 2 klub, Arema Malang & PKT Bontang, 36 klub dikalikan Rp. 11 M, total Rp. 396 M, sebuah angka yang seharusnya bisa untuk membangun atap & tembok sekolahan yang reot, membeli ranjang untuk puskesmas dan banyak hal yang lebih penting untuk kepentingan masyarakat umum.

Entah kita semua tidak tahu, apa yang terjadi sebenarnya di sepakbola Indonesia ini, kita lihat PSSI dengan “gagah”nya menantang FIFA, Pemimpin klub ribut berdemo ke menteri dalam negeri, apa yang menarik di sepak bola Indonesia ini…??? faktor apa yang menyebabkan mereka mati-matian mempertahankan kondisi yang ada sekarang, sekarang sudah waktunya kita membuka mata kita semua bahwa kita ini di bodohi oleh para pengurus dan pemimpin klub-klub, mereka dengan bebas melakukan praktek-praktek yang jauh dari nilai-nilai moral sepak bola untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Berapa nilai yang telah disedot dari anggaran yang seharusnya untuk kepentingan bersama tanpa ada laporan yang bisa di pertanggung jawabkan, kita semua malah bertepuk tangan dan mendukung mereka.

Seharusnya kita bangga dengan keluarnya PERMENDAGRI 59/2007 tersebut, ternyata masih ada orang yang tidak mudah di kibuli dengan model KORUPSI BERJAMAAH ini.

Seharusnya kita tidak ikut bertindak konyol dengan ikut mendukung pernyataan-pernyataan dari para ketua klub yang di danai dari uang kita.

Ditulis oleh Satria Arema sebagai bagian kontes menulis Bolanova.

3 comments:

  1. Andy N. Gultom, 31. December 2007, 0:44

    @ satria arema :
    KORUPSI BERJAMAAH….two thumbs up for this words !!!!!

     
  2. nothing, 3. January 2008, 19:58

    pelita jaya juga ga dari APBD,.
    viva Arema

     
  3. orang awam, 17. January 2008, 13:34

    mungkin akibat tulisan ini telinga para petinggi pssi akan lgsg merah…

     

Write a comment: