Portugal, Negara Spesialis Produsen Pemain Sayap
Ditulis oleh Agus Wahyudi
Sudah sejak lama Portugal menempati kasta atas dalam persepakbolaan Eropa. Prestasi Portugal memang relatif kurang mentereng karena “hanya” pernah menjadi juara ketiga Piala Dunia 1966 Inggris dan finalis Piala Eropa 2004 di kandang sendiri. Tapi permainan yang ditampilkan tim ini mampu memukau penonton. Agak berbeda dengan tim-tim eropa pada umumnya yang lebih mengandalkan fisik, kecepatan dan kerjasama tim, timnas Portugal acapkali menampilkan permainan cantik ofensif melalui umpan-umpan pendek dengan tidak jarang memberikan keleluasaan pemain untuk berlama-lama mendrible bola dan mempertunjukkan skillnya. Pantas jika tim ini di sebut tim sambanya Eropa.
Timnas Portugal saat ini adalah merupakan tim generasi emas kedua setelah angkatan Luis Figo dkk. Data statistik menunjukkan bahwa dari 10 pemain timnas Portugal yang memiliki caps terbanyak, lebih dari separuhnya diisi oleh pemain generasi 1990-2007. Bahkan, dari delapan pemain yang menorehkan gol terbanyak untuk timnas Portugal, hanya Eusebio dan Nene yang mewakili generasi angkatan sebelum tahun 1990.
Salah satu kunci kedua generasi emas Portugal itu adalah dimilikinya pemain tengah yang memiliki skill luar biasa. Pada generasi emas pertama, Portugal memiliki Rui Costa yang menjadi ikon Fiorentina saat itu, serta Luis Figo yang memiliki liukan-liukan yang menusuk. Di generasi emas timnas Portugal kedua, ada Ronaldo, Simao Sambrossa, Deco, Quaresma, dkk. Menyoroti dua dekade terakhir ini, sesuatu yang unik dari Portugal adalah banyak melahirkan pemain-pemain sayap yang memiliki kecepatan, teknik tinggi, dan produktif mencetak gol. Para pemain sayap generasi emas Portugal tersebut beredar di berbagai klub-klub elit Eropa. Berikut adalah beberapa di antaranya.
Luis Figo
Seangkatan dengan Rui Costa, Luis Figo adalah salah satu pemain terpenting dalam skuad generasi emas Portugal. Ia adalah pemain dengan caps terbanyak di timnas Portugal sampai saat ini (127 kali dan 32 gol). Pucak karir Figo adalah ketika bermain untuk Barcelona dan menjadi salah satu galacticos di Real Madrid. Figo, yang mengawali karirnya dengan bermain di Sporting Lisbon, terkenal dengan teknik tingginya dalam melewati pemain lawan, kejeliannya memanfaatkan ruang untuk kemudian menusuk ke kotak penalti lawan, serta umpan-umpannya yang akurat. Bersama Rui Costa, pemain terbaik dunia 2001 versi FIFA ini adalah ikon generasi emas pertama timnas Portugal yang berandil besar dalam membawa timnas junior Portugal memenangi Piala Dunia Junior dua kali berturut-turut (1989 dan 1991).
Sérgio Conceição
Sérgio Conceição adalah bintang S.S. Lazio para era 1998-2000 yang berperan besar dalam membawa klub tersebut memenangkan Piala Winners Eropa. Pemain yang selalu tampil dengan rambut klimis ini terkenal dengan kecepatan, kaki kanan yang kuat, serta umpan yang akurat. Penampilan terbaiknya bersama timnas Portugal adalah ketika mencetak hat-trick melawan Jerman pada babak penyisihan grup putaran final Euro 2000 di Belanda. Saat ini, Sérgio Conceição tercatat bermain untuk klub Kuwait, Al Qadisiya.
Christiano Ronaldo
Inilah pemain sayap dengan kemampuan terlengkap. Memiliki kecepatan yang luar biasa, gocekan yang aduhai, akurasi tinggi dalam memberikan umpan, mengeksekusi bola-bola mati, serta produktif mencetak gol. Ronaldo adalah pemain sayap terbaik di dunia saat ini. Di usia yang masih belia (22 tahun), pemain ini sudah hampir mendapatkan segalanya bersama Manchester United (MU). Hanya trophy Liga Champion yang belum didapatkannya bersama MU. Mengawali karirnya di Sporting Lisbon, kepindahan Ronaldo ke MU musim 2003/2004 sontak mendapat perhatian besar dari seluruh pecinta sepakbola dunia karena menggantikan posisi David Beckham yang mendarah daging di fans MU sebagai ikon klub tersebut. Memakai nomor tujuh, nomor punggung keramat di klub itu, Christiano Ronaldo tidak membutuhkan waktu lama untuk menarik hati fans MU untuk segera melupakan Beckham. Dengan total 65 gol yang dicetaknya dari 211 penampilannya bersama MU plus menjadi topskor sementara EPL musim 2007/2008, 53 caps di timnas Portugal dengan 20 gol sampai saat ini, menjadi pemain pertama yang menyandang 3 gelar pemain terbaik Professional Footballers Association (PFA Young Player of the Year, PFA Fans’ Player of the Year, dan PFA Players’ Player of the Year tahun 2007), Ronaldo adalah pemain besar yang menjadi simbol generasi emas di dua tim sekaligus, MU dan timnas Portugal.
Simao Sabrosa
Sudah sejak lama Rafael Benitez (Liverpool) kepincut dengan pemain ini. Simão Pedro Fonseca Sabrosa (28 tahun) terkenal dengan kemampuannya mengeksekusi tendangan bebas serta dribblingnya yang aduhai. Puncak karirnya adalah ketika ia bermain untuk Benfica 2001-2007 dan mencetak 95 gol dari 230 penampilannya di klub. Salah satu penampilannya di tim nasional Portugal yang paling mengesankan adalah pada saat menghadapi Inggris di perempat final Euro 2004 Portugal. Masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, ia memberikan assist yang diubah menjadi gol oleh Postiga di menit-menit akhir dan memaksa pertandingan dilanjutkan dengan extra time. Portugal akhirnya menang melalui drama adu penalti dan Sambrosa menjadi eksekutor penalti yang sukses. Sampai saat ini, Sambrosa sudah bermain bersama timnas Postugal sebanyak 59 kali dan mencetak 14 gol bagi negaranya.
Ricardo Quaresma
Ricardo Andrade Quaresma Bernardo (24 tahun) banyak dibandingkan dengan Christiano Ronaldo, karena memiliki kecepatan dan teknik yang luar biasa. Pemain dengan trademark teknik trivela ini kembali sukses bersama FC Porto, setelah sebelumnya gagal di Barcelona. Quaresma adalah salah satu anggota squad Portugal U-16 yang memenangkan Piala Eropa U-16 tahun 2000. Walaupun berperan penting membawa kemenangan 2-0 Portugal melawan Slowakia di kualifikasi Piala Dunia 2006, ia tidak dibawa serta oleh Luiz Felipe Scolari dalam squad Portugal di Piala Dunia 2006. Sejak bergabung bersama Porto tahun 2004, ia telah mencetak 24 gol dari 107 penampilannya. Walaupun belum memiliki prestasi yang mentereng di timnas Portugal, dengan kecepatan dan teknik tinggi yang dimilikinya, bukan mustahil Quaresma akan menjadi bintang timnas Portugal pada Euro 2008 nanti. Kita tunggu saja.
Nani
Usianya masih sangat muda namun mampu memikat klub sebesar MU untuk merekrutnya. Luís Carlos Almeida da Cunha (21 tahun) memiliki kecepatan yang hampir sama dengan Ronaldo maupun Quaresma. Walaupun belum sering diturunkan sebagai starting line-up di MU, penampilan Nani cukup memukau penonton. Sampai saat ini, Nani tampil bersama MU sebanyak 12 kali dengan mencetak 2 gol serta selebrasinya setelah mencetak gol dengan melakukan salto menjadi atraksi tersendiri yang memukau penonton. Penampilannya bersama timnas Portugal adalah ketika melawan Denmar tahun 2006 dan Nani mencetak satu gol pada debutnya itu.
Memiliki pemain kelas satu pada posisi midfielder/winger tentu tidaklah cukup. Andaikan Portugal juga memiliki pemain belakang dan penyerang yang lebih baik dari yang dimiliki sekarang, mungkin Portugal akan menjadi tim yang paling disegani di Eropa.
***
Ditulis oleh Agus Wahyudi sebagai bagian kontes menulis Bolanova.



[…] Portugal, Negara Spesialis Produsen Pemain Sayap […]
Sayang, mereka belum melahirkan striker jempolan. Rui Costa pernah berujar, andaikan tim kami mempunyai striker berkelas Batistuta, tentu tim kami semakin berbahaya.
[…] banyak contohnya. Luis Figo yang pindah ke Real Madrid dari Barcelona pernah mendapat teror menyeramkan ketika kembali bermain […]
Aku setuju sx dg artikel ini.Memang mereka adalah tim samba Eropa.Ia melahirkan pemain bersayap yang luar biasa,,,Dia adalah tim tersempurna jika ia dilengkapi dengan Striker dan defender yang luar biasa sempurna bak tim Italia ,Brasil dan tim2 Eropa lainnya…
Portugal e melhor…
Ti amo…
Forca e vamor ser campeoes……..
Beijinhos C.Ronaldo………